Putri Perawan Milik Daddy Season 2

Putri Perawan Milik Daddy Season 2
Bagaikan gerakan slow motion


__ADS_3

Bola mata Belle jelas terpaku saat menatap sebuah mobil melaju dengan kecepatan penuh berusaha menghantam tubuh Ailee.


Belle berusaha untuk berteriak sekuat tenaga tapi yang terjadi lidah nya menjadi kelu bahkan suara nya seolah tertahan tidak sanggup merangkak keluar dari tenggorokan nya.


Bola matanya menatap seorang perempuan dari sisi kirinya yang Mencoba berteriak lantang ke arah perempuan di sisi kanan nya. Posisi mereka jelas sama-sama jauh untuk menggapai tubuh Ailee


Tapi realita nya sepersekian detik kemudian Belle jelas menangkap sosok sang kakak Eden berlarian mencoba menangkap tubuh Ailee.


Sama seperti saat di masih anak-anak dulu, sang kakak pernah menangkap tubuh nya yang nyaris tertabrak sepeda, kali ini sang kakak "Eden" dengan segenap tenaga dan hati nya berusaha menangkap tubuh eilee.


Seketika kakak nya itu mendekap erat tubuh Ailee, membiarkan punggungnya di hantam bak kilatan petir, dalam hitungan detik berusaha memutar tubuhnya dan membiarkan tubuh Kokoh itu menghantam lantai lebih dulu, posisi Ailee jelas berada di atas Eden, tangan kiri Eden memeluk Engan punggung Ailee sedang kan tangan kanannya mendekap erat kepala Ailee. Seolah-olah takut jika gadis seusia Belle itu ikut terjatuh dan terhempas ke lantai.


Seretan panjang menggesek kasar tubuh itu, membawanya persis seperti skateboard yang meluncur tanpa batasan, hingga akhirnya terhenti seketika tanpa alasan.


"Akhhhhh"


Teriakan Belle jelas memecah keadaan, dia menatap sosok sang kakak tumbang dengan cara mengerikan


Belle jelas melihat darah segar mengalir dari seluruh anggota tubuh sang kakak, berlumuran dimana-mana, bahkan Ailee yang awal nya dalam posisi dipeluk oleh Eden, seketika spontan mendongak, mencoba duduk sambil berteriak histeris.


"Daddy..no..maafkan aku"


Belle jelas melihat kepanikan dan ke histerisan di wajah Ailee.


Di satu sisi, Hera secepat kilat melompat ke kap depan mobil yang menabrak Eden dan Ailee, dengan posisi persis seperti Spiderman yang beraksi membentangkan kaki kanan nya kesamping dengan kaki kiri tertekuk sempurna, tangan kiri Hera menahan kap mobil dan tangan kanannya mengacungkan pistol tepat mengarah ke kepala O'Hara.


Dalam sekali tarikan.


Dooorrrrr

__ADS_1


Sebuah hantaman peluru tepat mengenai kepala O'Hara tanpa ampun.


Eve dan Winda secepat kilat menyambar tubuh para pengawal didalam sana tanpa basa-basi, saling menghantam antara satu dengan yang lainnya.


Dan seketika Winda menyeret Karl untuk membawanya agar di buat setersiksa mungkin oleh para kawanannya.


Aland dengan panik meraih tubuh Eden, mencoba mengguncang tubuh laki-laki itu beberapa waktu.


seketika dia memundurkan tubuhnya, baru sadar jika laki-laki itu terluka parah tepat di Perutnya.


"Oh shi..t"


Umpan Aland penuh dengan kemarahan.


Laki-laki itu fikir kapan Eden mendapatkan tembakan itu, kenapa mereka sama sekali tidak menyadari nya.


Dari Pintu depan terdengar mobil sirine polisi yang memecah kegelapan malam, Winda sudah memperkirakan jika mereka akan tiba dalam beberapa waktu.


Seketika Belle panik, berusaha mencari seseorang untuk bicara, tapi bola mata Belle tanpa sengaja melihat sebuah pistol yang tergeletak di depannya, dalam gerakan cepat Belle mengokang nya dan mengarahkan nya pada aries.


ingatan kilas balik saat Eden mengajari dirinya menggunakan senjata dan menembakkan senjata itu pada papan sasaran, seketika Belle menarik pelatuk nya berkali-kali.


Dorrrrrrrrr


Dooorrrrr


Doorrrrrr


Gadis itu tidak paham berapa kali dia mengokang dan menarik pelatuk senjata itu, yang dia ingat betapa wajah laki-laki itu begitu menjijikkan bagi dirinya.

__ADS_1


Di ujung sana Sepersekian detik kemudian tiba-tiba Ailee berdiri dan


Bruuggggg


Tubuh ailee itu tumbang seketika.


Dorrrrrrrrr


Doorrrrrrr


Belle terus menarik pelatuk nya dengan gerakan tanpa henti, seperti orang yang hilang kesadaran nya ingatan kejadian malam itu ketika aries ingin memperkosa dirinya memenuhi seluruh isi kepalanya, dia merasa begitu jijik, benci, muak, marah dan entah apalagi yang ada di harinya saat ini.


Bern menyadari kondisi Belle, dia fikir gadis itu mulai kehilangan akal fikiran nya, trauma di masa kemarin membuat gadis itu hilang kendali, secepat Kilat Bern berlari ke arah Belle, mencoba menyadarkan Belle yang terus menembak ke arah aries padahal selongsong peluru pada pistol itu telah habis sejak tadi.


"Belle, Belle"


"Akhhhhhh"


Belle terus berterbangan histeris, menatap penuh kebencian ke arah aries.


Bern mencoba meraih wajah gadis kecil itu dengan kedua telapak tangan nya, mencoba menyadarkan Belle dari keadaan nya.


"Belle, lihat mata ku, Belle"


Bern jelas merasakan betapa tubuh kecil itu bergetar hebat, menangis histeris tanpa bisa berhenti.


Secepat kilat Bern membuang pistol dari tangan Belle, lantas Bern memeluk erat tubuh Gadis itu sekuat tenaga nya.


"Semua baik-baik saja, semua baik-baik saja, Belle"

__ADS_1


Ucapannya pelan sambil terus mencoba menenangkan belle, hingga akhirnya hanya tersisa isakan tangis yang melepuh bersama bisingnya suara orang-orang dan sirine polisi yang saling bersahutan.


__ADS_2