
Bibir mereka jelas terus saling bertaut sempurna, lalu dengan gerakan mendominasi Murat mulai menyapu seluruh isi nya, membelit bahkan menyesap nya, mengeluarkan suara-suara yang memenuhi kamar mereka.
Aishe bergerak memutar tubuhnya, kali ini dia benar-benar memilih untuk memimpin, dia tengah enggan berada di bawah.
"Yakin?"
Goda Murat setelah melepaskan tautan mereka.
Aishe mengangguk cepat lantas kembali menyambar cepat bibir Murat, bertaut Antara satu dengan yang lainnya, menyesap dan membelit lidah didalam sana.
Aishe jelas menjadi begitu lincah dan Agresif, membuat Murat berkali-kali mengeluarkan suara seksinya di balik telinga Aishe, bahkan Li.. dah Murat ikut bermain di balik telinga, terdengar begitu menggoda dan terasa begitu geli dan ba..sah, Juga ikut Membuat Aishe mengeluarkan suara manja nya saat merasa bibir dan li..dah itu mulai menyapu hingga ke leher-lehernya.
"Sayang"
Bisik Aishe sedikit tertahan, saat dia mulai memindahkan posisi bibirnya dan mulai bermain di leher Murat, jemari sang suami bergerak lincah masuk ke dalam 2 benda berharga nya, membuat Aishe sejenak memejamkan bola mata.
Lalu dengan perasaan menggebu aishe melepaskan seluruh penutup tubuh mereka hingga tidak menyisakan apapun, aishe langsung menyapu leher murat hingga ke dadanya, memainkan benda kecil itu secara perlahan, sedangkan jemari Murat bermain lincah di bawah sana, membenamkan nya Secara perlahan dan lembut hingga membuat Aishe mengeluarkan suara mendayu-dayu nya di iringi rengekan manja nya.
"Akhhh"
Aishe kembali naik menautkan bibir mereka, saling menyesap dan membagi rasa. Nafas nya mulai terdengar tidak beraturan saat jemari sang suami terus bergerak sempurna, makin cepat dan membuat Aishe menggila, niat hati ingin memimpin pada akhirnya sang suami selalu mampu mengalahkan diri nya.
Sepersekian detik kemudian tiba-tiba Murat membalikkan posisi mereka dengan cepat, aishe jelas Belum sempat mengambil nafas dengan baik tapi lidah Murat tahu-tahu sudah bergerak dengan dibawah sana dengan gerakan luar biasa.
"Akhhh Daddy"
Pekikan Aishe jelas memenuhi seisi ruangan, tubuhnya terasa berguncang hebat dan sesuatu terasa akan tumpah saat ini juga.
__ADS_1
"A..ku.."
Aishe meraih kepala Murat, dia mencoba mengintip ke bawah sana sambil meremas rambut Murat dengan gerakan cepat, dia merasa menggila, benar-benar menggila dan dibawa sana benar-benar siap untuk tumpah.
Sepersekian detik kemudian sesuatu benar-benar terasa meledak, menimbulkan rasa puas dan lega, membuat Aishe merasa begitu bahagia.
Dengan gerakan cepat Aishe menarik tubuh sang Suami, membalikkan posisi mereka dan kali ini Aishe dengan cepat turun ke bawah sana bergantian ingin membuat sang suami menjadi ter puas..kan.
"Sayang oh"
Murat jelas ikut menggila saat dibawah sana bergerak dengan lincah, terasa sesuatu masuk dan menyapu seluruh bagian miliknya di bawah sana, terus memainkan milik bahkan tanpa enggan menyesap nya berulang kali dalam waktu yang cukup lama hingga Murat merasa akan mendapatkan pe.le.pasan nya.
Hingga akhirnya dia dengan gerakan cepat menarik tubuh sang istri, mengganti posisi mereka kembali kemudian murat kembali menautkan bibir mereka sambil memastikan di bawah sana siap untuk saling bersatu. Lantas sepersekian detik kemudian dengan gerakan lembut Murat mulai mencoba melesat masuk.
"Dad..."
Semakin Murat mempercepat gerakan nya semakin Aishe mengeluarkan suara-suara menderu yang memenuhi ruangan, rengekan, de..Sahan bahkan teriakan manja terus terdengar di mana-mana semakin menciptakan suasana panas di balik cuaca dingin karena terpahan hujan serta AC yang mendominasi.
Murat terus memacu dalam kehangatan, menautkan bibir mereka berkali-kali bahkan jemari nya mulai menarik jemari Aishe secara perlahan, mereka berdua Seolah akan masuk pada puncaknya.
"Akhh Dad"
"Bersama"
Bisik Murat pelan.
Hingga pada akhirnya Aishe benar-benar merasakan jika di bawah sana telah masuk pada pelepasan nya kemudian di susul oleh Murat.
"Oh sayang"
__ADS_1
Murat mengejang sejenak, lantas memeluk erat tubuh Aishe, dia merasa begitu bahagia hingga berkali-kali mencium kening dan bibir Aishe tanpa henti.
"I love you, i love you, i love you"
Ucap Murat berkali-kali dengan rasa cinta yang begitu mendalam.
Aishe tersenyum lembut, bola mata nya jelas menampakkan kelelahan, dia menjawab secara perlahan.
"I love you too, sayang"
******
Lubuklinggau 2 September 2021
Kamis
18.19 pm
Bada magrib
Malam Jum'at sayanggggggg 😂😂😂🤣🤣😘
Setelah Lubuklinggau di guyur hujan deras
Maafkan lah Outhor kasih bonus hareudanggg
Love you selangit cakrawala
😘😘😘😘😘😂😂😂😂🤓🤓🤓🤓🔥🔥🔥🔥
__ADS_1