Putri Perawan Milik Daddy Season 2

Putri Perawan Milik Daddy Season 2
Menegang bersama


__ADS_3

Bern dan Aland mulai bergerak sempurna menuju ke arah markas O'Hara, dengan membuat kode di kedua tangannya Bern memberi instruksi pada pada para Tim untuk bergerak memisah ke seluruh penjuru ruangan.


Mereka menyusup masuk bak pencuri profesional secara hati-hati, melumpuhkan beberapa penjaga yang terlihat satu persatu.


Bern dengan gerakan cepat mendekati salah satu penjaga yang berdiri tepat di atas tangga yang menuju ke satu ruangan besar mengarah ke ruangan bawah tanah, Bern secara berlari cepat tanpa suara dan dengan gerakan cepat pula tangannya mematahkan leher sang penjaga.


Mereka turun secara perlahan menuju ke bawa, tiba-tiba 2 penjaga melihat mereka dan berencana menembak, tapi dengan gerakan cepat Aland melempar kan belati tepat mengenai kening sasaran.


Clashhhhh


Dan Bern dengan gerakan cepat pula menghantam pria disamping pria yang tewas karena belati itu tadi, dia menarik kepala pria itu dengan cepat lantas memutar kepalanya.


Kraaakk


Sepersekian detik kemudian mereka melesat masuk menuju ke arah sebuah ruangan, dengan gerakan perlahan salah satu anggota Bern mengintip ke dalam.


Laki-laki itu memberikan kode pada tangannya, Bern tampak menarik ujung bom di tangan nya lantas sang anggota memberikan kode melalui tangan nya


1


2


3


membuka pintu tersebut dengan sekali sentakan, Bern melempar bom tersebut dan merekam secepat kilat mundur dalam jarak yang cukup jauh.


Duaarrrrr


Ledakan dahsyat terjadi didalam sana, semua anggota didalam yang sibuk menghitung jumlah uang, barang narkotika sejenis ganja, ekstasi dan lain-lain tampak kocar-kacir.

__ADS_1


Beberapa orang yang masih bertahan hidup langsung meraih pistol mereka masing-masing, dari arah kiri dan kanan mereka datang sekumpulan Anggota O'Hara lengkap dengan senjata mereka.


"Siap berpesta kawan?"


Bern menoleh ke arah Aland, mulai menaikkan sejata Laras panjang nya ke arah depan.


Aland ikut menaikkan senjatanya ke arah depan, seluruh anggota tim red mafia milik Bern secepat kilat bergerak dan bertarung dengan semua orang.


Pada akhirnya terdengar Suara pistol saling beradu, suara kaki dan tangan saling menghantam untuk menjadi pemenang, kebisingan dan pukulan demi pukulan memenuhi ruangan bawah tanah itu.


Aland menghantam wajah salah satu penyerang hingga jatuh ke lantai, kemudian dengan gerakan cepat Aland menjatuhkan tubuhnya dan menghantam tubuh orang itu dengan sikunya.


Bern menembakkan beberapa kali tembakan ke beberapa penyerang, bahkan tidak enggan dia memukul dan mematahkan leher siapapun yang ada dihadapannya.


Jelas Semua orang menampakkan karakter aslinya dari seorang mafia, di rumah mereka benar-benar hidup dengan penuh kelembutan, tapi diluar rumah mereka menjadi begitu sangat mengerikan.


sepersekian detik kemudian bola mata bern jelas menangkap sosok seseorang, ketua O'Hara tampak lari membawa 2 tas uang bersama beberapa kawanannya membawa 1 tas narkotika di tangan mereka.


Tapi rupanya Winda telah menunggu pimpinan O'Hara itu di balik pintu keluar.


"Hallo mister Lorenzo"


Kletakkkk


Saat Winda menaikkan senjatanya, tiba-tiba dari arah samping seorang gadis ikut menaikkan senjatanya.


"Turunkan senjata mu sayang"


Ucap perempuan itu.

__ADS_1


Winda Terkekeh, menatap perempuan itu beberapa waktu.


"Aku sudah menduganya, kau bercumbu dengan Lorenzo, Mila"


Kemudian dalam sekali gerakan Winda memutar tubuhnya dan kaki kanan Winda menghantam perempuan itu, Lorenzo dan kawan-kawan nya secepat kilat keluar dari sana, hanya menyisakan 2 laki-laki untuk membantu perempuan bernama mila itu agar menghabisi Winda dan Bern.


"Cih..."


Winda mendengus jijik melihat sang anggota yang dikirim tuan burhan berkhianat.


"Hanya demi seorang laki-laki? yang benar saja"


"Aku tidak berkhianat, tapi hanya berusaha melindungi orang yang aku cintai"


kilah perempuan itu.


"Menjijikkan sekali"


Ucap Winda lantas dengan gerakan cepat mereka kembali saling menghantam antar satu dengan yang lainnya.


Bern sudah bersiap untuk menghantam dua laki-laki di hadapannya itu.


Hingga pada akhirnya pertarungan sengit tidak dapat di elak kan lagi, dan pada puncak nya Winda telah mengacungkan senjata nya tepat kekepala perempuan dihadapannya itu.


kletekkk


"Kau benar-benar akan membunuh ku?"


Perempuan itu bertanya lantas menurunkan pistol nya.

__ADS_1


Winda secara perlahan menarik pelatuk pistol nya, menatap perempuan itu dengan pandangan yang sulit untuk di artikan.


__ADS_2