Putri Perawan Milik Daddy Season 2

Putri Perawan Milik Daddy Season 2
Maafkan aku


__ADS_3

Sejenak Eden menoleh ke arah ketua O'Hara yang tengah berlarian melesat menuju ke mobilnya, 3 pengawal membawa tubuh Karl yang kakinya sudah tertembak oleh Bern.


Saat mobil itu melaju dengan kekuatan penuh, dari ujung terdengar teriakan Winda yang menatap ke arah ujung jalan pintu keluar, bola mata Eden jelas langsung membulat kaget saat melihat Ailee tengah berdiri di pegangi oleh seorang laki-laki suruhan aries.


"No...."


Secepat kilat Eden berlarian sekuat tenaga mengejar posisi Ailee.


Tidak, jangan, aku mohon.


Eden sekuat tenaganya berlari, meraih tubuh kecil itu dan mendekap nya sekuat tenaga.


Satu ingatan melesat di memori Eden, yang diucapkan Aland kemarin pada dirinya penuh dengan kebahagiaan.


"Mungkin Ailee belum siap menerima kenyataan, tapi aku tahu betul bagaimana karakter dia, dia sebenarnya type anak yang gampang memaafkan kesalahan orang lain"


Aland bicara sambil meninju pelan lengan Eden.


"Dia hanya terkejut saja, ada banyak sekali kenyataan yang dia terima belakangan ini, bahkan aku yang terbiasa menjadi daddy nya malah menjadi suami nya"


Aland Terkekeh di ikuti Eden.


"Kau menikahi putri ku tanpa se izin dari ku"


Ucap Eden sambil menghisap pelan rokoknya.


"Aku tidak yakin kau menyetujui nya"


Eden terkekeh.


"Ada satu kabar baik untuk mu"


ucap Aland cepat sambil menatap wajah Eden beberapa waktu.

__ADS_1


"Apa?"


Eden menaikkan alisnya.


"Kau akan jadi seorang kakek"


Meskipun cukup terkejut, Eden berusaha menetralisir perasaan nya.


"Aku sudah cukup tua artinya"


"Yeah, kau sudah cukup tua"


Eden menggeleng pelan kemudian menghisap rokoknya kembali.


Ailee hamil.


Kata hamil membuat perasaan nya menjadi aneh, dia benar-benar merasa menjadi seorang calon kakek saat ini, tidak tahu kenapa tapi dia mengulas senyum dibalik wajah seriusnya.


Eden sekuat tenaga melindungi kepala dan perut Ailee, menahan tubuh itu dengan tubuh Eden.


Dia bisa merasakan saat sebuah hantaman keras menabrak tubuh bagian punggung nya, saat mereka terpelanting Eden masih berusaha menahan tubuh Ailee sekuat tenaga, membuat gerakan spontan, memutar tubuhnya agar dia yang terhempas lebih dulu ke lantai.


Seperti harapan nya, terasa gesekan kasar menerjang seluruh punggung dan kepalanya, rasa perih dan sakit jelas menerjangnya menjadi satu seperti paket komplit yang diisi dengan seluruh kelengkapan nya.


Dia memeluk Ailee sekuat tenaganya.


"Maafkan Daddy"


Sebaris kalimat itu meluncur pelan dari balik bibir nya, dia masih berusaha mengulas senyuman nya ketika Ailee berusaha bangun dari atas tubuhnya.


Samar-samar masih bisa dia lihat bola mata Ailee tampak dibanjiri air mata, gadis kecil itu tampak panik,mencoba menyentuh wajahnya berkali-kali, meneriaki diri nya dengan suara yang terdengar histeris tapi begitu jauh di balik telinga Eden.


Kau tahu sayang? ada banyak sekali kata-kata yang belum bisa aku ucapkan, bahkan aku belum sempat berkata "Maaf" atas banyak hal yang telah aku lakukan terhadap velantine, mommy mu.

__ADS_1


Jika aku di beri kesempatan untuk hidup sekali lagi, aku akan menjadi laki-laki baik, menjadi daddy yang baik untuk menjaga diri mu.


Mungkin aku adalah Daddy paling terburuk di muka bumi ini, yang bahkan tidak menyadari jika aku ternyata memiliki seorang putri se cantik diri mu.


Mau Daddy berikan satu cerita indah di masa lalu? mommy mu gadis yang baik, sangat baik sekali menurut Daddy, dia acapkali menangis sambil Menyentuh wajah Daddy, meminta daddy untuk kembali ketempat asal Daddy sebelumnya, mommy mu seringkali berkata "Kau sesungguhnya laki-laki yang baik, hanya saja keadaan memaksamu menjadi orang yang salah"


Maaf kan Daddy karena menyakiti mommy mu bahkan juga dirimu.


"Dad....Daddy..."


Ailee yang sadar Eden berusaha melindungi dirinya, membiarkan tubuh kokoh itu menjadi temeng untuk melindungi dirinya, bahkan dengan gerakan cepat Eden membiarkan tubuh Kokoh itu berbalik lebih dulu dan terhempas hingga ke jalanan tanpa basa-basi, menyeret mereka hingga ber meter-meter jauhnya dari tempat semula, Eden mencoba menyakinkan diri Ailee baik-baik saja di atas tubuhnya, didalam dekapannya.


Dia masih bisa mendengar ucapan lirih Eden kepada dirinya saat laki-laki itu memeluk erat dirinya tadi


"Maafkan Daddy"


"Daddy..Daddy...no.."


Ailee berteriak histeris,dia menangis sejadi-jadinya, mencoba menyentuh tubuh dan wajah Eden, laki-laki itu memejamkan bola matanya secara perlahan.


"Daddy...jangan seperti ini, Daddy...maafkan aku"


isakan tangis Ailee pecah tidak terkendali, dia menangis histeris di antara pekat nya malam, berusaha mengguncang tubuh kekar itu agar segera bangun.


Darah terlihat berada di mana-mana, diwajah, ditubuh, bahkan Ailee melihat ada banyak sekali darah di perut daddynya.


Hingga satu ketika terdengar letusan senjata memecah kesunyian malam, lantas suara sirine mobil polisi Terdengar ada dimana-mana juga.


Ailee berusaha berdiri dengan keadaan linglung sambil menangis histeris,dia masih bisa melihat Aland mencoba membangunkan Eden, Murat dengan gerakan panik mencoba mengangkat tubuh sang Daddy bersama bahrat.


Di ujung sana Ailee masih bisa melihat Belle memegang sebuah senjata api dan menembakkan senjata itu kearah aries hingga berkali-kali, Bern berusaha menenangkan Belle yang terlihat panik dan histeris.


Dan sepersekian detik kemudian Seketika Ailee tidak sadarkan diri.

__ADS_1


brakkk.


__ADS_2