Putri Perawan Milik Daddy Season 2

Putri Perawan Milik Daddy Season 2
InsyaAllah menjadi satu-satunya tempat untuk dirinya


__ADS_3

Belle sejenak menjadi malu ketika tiba-tiba semua orang menggoda dirinya, belum lagi saat tiba-tiba semua keluarga besar menarik diri untuk masuk menuju ke kamar pengantin yang telah di siapkan dan tiba-tiba bola mata nya bertemu dengan sosok Bern di dalam kamar mewah itu.


Rupanya laki-laki itu sudah ada di kamar sejak tadi dan Bern tampak sibuk melepaskan sorbannya saat semua orang mulai mendorong nya masuk dan menutup pintu, Seketika wajah Belle memerah saat dia menyadari jika mereka telah menikah dan secara sah telah menjadi suami istri.


"Kamu sudah datang? kemarilah"


Bern bicara cepat saat menyadari kehadiran nya, laki-laki itu tampak masih melepaskan jam di tangannya.


"Bee"


Ucap Belle pelan dengan ragu-ragu melangkah kan kaki nya Menuju ke arah laki-laki itu.


Bern tampak tersenyum geli melihat ekspresi Belle, dengan gerakan cepat dia meraih tubuh Belle secara tiba-tiba, seketika tangan Bern dengan gerakan lembut menarik pinggang Belle dan menyatukan perlahan tubuh mereka.


Bisa Bern lihat rona merah terlihat indah menghiasi wajah gadis kecil itu di iringi ekspresi terkejut karena Bern tiba-tiba memeluk tubuh Belle.


Seketika tiba-tiba Bern menyentuh ubun-ubun Belle yang telah resmi menjadi istri nya itu lantas secara perlahan laki-laki itu membacakan sebuah doa


"Allahumma inni as'aluka min khairiha wa khairi ma jabaltaha 'alaihi. Wa a'udzubika min syarriha wa syarri ma jabaltaha 'alaihi"


Artinya:

__ADS_1


"Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu kebaikan dirinya dan kebaikan yang Engkau tentukan atas dirinya. Dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya dan keburukan yang Engkau tetapkan atas dirinya.


Lalu di lanjutkan dengan doa


"Allaahumma baarik lii fii ahlii wa baarik li ahlii fiyya'


Artinya:


"Ya Allah, berkahilah istriku untukku dan berkahilan aku untuk istriku."


Setelah membacakan doa itu, Secara perlahan Bern mencium puncak kepala Belle lantas mencium lembut kening gadis itu.


Seketika Belle menatap dalam wajah Bern sambil mengedipkan Secara perlahan bola matanya.


tanya Bern pelan ke arah Belle.


Gadis itu hanya mengangguk pelan.


Melihat ekspresi Belle, Bern langsung memegangi kedua wajah gadis itu dengan kedua telapak tangan nya.


"Bersikaplah seperti biasa, agar tidak terjadi kecanggungan di antara kita hmm?"

__ADS_1


Sejenak Belle mengangguk.


"Meskipun hubungan ini sudah berubah menjadi sah dalam pernikahan, tetap lah beranggapan selain menjadi suami dan istri, kita adalah teman berbagi di saat suka maupun duka, jadikan pundak dan dada ini tempat untuk kamu bersandar dan berkeluh-kesah serta tempat kan selalu senyuman ini untuk menjadi penentram jiwa hmm"


Bern bicara sambil menyentuh pelan pundak dan dada nya lantas meletakkan jari telunjuknya ke bibir indah Belle kemudian mencoba membuat sebuah senyuman di wajah gadis itu.


"Tidak menangisi hal yang tidak penting, selalu bersikap terbuka dan saling percaya, tidak peduli apapun yang terjadi ke depannya nanti, tetaplah berpegangan pada tangan ini dan tidak berusaha beranjak pergi"


Ucap Bern lagi sambil mencoba menggenggam erat telapak tangan Belle.


"He em"


Belle mengangguk kan kembali kepalanya sambil terus menatapi bola mata Bern dengan bola mata yang berkaca-kaca.


"No...sayang, jangan menangis"


Ucap Bern saat sadar air mata itu tiba-tiba tumpah.


Seketika air mata Belle benar-benar tumpah, dia fikir benar kehidupan nya telah berubah, saat ini telah berdiri satu sosok laki-laki yang telah siap menggenggam erat tangannya, mengganti kan tugas Eden untuk menjaga dirinya.


Belle berharap Bern tidak membuat dirinya kecewa dengan jutaan pengharapan karena selalu harus belajar berdiri sendiri di atas kaki nya tanpa mendapatkan pegangan seperti di kehidupan nya sebelum-sebelum nya.

__ADS_1


Sejenak Bern menghapus pelan air mata itu, didalam hati Bern hanya bisa membatin, insyaAlah dia berjanji untuk selalu bisa menjadi satu-satunya laki-laki yang mampu menjadi tempat berteduh, bersandar dan tempat belle berpegang dengan kokoh di dalam seumur hidup gadis itu hingga akhir hayat mereka.


__ADS_2