Putri Perawan Milik Daddy Season 2

Putri Perawan Milik Daddy Season 2
Dalam persiapan


__ADS_3

"Sudah mendapatkan konsep undangan nya sayang?


Eden bertanya ke arah Asha, mencoba memperhatikan beberapa contoh undangan yang ada di hadapan mereka.


Sejak dua hari ini mereka mulai sibuk menyusun jadwal, mengatur waktu, mencari EO, Menentukan tanggal pernikahan, mencari titik lokasi pernikahan dan lain sebagainya.


Mereka baru saja tiba di apartemen, membawa album contoh undangan agar mempermudah Asha mencari undangan yang dia inginkan.


Asha tampak menggeleng pelan sambil menggigit bibir bawahnya.


"Aku belum merasa cocok dengan beberapa bentuk yang mereka berikan"


Ucap Asha pelan.


Tidak tahu kenapa rasanya belum ada yang cocok dengan keinginan nya.


"Kita buat konsep isi nya lebih dulu sembari menanti pola dan bentuk undangan seperti apa yang kamu mau"


Eden mencoba memberi saran.


"Kita pastikan lagi EO yang tepat nya, membicarakan soal gaun pilihan kamu dan mencari lokasi sesuai kemauan kamu"


Asha tampak diam sejenak.


"Apa sebaiknya kita menggunakan halaman villa papa? ukuran nya cukup luas untuk menampung banyak tamu"


Ucap Asha cepat.


Eden tampak diam sejenak.


"Kita bisa membicarakan nya pada papa dan mama kamu setelah makan malam"

__ADS_1


Asha mengangguk kan pelan kepalanya.


"Oke...aku fikir kita terpaksa minta bantuan deliyah dan Abigail untuk mempermudah segala hal"


Ucap Eden kemudian.


Asha tampak tersenyum mendengar nama ke dua orang tersebut.


"Mereka membantu banyak dipernikahan Selena dan kita, aku fikir jika kita tidak membuat pernikahan mereka ikut sukses, itu cukup keterlaluan"


Eden tampak terkekeh.


"Kita pasti bekerja keras untuk melancarkan pernikahan mereka"


Dan Asha akui Abigail dan sang adik cukup banyak membantu mempersiapkan pernikahan mereka.


Bahkan kedua orang itu tengah ketar-ketir mencari souvernir yang akan diberikan pada para tamu undangan sejak kemarin, Asha ingin sesuatu yang unik saja sesuai dengan barang-barang kesukaan nya.


Tanya Eden sambil berjalan ke arah dapur, laki-laki itu mulai membuka lemari pendingin kemudian mengeluarkan botol minuman didalam nya, membuka nya secara perlahan lantas mencari gelas yang ada di dalam kitchen set.


"Sudah, kemarin mama sudah sempat membantu memilih bahan dan motif kainnya"


Jawab Asha cepat.


Eden mulai menuangkan minuman itu kedalam gelas.


"Semua anggota keluarga bisa memilih konsep sendiri gaun dan baju nya"


Jawab Asha lagi.


Eden mulai berjalan mendekati Asha, menyerahkan minuman nya ke tangan Asha.

__ADS_1


"Sebaiknya hari ini istirahat saja dulu, besok baru kembali melanjutkan aktifitas"


Asha mengangguk, dia menghabiskan minuman nya lantas langsung menjatuhkan dirinya ke atas kursi sofa lantas langsung memejamkan bola matanya.


"Akhhhh lelahnya"


Rengek gadis itu pelan.


Eden mengulum senyuman melihat Asha langsung menghempaskan tubuhnya dengan gerakan kasar ke kursi sofa.


laki-laki itu meletakkan bantal sofa ke bawah kepala Asha kemudian ikut menjatuhkan tubuhnya disamping Asha, secara perlahan Eden meraih kaki Asha kemudian menaikkan nya ke atas paha nya,lantas dengan gerakan lembut dia mulai memijat kaki Asha.


"Bersabar lah, tinggal Sedikit lagi hingga menuju hari H, semua orang melewati hal yang sama seperti kita, lelah, letih capek yang bercampur aduk menjadi satu"


Eden bicara sambil terus memijat-mijat kaki Asha.


"Hmmm"


Asha berde hmm pelan, membuka bola matanya yang terpejam, menatap laki-laki itu sejenak.


"Terima kasih"


Ucap Eden pelan.


"Untuk?"


Asha menaikkan ujung alisnya.


"Untuk banyak hal yang tidak bisa aku ungkapkan dengan kata-kata"


Setelah berkata begitu, Eden mulai ikut membaringkan tubuhnya disamping Asha, sempit memang, tapi terasa begitu menyenangkan apalagi di imbangi dengan pelukan.

__ADS_1


__ADS_2