Putri Perawan Milik Daddy Season 2

Putri Perawan Milik Daddy Season 2
Hadiah dari tuhan


__ADS_3

"Dad...dad..."


Ailee langsung melesat masuk ke dalam apartemen Eden, membawa beberapa kotak makanan dan bunga ke dalam.


Sang Grandma tampak sibuk membantu Mommy Asha nya membuat makanan di dapur.


"Halo Grandma"


Ailee bicar cepat ke arah Grandma nya.


"Oh sayang, Bagaimana kabar mu?"


Wanita tua itu bertanya sambil mengelus lembut perut Ailee yang mulai membulat sempurna.


"Sangat baik"


Ailee dengan cepat menyambar tubuh Grandma nya lantas mencium wanita tua itu berkali-kali.


Aland tampak mengulum senyuman ke arah nyonya Burja, dia meletakkan beberapa paper bag yang isi nya Beberapa macam vitamin, obat kesehatan serta barang-barang untuk nyonya Burja yang dia dan Ailee ceri kemarin sore di beberapa toko dan apotik.


"Ini untuk Grandma, jangan lupa jaga pola makan dan minum vitamin nya"


Aland bicara lantas mencium wajah tua itu disisi kiri dan kanannya.


"Apalagi yang bisa wanita tua ini lakukan kecuali minum cukup vitamin dan makan makanan yang sehat"


Seloroh nyonya Burja diiringi tawa Asha.


"Ada banyak hal yang bisa Mommy lakukan, seperti melakukan kegiatan memasak bersama ku"


Asha menyemangati sang calon mertua nya.


"Dimana Daddy?"


Ailee bertanya cepat ke arah Mommy Asha nya, setelah mencium hangat pipi perempuan cantik itu.


"Daddy mu cukup kelelahan, belum bangun dari tidurnya sejak tadi"


Mommy Asha nya berkata cepat.


Mendengar kata masih tidur, Ailee langsung melesat masuk ke kamar Eden, mencoba membangunkan Daddy nya.

__ADS_1


"Dad...Daddy...dad..."


Ailee berusaha mengguncang -guncang tubuh Eden.


"Nggg?"


Laki-laki itu mencoba membuka bola matanya.


"Ohhh putri Daddy sudah datang"


Eden berusaha membiasakan bola matanya dengan silau nya cahaya matahari.


"Ada apa sayang?"


Tanya Eden lantas memeluk erat tubuh Ailee.


"Daddy lupa?"


Ailee memunyungkan bibirnya.


Sejenak Eden mengerutkan keningnya.


"Ini peringatan hari kematian Mommy valentine"


"Oh shi.t Daddy hampir lupa"


Laki-laki itu berusaha bangun dari tidurnya.


"Mommy Asha sudah mengingatkan nya sejak kemarin, hanya saja karena kesibukan hingga membuat daddy lupa"


Ucap Eden cepat, langsung beranjak dari tempat tidur nya, dia meraih handuk nya Lantas masuk ke dalam kamar mandi.


"Dimana Aland?"


Laki-laki itu menyembulkan kepalanya sejenak.


"Didepan"


"Daddy akan keluar dalam 15 menit"


"He em"

__ADS_1


Setelah itu Ailee langsung melesat keluar dari sana secepat kilat.


******


"Bagaimana pernikahan nya?"


Aland bertanya pada Eden setelah mereka mulai keluar dari area parkiran apartemen, tujuan mereka kali ini menuju ke pemakaman valentine.


Sambil tangan nya sibuk membawa mobilnya, Eden tampak menoleh sejenak ke arah Aland.


"Asha ingin menggunakan garden party wedding, di ruangan terbuka, katanya biar sedikit lain dari pada yang lain"


Aland mengulas senyuman, menoleh ke belakang dimana Ailee tampak sibuk mengobrol dengan Asha sedang nyonya Burja hanya bisa menjadi pendengar setia.


"garden party cukup unik, banyak pasangan menggunakan konsep itu belakangan"


"Kami sedang mencari EO yang cocok dengan keinginan nya, jika sudah mendapatkan EO nya baru menentukan tanggal pernikahan nya"


Aland tampak mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Lalu setelah itu sudah memutuskan kemana akan menetap?"


Tanya Aland kemudian.


"Belum tahu, tapi kami akan membicarakan nya dengan kalian lebih dulu, terutama dengan kamu, Murat dan Bern lebih dulu, aku fikir kita perlu mendiskusikan nya bersama"


Eden tampak mengulas senyum, pada akhirnya mereka tahu bagaimana rasanya saling meminta pendapat dan saling menghargai ketika ingin memutuskan sesuatu.


"Aku sudah bicara dengan Ailee, dia bilang kemanapun kalian pergi bukan masalah, saat anak-anak lahir, dia bisa mondar-mandir mengunjungi kalian secara bergantian, selama kita bisa mengatur waktu, jarak bukan penghalang utama untuk mengikat tali kekeluargaan"


Sejenak Eden menoleh ke arah Aland, dia menarik pelan nafasnya lantas mengintip ke arah belakang sejenak melalui kaca depan.


"Terima kasih banyak, aku fikir belakangan dia sudah mulai menjadi dewasa, mulai bisa mengambil keputusan bijak meskipun kadang kamu harus dengan sabar membuat penjelasan paling masuk akal untuk bisa dia terima"


Ucap Eden sambil meninju pelan bahu Eden.


"Bukankah itu fungsinya keluarga? saling mengingatkan dikala lupa, saling memberi pengertian dikala membutuhkan?"


Lagi-lagi Eden mengulum Senyuman nya, dia menarik pelan nafasnya, tidak tahu kenapa belakangan perasaan nya menjadi lebih tenang dan bahagia, ada banyak sekali cinta yang mengelilingi mereka saat ini yang tidak pernah dia dapat kan selama berpuluh-puluh tahun.


Harapan nya hanya satu, semoga keadaan ini tidak pernah menghilang dari hadapan nya seperti dulu lagi.

__ADS_1


ini mungkin adalah hadiah dari Tuhan yang tidak pernah dia tuhan sebelumnya.


__ADS_2