Putri Perawan Milik Daddy Season 2

Putri Perawan Milik Daddy Season 2
1 hati 2 cinta


__ADS_3

Beberapa hari sebelum kematian valentine


Ditengah hamparan lautan luas deru ombak tampak terus bergulung naik dan turun, suara ombak saling bertaut dengan suara angin dan ranting-ranting pepohonan yang ada disekitar sana, terlihat 2 pasang kaki saling menjuntai duduk di sebuah pelepah kayu. Kadang bergerak maju mundur, kadang menyilang, 2 pasang bola mata itu terlihat menetap lurus ke depan.


Salah satu dari mereka kemudian tampak memejamkan bola matanya sejenak, menikmati semilir angin senja yang mulai mendingin.


"Siapa yang paling kamu cinta"


Ramira bertanya tanpa menoleh ke arah Valentine, bola mata nya tetap fokus menatap ke arah depan.


"Jangan bilang kamu begitu serakah menginginkan Eden dan Aland secara bersamaan"


Ramira langsung menoleh ke arah gadis cantik itu.


Valentine terkekeh, lantas gadis itu menggeleng.


"Kamu tahu cinta pertama? meskipun ada orang lain yang mengisi hati mu, realita nya yang pertama akan tetap tertanam didalam hati hingga akhir"


Ucap valentine sambil menggoyangkan kedua kaki nya.


"Awalnya aku tidak begitu menyukai Eden, Pertemuan pertama kami di Manhattan, dia seorang pembohong, itu cap yang ada di kepala ku pertama kali, hingga seiring berjalannya waktu aku tahu soal kenyataan, jika hidup yang dia lalui begitu berat"


Valentine menarik pelan nafasnya.


"Kemudian lama kelamaan kami terbiasa bersama, dimana valentine berada disana pasti ada Eden begitu juga sebaliknya"


Ramira tampak diam mendengar kan ucapan valentine.


"Dia mungkin bisa di bilang cinta pertama ku"


Saat mengucapkan hal itu, Seketika air mata valentine tumpah,dia menghapus cepat air matanya dengan punggung tangannya.

__ADS_1


Ramira ikut berkaca-kaca, meraih cepat tas nya lantas mencari tisu di dalam nya, secepat kilat dia memberikan satu tisu untuk valentine, kemudian meraih tisu untuk dirinya sendiri.


"Aland begitu baik, aku terdengar kejam awal nya, mendekati dia demi janji Karl dan aries soal Eden, tapi bukan kah kebaikan seseorang bisa membuat kita luluh?"


Valentine menatap dalam wajah Ramira.


"Aku melabuhkan hati ku dengan jutaan pertimbangan, luluh karena kebaikan nya dan mulai jatuh cinta pada nya"


Valentine menarik pelan nafas nya.


"Aku pada akhirnya benar-benar jatuh cinta pada Aland"


Ucap valentine, bola mata nya terus menatap lurus kedepan.


"Porsi cinta yang kita miliki pasti nya berbeda-beda, semua orang punya cinta pertama, punya pula cinta terakhir nya, jika kamu tanya siapa yang paling aku cintai? aku tidak bisa menjawab nya, mereka berada di tempat yang berbeda di dalam hati ku"


Ucap valentine lagi.


Ramira tampak terkekeh.


"Kamu berharap dia menikah seorang bayi?"


Valentine ikut terkekeh.


"Tidak, mungkin dia bisa memperlakukan putri ku layaknya seorang putri atau mungkin dari sudut lain yang tidak akan pernah kita pahami nanti"


Ramira tampak diam.


"1 hati 2 cinta"


Gumam ramira pelan tanpa didengar sama sekali oleh Valentine.

__ADS_1


"Mau aku kenalkan pada seorang laki-laki?*


Tanya valentine tiba-tiba.


"Ya?"


Ramira menoleh cepat ke arah Valentine, dia mengerutkan keningnya Sejenak.


"Dia teman Aland, dia laki-laki yang sangat baik, hanya saja sangat play boy"


Bisik valentine sambil mengembangkan senyuman nya.


"Tidak"


Ramira menjawab cepat.


"Daddy sudah mengatur perjodohkan ku dengan Murat"


Alih-alih mendengarkan ucapan ramira, valentine melambaikan tangan nya pada seseorang, tampak seorang laki-laki berlarian mendekati mereka.


"Kak"


Valentine bicara cepat, menatap laki-laki yang ada dihadapannya itu.


Farhan tampak panik, langsung menyambar tubuh valentine kemudian memeluknya dengan erat.


"Bik Sumi bilang, Aland mengusir mu dari kediaman Faith Yildiz"


Laki-laki itu memeluk erat tubuh valentine, kekhawatiran jelas memenuhi wajahnya, segurat rasa sedih bertumpuk penuh di pelupuk matanya.


Sejenak valentine terdiam, beberapa waktu kemudian valentine terisak didalam pelukan laki-laki itu.

__ADS_1


__ADS_2