
Karl jelas cukup terkejut melihat laki-laki yang ada dihadapannya itu, bahkan dia tidak percaya jika ada Eden juga disana.
Sepersekian detik kemudian tiba-tiba sebuah tembakan melesat dari arah belakang menuju ke arah Bern, tapi dengan gerakan cepat Bern menarik satu orang di hadapannya, kawanan Karl dan...
Doorrrr
Tepat mengenai dada laki-laki itu.
Bern dengan gerakan cepat meraih pisau 🗡️ belati di kaki nya dan
Ssstttt
Caashhh
tepat mengenai kening si penembak.
Dimulai dari sana para gadis jelas berhamburan keluar ketakutan dan keadaan jelas membuat Karl rupanya bergerak cepat Kabur melalui pintu belakang, sedangkan beberapa pengawal dan orang-orang O'Hara menyerang mereka, seketika baku hantam terjadi disepanjang ruangan.
Salah satu pria menyerang Bern, menghantam dada Bern dengan pukulan nya.
Bern jelas mengamuk, dengan gerakan cepat seluruh tangan bern menarik laki-laki itu mulai dari lengan nya kemudian dia memutar tubuhnya, membuat tubuh laki-laki itu bertumpu ke punggung nya kemudian Bern menghentakkan tubuh laki-laki itu dengan sekali hentakan ke lantai.
Braakkkkk
Eden tanpa basa-basi menembakkan peluru nya ke beberapa orang di ujung sana, begitu juga dengan Aland.
"Oh sh..it si tua Bangka kabur"
umpat Eden kesal, bersembunyi di belakang lemari besar disisi sebelah kanan pintu masu bersama Aland ketika terdengar sebuah tembakan melesat ke arah mereka, Bern bersandar di sebuah kursi besar disisi sebelah kiri, di beberapa sudut anggota nya mencoba berlindung, ada beberapa orang yang tumbang terkena tembakan. Dengan gerakan cepat Bern memberi kode pada semua orang dengan jari telunjuknya lantas dia melempar sesuatu ke arah belakang hingga kepulan asap keluar dari sana.
__ADS_1
1 detik
2 detik
3 detik
4 detik
5 detik
Semua orang berusaha menahan nafas, hingga akhir nya para musuh tumbang seketika dalam hitungan detik.
Bern secepat kilat lari menuju ke arah belakang, keluar menuju pintu Di mana Karl melarikan diri.
"Bahrat?"
Bern bicara melalui earphone nya.
"Melesat dalam beberapa waktu"
"Pimpinan O'Hara berada tidak jauh dari kalian"
Tiba-tiba Winda bicara.
"Seberapa jauh?"
"Tidak lebih dari 20 meter"
Bern menoleh ke arah Aland dan Eden.
"Aku akan menghalangi jalan mereka, kau dan Bahrat bisa menyelesaikan Karl?"
__ADS_1
Bern bertanya pada Eden.
"Dengan senang hati"
Eden melesat secepat kilat keluar dari pintu itu, Bern dengan gerakan cepat menuju ke arah kanan dimana ada pintu juga yang terhubung kesana.
Bahrat sudah menunggu tepat di depan pintu keluar dalam posisi pintu mobil terbuka , tampak Murat sudah berada tepat di samping Bahrat dengan senjata di tangan nya.
"Posisi?"
Bahrat bertanya pada Winda dari balik earphone nya.
"Cukup jauh dari jangkauan, menuju ke arah Bogor kawan"
"Oh breng..sek, kemana lagi dia ingin lari?"
Bahrat bicara kesal, kemudian melajukan mobilnya tanpa basa-basi.
Eden tampak meraih pistol yang ada di bawah kakinya dengan gerakan cepat, dia mengokang pistol nya dengan sempurna.
Dalam pekat nya kegelapan malam, mobil mereka melaju dengan kecepatan kencang untuk mengejar dan menyamai posisi Karl.
Satu baris kata yang ada di kepala semua orang saat ini.
Bertarung hingga akhir sampai mati, tidak peduli siapa yang akan hancur lebih dulu, tapi mereka memastikan untuk membinasakan laki-laki itu terlebih dulu bersama para pengikutnya.
Disatu sisi Bern dan Aland sudah melangkah berjalan mendekati titik sasaran sang kepala mafia O'Hara, saling menyiapkan senjata dan siap bertempur hingga akhir.
Di satu sisi hera telah mendapatkan titik sasaran berlian mereka bersama Abigail,mereka tengah berusaha untuk masuk melewati ratusan garis inframerah dan bersiap mencari kata kunci untuk brangkas besi berukuran raksasa.
__ADS_1
Winda dan eve sudah masuk ke dalam, ber siap ikut melangkah maju membantu Bern dan Aland.