Putri Perawan Milik Daddy Season 2

Putri Perawan Milik Daddy Season 2
Tugas yang telah usai


__ADS_3

masih di masa kemarin.


Derap langkah kaki Ramira terus memenuhi ruangan yang mendominasi berwarna putih itu, tidak dia hiraukan lagi lalu Lalang orang-orang di sekitar nya saat ini, tujuan utama nya menemui valentine yang kata nya ad di ruang UGD.


Bola mata Ramira tampak berkaca-kaca,ingatan nya soal kata-kata valentine tempo hari membuat sesak dadanya.


"Aku fikir aries yang meniduri ku"


Valentine menatap Ramira dengan bola mata berkaca-kaca, sebuah map coklat tampak tampak berada didalam genggaman nya.


"Aku menitipkan Ailee pada pelayan setia keluarga Faith Yildiz, berkata mungkin aries akan mencari anak itu dan akan memusnahkan nya, realita nya Aries bukan ayah kandungnya"


Valentine menghapus lembut air mata nya.


"Setidaknya aku bahagia, malam itu orang yang pertama kali menyentuh ku bukan aries, tapi Eden"


Setelah berkata begitu, valentine berjalan dengan langkah gontai, berusaha untuk menjahui Ramira.


"Kamu tidak ingin memberitahu kan nya pada Eden?"


Ramira berusaha menahan lengan valentine.


Perempuan muda itu berhenti, menoleh ke arah ramira.


"Dia cukup bahagia bersama kakak ku"


"Mereka hanya tidak tahu dimana hati mereka berlabuh, Selena memanfaatkan Eden untuk membuat bahrat marah, Eden mungkin menginginkan Selena tapi dari sudut pandang yang berbeda"


Ramira berusaha menyakinkan valentine.


"Selena gadis yang mampu membuat dirinya tersenyum, dia membutuhkan nya tapi bukan berarti menginginkan nya, dia hanya merasa cocok tapi bukan berarti cukup merasa nyaman"


Ramira menggelengkan pelan kepalanya, meminta valentine tidak melangkah pergi dari semua orang.


Alih-alih menjawab atau peduli ucapan ramira, valentine hanya bisa tersenyum.


"Sudah tidak ada tempat ku di keluarga Al Jaber, sejak awal tempat ku memang bukan disana"


"Aku akan bicara pada Eden, Karl yang membawa mu menipu Faith Yildiz dengan jaminan dia melepaskan Eden, dia membohongi mu dengan kekejaman nya,aku akan bilang pada Eden jika bayi itu putri nya"


Ramira bergerak cepat, mencoba melesat dari sana, namun secepat kilat Valentine menghentikan gerakannya, menarik ramira lantas memeluknya dengan erat.

__ADS_1


"Tidak, tidak, Karl akan membunuhnya, dia berjanji akan membebaskan Eden selama aku tidak buka mulut"


"Valentine"


"Semua akan baik-baik saja, percayalah. Karl dan aries bilang,jika aku menghilang dengan membawa rahasia nya, mereka tidak akan mencelakai Eden atau bahkan saudara perempuan nya"


"Valentine...."


Ramira tampak kehilangan kata-kata.


Ramira terus berlari ke arah depan, mencari ruangan yang dia tuju, seketika langkah kakinya terhenti ketika dia mendapati ruangan itu.


"Dimana pasien nya?"


Dia bertanya cepat ke arah salah satu dokter.


Dokter perempuan yang ada didepannya tampak menggelengkan kepalanya, dia menunjuk ke arah dalam, meminta ramira untuk melangkah masuk.


Gadis itu melangkah secara perlahan, menatap tubuh valentine yang terbujur kaku, Seketika langkah kaki nya menjadi gontai, nafasnya terlihat tidak beraturan, air matanya secara perlahan tumpah.


Dia terus melangkah sambil menahan tangisan nya, Seketika dadanya terasa sesak dan tahu-tahu secara perlahan air mata Ramira tumpah.


Dia ingat entah beberapa jam yang lalu kapan, valentine masih berusaha menghubungi diri nya, bicara dengan suara yang terdengar tersengal-sengal.


Terdengar suara batuk-batuk dari seberang sana,nafas valentine jelas mulai terdengar tidak beraturan.


"Kamu ada di mana?"


Ramira jelas panik, dia fikir ada apa dengan valentine.


"Kamu tahu?"


Valentine tampak berusaha tertawa tapi terdengar begitu di paksa.


"Dia tidak bisa makan makanan pedas sedikit pun, saat dia memaksa memakan nya bersama ku wajahnya akan terlihat begitu memerah, kulit putih nya langsung memerah dan mengeluar kan keringat yang luar biasa"


Valentine kembali terbatuk-batuk sambil berusaha tertawa.


"Berhenti bicara, katakan pada ku dimana kamu sekarang?"


Alih-alih menjawab valentine terus mencoba untuk bicara.

__ADS_1


"Aku fikir waktu ku sudah tidak banyak lagi, berjanjilah pada ku untuk menjaga nya, membuat nya tersenyum dan selalu bahagia, terus disisi nya dan menggantikan aku untuk terus menggenggam erat tangan nya"


"Valentine"


Ramira mulai menelan salivanya.


"Berjanjilah pada ku, Ramira"


Setelah itu tidak lagi terdengar suara valentine, sepersekian detik kemudian terdengar suara berisik sirine polisi, mobil ambulans, keributan dan lain sebagainya.


Ramira langsung terduduk saat melihat wajah cantik itu kini telah memucat, bibir nya membiru, seluruh tubuh Valentine dipenuhi oleh luka-luka yang katanya akibat kecelakaan.


Realita nya ramira tahu apa yang sebenarnya terjadi, aries dan Karl sejak awal memang ingin memusnahkan valentine.


Satu pesan valentine untuk nya dimasa kemarin, jangan bergerak, jangan bicara, tutup mata dan telinga, anggaplah sejak awal dirinya memang tidak pernah ada.


Ramira seketika menangis meraung-raung, menepuk dada nya berkali-kali, rasa sakit dan sedih bercampur aduk menghantam Dirinya.


"Aku berjanji, aku akan berjanji terus berada di samping Eden hingga dia menemukan perempuan yang dia cintai, bahkan aku berjanji akan memberikan seluruh hidup ku untuk menggantikan diri mu, hingga hari dimana dia siap memulai kehidupan baru nya dan keluar dari Al Jaber"


Dia bicara sambil terus menangis terisak, menggenggam erat telapak tangan valentine diiringi tangis yang memecah di kegelapan malam.


*****


Kembali ke masa hari ini


Wedding Caremony Eden & Asha


Sejenak Ramira menghapus air matanya.


Tugas ku sudah usai bukan, sayang?


Sepersekian detik kemudian tiba-tiba Farhan menyentuh pelan bahu Ramira, dia menatap wajah perempuan itu dalam beberapa waktu.


"Sudah waktunya kita pulang"


Ucap Farhan pelan sambil menyentuh lembut wajah ramira.


Perempuan itu mengangguk sambil mengembangkan senyuman nya.


"Tugas mu dan tugas ku telah selesai, valentine pasti telah bahagia di sana"

__ADS_1


Bisik Farhan sambil memeluk lembut tubuh ramira, dia menepuk punggung perempuan itu secara perlahan lantas mengulur kan tangan nya untuk membawa Ramira menjauh dari sana.


__ADS_2