Putri Perawan Milik Daddy Season 2

Putri Perawan Milik Daddy Season 2
Terlalu berharga "Menerima Syaratnya"


__ADS_3

1 jam sebelumnya.


Uni emirat Arab.


20.40 PM waktu Indonesia


17.40 PM waktu uni emirat Arab


(Perbedaan waktu Indonesia-uni emirat Arab 3jam)


Obrolan panjang antara keluarga besar de Lucas dan Al Fattah terus berlangsung sejak siang tadi, mereka masih membicarakan perihal kerja sama proyek pembangunan resort di Manhattan sekaligus membahas soal putra putri mereka.


"Sekarang kembali ke anak-anak, apa Bern sudah memutuskan nya?"


Tuan Al Fattah bertanya sambil menuangkan teh ke dalam gelas tuan De Lucas.


"Dia sempat membahas nya pagi tadi, mungkin akan membicarakan nya kembali secara perlahan pada Belle, dia bilang tidak ingin terlalu tergesa-gesa membawa Belle kembali ke uni emirat Arab"


Ucap tuan De Lucas cepat.


"Kemungkinan dia hanya akan membawa putri mu berlibur lebih dulu, belum benar-benar membawa nya pindah secara permanen, dia takut melukai Kevin dan nenek Belle, apa lagi Belle masih labil, dia takut melukai perasaan putri mu jika memutuskan sesuatu tanpa membicarakan nya lebih dulu"


Tuan Al Fattah tampak mengangguk pelan.


"Aku juga belum berani meminta hak ku sepenuhnya atas Belle, cukup takut menyinggung perasaan Kevin dan ibu mertua ku"


"Mereka pasti butuh waktu untuk melepaskan Belle, ditambah Belle pasti akan merasa asing tinggal bersama keluarga kami, karena itu aku ingin Bern mempercepat tanggal pernikahan mereka, menyakinkan Belle hingga bisa membawa nya pulang ke mari"


Tuan Al Fattah berusaha menyesap teh miliknya.


Sejenak tuan De Lucas menatap layar handphone nya, dia menaikkan sejenak alisnya


"Anak ini selalu tahu kita tengah membicarakan nya"


Tuan De Lucas tambah tertawa, langsung mengangkat telepon yang di buat oleh Bern.


"Halo son?"

__ADS_1


********


Indonesia


Bern mengeratkan rahangnya, Seketika gigi nya saling beradu dan kemarahan nya membuncah, dia dengan cepat membalikkan tubuhnya sambil meraih handphone nya, mencoba menghubungi seseorang yang ada di seberang sana.


Cukup lama hingga panggilan itu terhubung.


"Hallo Daddy"


Bern bicara cepat dari arah handphone nya.


"Halo son?"


Terdengar sahutan dari seberang sana.


"Aku fikir akan mempercepat kunjungan kami"


"Benarkah?"


Terdengar suara antusias dari seberang sana.


Bern bertanya sambil terus berjalan ke arah depan.


"Ada, kamu ingin bicara dengan nya?"


Daddy nya bertanya Cepat.


"He em"


Sepersekian detik kemudian suara di seberang sana langsung berubah.


"Halo son, Semoga Allah mudahkan kita dalam kebaikan dimanapun berada"


"Begitu juga dengan keluarga disana, Daddy"


"Katakan pada ku, apa ada sesuatu yang mengganggu?"

__ADS_1


Tuan Al Fattah bertanya Cepat.


"Aku fikir kami akan membuat kunjungan dalam satu atau dua Minggu ini, semoga urusan kami bisa berjalan sebelum pernikahan uncle bahrat dan Selena berlangsung"


Ucap Bern cepat.


"Apa ini merupakan sebuah keputusan? terdengar seperti kamu akan mengajukan lamaran ke pada keluarga besar kami dan menyetujui syarat yang keluar besar Al Fattah ajukan son?"


Seloroh tuan Al Fattah dari seberang sana, nada nya jelas terdengar bahagia, tapi masih cukup was-was mendengar kata-kata lanjutan dari balik bibir Bern.


"Aku akan mempersiapkan maharnya, dan menerima syarat Islam nya"


Ucap bern kemudian.


"Subhanallah Alhamdulillah, Kami akan menyampaikan pada keluarga besar Al Fattah, dan hillatop"


Suara di seberang sana terdengar begitu penuh kebahagiaan.


"Aku akan membicarakan nya pada Belle dalam beberapa hari ini"


"Kami menunggu kabar baik selanjutnya son, Semoga Allah mudahkan kita dalam kebaikan dimanapun berada"


"Begitu juga dengan anda dan keluarga disana dad"


"Apa yang dikatakan putra ku?"


Samar-samar terdengar suara Daddy Bern.


"Kita akan menjadi besan yang sesungguhnya"


Kemudian Bern langsung mematikan panggilan nya,masuk ke area parkiran mendekati mobil nya kemudian langsung masuk ke dalam sana.


Terdengar egois, tapi sejak 3 hari ini dia terus memikirkan perjodohan mereka, keluarga besar Al Fattah memegang teguh syariah Islam, syarat yang di ajukan sejak awal adalah meminta Bern menjadi seorang mualaf, Bern mungkin masih ragu untuk melangkah, tapi yang menjadi bahan pertimbangan besarnya adalah saat dia melihat sosok uncle gaohan nya, uncle Tristan dan uncle Arash, keluarga besar sang mafia yang berubah total ketika menikah dan memilih menjadi mualaf.


Bern Fikir bukankah kehidupan manusia yang tepat itu ketika berawal dari sosok yang buruk dan bejad lantas menyakinkan diri untuk menjadi lebih baik? Apalagi dia telah berjanji untuk keluar dari dunia kelam nya saat Aishe meminta bantuan pada Daddy nya waktu itu.


Dan bukan karena dia cemburu pada Juan dan Belle, tapi karena dia fikir selain untuk memperbaiki hidup nya sendiri, dia harus manarik Belle Secepat nya untuk dihalalkan agar gadis itu tidak terjerumus pergaulan salah yang saat ini semakin meresah kan para orang tua, dari teman menjadi lawan, mengikat kata cinta lalu berubah menjadi perbuatan dosa sebelum menikah.

__ADS_1


Sebab bagi nya Belle terlalu berharga.


__ADS_2