
Saat seluruh acara telah selesai, Selena dengan cepat meminta orang-orang untuk melepaskan make up dan seluruh aksesoris beratnya, melepaskan gaun pengantin berlapis batu Swarovski asli itu dan meminta sang asisten desainer untuk melepaskan peticoat yang membuat sesak nafasnya.
Bahrat Tampak mengulum senyum saat melihat ketidak nyamanan Selena setelah hari malam menerpa.
"Cukup melelahkan?"
Tanya bahrat beberapa waktu setelah semua orang telah pergi berlalu dari kamar mereka.
"Aku fikir Tidak bakal mampu bertahan seperti pengantin lain nya yang menikah hingga beberapa hari berapa malam berganti-ganti pakaian dan riasan"
Ucap Selena sambil mengulum Senyuman nya.
"1 hari saja sudah cukup membuat ku kehilangan kata-kata"
Lanjut nya lagi.
Bahrat tampak tertawa geli.
"Aku fikir harus pergi membersihkan diri"
Ucap Selena Kemudian.
Laki-laki itu mengangguk sambil melepaskan jam tangannya, di susul dengan dasi kemudian jas nya.
Selena langsung melesat ke kamar mandi dan memulai untuk melakukan sesi membersihkan diri.
Cukup lama hingga akhirnya gadis itu secara perlahan melangkah kan kaki nya keluar dari kamar mandi lantas bergantian dengan Bahrat yang ikut masuk ke kamar mandi.
********
__ADS_1
Bahrat tampak mengulum senyum saat melihat Selena telah meluncur tidur di atas kasur, efek sibuk selama beberapa hari didapat kan oleh gadis itu bahrat fikir pasti telah berganti rasa lelah yang luar biasa, jadi tidak heran setelah acara pernikahan pada akhirnya tubuh Selena tumbang juga.
Bahrat secara perlahan mulai naik ke atas kasur setelah selesai berganti pakaian, dia mendekat kan Dirinya pada Selena sambil menatap dalam wajah gadis itu.
Istri, Nyonya bahrat Al Jaber
Itu adalah status baru yang tersemat di dalam diri gadis itu kini.
Secara perlahan bahrat mengelus lembut wajah Selena, Apa yang membuat bahrat jatuh cinta Pada Selena? padahal realita nya di luar sana ada banyak gadis lain yang boleh dia dapat kan.
Kebaikan nya, Perjuangan nya untuk menyatukan sesuatu yang telah hancur berkeping-keping.
Berapa tahun gadis ini berjuang untuk membuat semua keluarga untuk berdamai? bertahun-tahun lamanya, Kesana-kemari untuk menyelidiki realita kenapa keluarga Faith Yildiz dan Al Jaber bisa terpecah.
Sejak awal Selena terus berkata.
Bahrat yakin Selena pasti bisa menjadi ibu yang cukup bijaksana dalam mendidik anak-anak nya kelak, dia pasti mengajarkan anak-anak mencari solusi di kala melakukan kesalahan tanpa harus memperdebatkan, Dia pasti bisa menjadi ibu yang adil ketika anak-anak saling menuntut sesuatu secara tidak seimbang.
Bahrat terus mengelus wajah Selena secara perlahan, menatap wajah itu untuk waktu yang cukup lama, hingga akhirnya tiba-tiba Secara perlahan pula Selena membukakan bola mata nya.
"Sudah selesai mandi?"
Tanya Selena pelan.
"Hmm"
"Maafkan aku karena tertidur"
Ucap Selena lagi.
__ADS_1
"Bukan masalah, aku fikir kamu pasti begitu kelelahan"
Bahrat bicara sambil terus mengelus lembut wajah sang istri.
"Tapi bukankah malam ini..."
"Kita bisa menundanya, masih ada banyak waktu. Pulihkan tubuh kamu lebih dulu, segala sesuatu yang di lakukan dalam kondisi kelelahan akan menyakiti diri mu"
"Yakin?"
Selena tampak menatap khawatir ke arah bahrat.
"Aku bukan type laki-laki egois yang hanya memikirkan ke..pua.san sendiri"
Ucap Bahrat lagi.
Lalu secara perlahan bahrat menautkan bibir mereka sejenak.
"Istirahat lah"
Ucap nya lagi lantas langsung berbaring tepat disamping Selena kemudian langsung memejamkan bola matanya.
Sejenak Selena mengembangkan senyuman nya, seperti kata Bahrat dia benar-benar merasa begitu lelah, jika memaksakan diri dia yakin yang dia dapatkan bukan rasa nik..mat melainkan sebuah rasa kepayahan dan ketidak nyamanan hingga mengubah malam pertama mereka menjadi sebuah kesakitan luar biasa.
Itulah alasan Kenapa Selena lebih memilik Bahrat dari pada Farhan, laki-laki ini tidak pernah memaksakan keinginan nya, Bahrat selalu sabar menunggu apapun dari diri nya dalam banyak hal.
__ADS_1