
Murat mengelus lembut perut Aishe sejak tadi, mereka membicarakan soal banyak hal bahkan mencoba mendiskusikan soal masa depan semua orang juga perusahaan baik di Indonesia ataupun di Prancis.
"Mungkin sebaiknya kita mendiskusikan nya pada uncle bahrat, Selena dan Eden soal siapa yang harus mengurus perusahaan di Prancis, ini akan sulit karena uncle Karl sudah tidak bisa mengurusnya, Lea masih terlalu muda untuk mengurus perusahaan untuk saat ini bahkan orang lain yang bisa di percaya tidak ada"
"Untie Malika menolak untuk terjun ke perusahaan dia ingin menghabiskan waktu nya penuh untuk mengurus Lea dan mencoba mencintai laki-laki pilihan Lea"
"Bern jelas tidak bisa, Al Fattah juga de Lucas pasti akan menarik bern kembali ke perusahaan milik mereka, tinggal menunggu keputusan Bern kapan ingin menikahi Belle setelah itu baru memilih kembali ke negara mana dan membawa Belle"
Ucap Murat sambil menarik nafasnya pelan, fikiran nya cukup kacau saat ini, urusan perusahaan benar-benar terasa begitu berat dalam beberapa waktu ini untuk dia emban dan dia pukul, bahkan uncle bahrat nya juga cukup kelabakan dibuat nya, belum lagi mereka harus mempersiapkan pernikahan Selena dan uncle bahrat.
"Saat ini perusahaan di Prancis cukup kocar-kacir, kita butuh seseorang yang bisa masuk ke sana secepatnya"
Aishe tampak diam, mencoba untuk mencerna ucapan Murat.
"Aku fikir biarkan kita mengurus pernikahan untie Selena dan uncle bahrat lebih dulu, setelah itu kita baru mendiskusikan pilihan terbaiknya, Abigail bisa masuk ke dalam daftar calon penerus perusahaan, meskipun dia sering berlaku ceroboh, pasangan nya Kakak deliya jelas bukan type perempuan yang suka bergerak dengan tergesa-gesa, begitu berbanding terbalik dengan abigai, dia bisa jadi penasehat yang baik, kak Deliya type orang yang cukup berhati-hati dalam mengambil keputusan"
__ADS_1
Seketika Murat menoleh ke arah Aishe, dia fikir Aishe benar juga.
"Aku tidak memikirkan nya sebelum ini, oh ya Tuhan"
Murat baru ingat mereka punya Abigail yang bisa di andalkan, kenapa sampai tidak memikirkan nya
"Beberapa waktu ini begitu terasa berat mengurusi perusahaan, besok hari libur, kita gunakan time quality nya sebaik mungkin, untuk merefleksikan diri, menyamankan fikiran dsn keluar sementara dari pemikiran soal pekerja sayang"
Aishe mengelus lembut dada Murat, terus bersandar di dalam dada bidang itu.
Lanjut Aishe lagi.
Seketika Murat memeluk erat tubuh Aishe.
"Oh sayang, aku begitu berterima kasih kepada Tuhan karena memberikan ku pasangan yang melengkapi kekurangan ku, mampu mengingat kan ku di kala pemikiran ku lari kemana-mana"
Aishe tertawa renyah.
__ADS_1
"Kita akan selalu saling mengingatkan dan melengkapi antara satu dengan yang lainnya hmmm"
Ucap Aishe lembut.
"Aku fikir kita butuh quality time yang lain saat ini"
Tiba-tiba Murat menggoda dirinya, Menyentuh lembut pipi Aishe dan mencoba membenahi posisi mereka agar saling bertatap wajah.
"Hmm misalnya?"
Tanya Aishe sambil menaikkan sebelah alisnya.
"Misalnya Memenuhi hak dan kewajiban"
Goda Murat sambil mulai menautkan bibir mereka.
Aishe tersenyum geli, menerima tautan bibir Murat, membiarkan laki-laki itu menyapu seluruh bi..birnya dan mulai perlahan masuk ke dalam sana, membelit dan menciptakan suasana hangat di balik udara dingin setelah langit Jakarta di Landa hujan deras sejak tadi.
__ADS_1