Putri Perawan Milik Daddy Season 2

Putri Perawan Milik Daddy Season 2
Kedamaian ini


__ADS_3

Ailee tampak tiduran di atas kasur sambil terus mengunyah buah-buahan yang di samping nya, Aland tampak duduk disamping Ailee sambil terus berkutat dengan laptop nya, sebentar-sebentar tangan kirinya mengelusnya wajah Ailee dengan lembut.


"Daddy..."


"Hmm?"


"Kemana Daddy Eden pergi?"


Aland tampak menghentikan kegiatan tangan nya, dia menatap bola mata Ailee sejenak.


"Abigail bilang, mereka sedang membuat kejutan untuk calon mommy Asha mu"


Seketika Ailee mendongak, ekspresi nya cukup terkejut.


"Benarkah?"


Rona bahagia tampak terlihat jelas dari wajah Ailee.


"He em"


Aland mengangguk lantas tangan kirinya mengelus wajah Ailee, tangan kanannya kembali bergerak mengecek beberapa dokumen di hadapannya.


"Aku Benar-benar akan mendapatkan mommy baru?"


Ailee tampak mengulum senyum.


Seketika dia ingat betapa baik nya Asha pada dirinya, beberapa kali mengunjungi dirinya, membantu nya mengecek kondisi kehamilan, membawakan nya makanan sehat, buah-buahan, bahkan tidak enggan memberikan konsultasi seputar kesehatan lainnya.

__ADS_1


Awalnya Ailee berasa agak canggung dan malu, tapi Asha begitu pandai menyesuaikan diri, mampu menciptakan suasana akrab seolah-olah mereka persis seperti seorang teman baik.


Apalagi Belle ikut andil membuat mereka menjadi dekat, secara Belle dan Asha memang sudah akrab sejak belasan tahun yang lalu.


"Dia memang pantas mendampingi Daddy Eden mu"


Jawab Aland cepat.


Ailee ikut mengangguk.


"Kita akan cukup sibuk dengan pernikahan banyak orang setelah ini"


Ucap Aland kemudian.


"Dimulai dari Selena dan bahrat, disusul Daddy Eden mu dan mommy Asha"


Sambung Ailee.


"Hmmm tapi untuk Belle dan Bern belum tahu, seperti nya uncle Bern mu bakal melakukan akad nikah lebih dulu di uni emirat Arab dalam Minggu ini, aku dengar laki-laki itu menyetujui pernikahan nya, setuju jadi mualaf dan meminta mempercepat akad nya"


Ucap Aland cepat sambil mulai menyingkirkan semua berkas-berkas dokumen nya dan laptop nya kemudian memindahkan semua nya ke atas nakas.


Ailee jelas membulatkan bola matanya.


"Aku fikir uncle Bern tidak suka dengan anak kecil, tapi ternyata malah ingin mempercepat akad nya"


Saat mendengar ucapan Ailee, seketika Aland mengulum senyum.

__ADS_1


"Bukan kah orang yang terbiasa bersama lama-lama akan merasa nyaman? menjadi saling ber ketergantungan antara satu dengan yang lainnya, dan ketika salah satu nya pergi satu nya lagi pasti merasa sesuatu yang penting tiba-tiba terasa menghilang"


Aland bicara cepat, langsung membaringkan tubuhnya di samping Ailee. melihat snag suami berbaring di samping nya, Ailee tampak tersenyum, menatap dalam bola mata Aland.


"Hmm benar juga"


Ucap nya pelan, jadi ingat dengan dirinya sendiri, yang lama-lama ber ketergantungan dengan Aland tanpa sadar, bahkan merasa Aland begitu nyaman dan saat Aland menjauh dia benar-benar merasa sesuatu yang penting seolah-olah hilang dalam hidupnya.


"Sayang .."


Ailee bicara sambil menyentuh lembut wajah Aland.


"Kenapa?"


"Aku fikir akhir Minggu ini kita pergi mengunjungi untie Aishe saja yah?"


Aland mengangguk cepat.


"Baiklah"


Ailee memejamkan perlahan bola mata nya, dia tersenyum senang dengan keadaan saat ini, bagi nya semua terasa begitu damai dan menyenangkan, tanpa permusuhan, tanpa dendam, tanpa ada lagi kemarahan, semua terasa bagaikan sebuah mimpi yang enggan rasanya untuk nya terbangun.


Sepersekian detik kemudian tiba-tiba bibirnya terasa menyatu dengan bibir Aland, laki-laki itu menyentuh lembut telinga kanan nya, sedangkan bibir itu terus bergerak lembut mengajak nya bertautan dengan sempurna, begitu hangat dan juga dalam.


******


Catatan \= Maafkan outhor up nya lama, ada acara keluarga jadi pada morat-marit ini up nya πŸ˜­πŸ˜­πŸ˜±πŸ€•πŸ€•

__ADS_1


biar Corona melanda, orang nikahan tetap berjayaπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ€£πŸ€£


__ADS_2