Putri Perawan Milik Daddy Season 2

Putri Perawan Milik Daddy Season 2
Terlalu bimbang


__ADS_3

Bern memeluk mommy nya dengan erat, Beberapa waktu tidak bertemu membuat dirinya merindukan sang mommy. Meskipun di Manhattan mereka sering bertemu tapi pertemuan yang terjadi pasti tidak lama, Karena pada akhirnya Bern harus sibuk berkutat dengan bisnis Mafia nya.


Sepersekian detik kemudian bern langsung tiduran di atas paha mommy nya, menggenggam erat tangan mommy nya sambil terus menempel kan tangan yang mulai keriput itu di wajahnya.


"Sudah saatnya pulang kerumah"


Ucap mommy nya pelan sambil membelai lembut rambut Bern, laki-laki itu memejamkan bola matanya secara perlahan.


"Meninggalkan dunia mafia mu sama seperti yang lainnya"


Lanjut sang mommy.


"Seperti uncle Gao mu, seperti uncle Tristan mu bahkan juga seperti Arash yang mulai perlahan mengurangi kegiatan nya di jalur mafia, semua orang setelah matang dan mendapatkan pasangan mereka, pada akhirnya memutuskan untuk berhenti dari pekerjaan itu, kembali ke kehidupan normal tanpa harus membuat para istri takut dengan pekerjaan gelap mereka"


Bern tampak diam, masih memejamkan bola matanya.


"Aku belum begitu mengenal gadis kecil itu mom"

__ADS_1


Ucap bern sambil membuka bola matanya.


"Apalagi aku fikir dia masih terlalu kecil, mommy tahu bagaimana selera ku soal perempuan bukan?"


Bern bicara sambil menatap bola mata mommy nya.


"Hmmm mommy tahu, orang tua mana yang tidak tahu bagaimana karakter yang anak-anak mereka sukai"


Jawab mommy nya cepat sambil memencet hidung Bern dengan geram.


"Tapi putri Al Fattah akan masuk kategori idola mu dalam 5 tahun kedepan, Bern"


"Masih cukup lama mom, masih Butuh proses 5 tahun untuk menunggu"


"Usia mu sudah cukup matang, bahkan sangat matang Bern, 35 tahun bukan usia muda lagi"


Mommy nya bicara pelan, masih terus mengelus lembut rambut Bern.

__ADS_1


"Kau tahu sayang? Kita tak pernah mengetahui siapa sosok yang akan membuat kita jatuh cinta dan menjadikannya sebagai pelabuhan terakhir untuk kita. Seseorang yang kita sukai sejak lama, yang kita sebut namanya dalam doa setiap hari, tidak menutup kemungkinan hanya akan menjadi cerita dan kenangan buat kita. Sementara itu, seseorang yang sama sekali tidak kita harapkan, justru dia yang berhasil membuat hati kita luluh dan menyerahkan cinta kita padanya. Dialah yang pada akhirnya ternyata menjadi sosok terpenting di hidup kita yakni belahan jiwa kita"


"Ada satu pepatah yang terdengar klise tapi memang begitu realita nya "Cinta Tumbuh Karena Terbiasa."  Dan tahukah kamu, nampaknya ini adalah suatu hal yang benar adanya"


"Percaya atau tidak, ketika kita terbiasa diperhatikan, terbiasa dibuat istimewa oleh seseorang dan dibuat seseorang yakin bahwa dia adalah seseorang yang begitu sabar menghadapi kita, pelan tapi pasti kita akan mulai mencintainya"


Bern mengingat moment awal perjumpaan mereka, masakan Belle, perhatian Belle, saat gadis kecil itu merawat lukanya.


"Selama kita menjalani perkenalan kita dengan seseorang secara bahagia, pelan tapi pasti akan tumbuh cinta di hati kita untuknya. Melalui komunikasi yang baik, kejujuran dan kepercayaan yang tulus, ini akan membuat dua orang di dalamnya sama-sama nyaman antara satu dengan lainnya. Kalau sudah begini, cinta bisa tumbuh sedikit demi sedikit di hati keduanya. Yang suatu saat nanti, cinta ini akan tumbuh begitu besar"


Mommy nya terus bicara sambil menepuk-nepuk dada Bern.


"Perlu kamu ketahui bern, ada banyak orang zaman dulu yang menikah tanpa adanya perkenalan intens sebelumnya. Ada banyak kakek nenek kita yang tak mengenal cinta namun yakin menikah bahkan mommy dan Daddy mu juga begitu, justru mendapatkan pernikahan langgeng. Tak hanya langgeng, pernikahan itu juga memunculkan perasaan cinta besar di hati keduanya"


"jangan buru-buru menutup hatimu untuk seseorang seperti putri Al Fattah, Jalani perkenalan itu dengan bahagia, pelan-pelan saja dan buat perkenalan itu senyaman mungkin. Kamu tidak pernah tahu bagaimana Tuhan membolak-balikan isi hatimu. Kamu tak pernah tahu jika kebiasaan dia yang selalu ada untukmu perlahan tapi pasti membuatmu perlahan jatuh cinta padanya"


Sejenak Bern terdiam, lantas dia mengulas senyum pada mommy nya.

__ADS_1


"Dia sudah mulai terbiasa ada kamu dihari-hari nya, kamu juga pasti akan merasa kan hal yang sama karena juga akan terbiasa ada dia di hari-hari mu"


Entah lah Bern masih bimbang dengan hati nya, sebab sejauh ini dia hanya senang bisa menjadi pelindung Belle, membuat anak itu nyaman bersama nya dan dia hanya merasa nyaman saat melihat senyuman gadis kecil itu, memegang erat tangan nya bahkan memeluk gadis itu didalam tidur nya, tapi untuk memikirkan hal lebih dari menikah atau bahkan tidur bersama dalam konteks "Sek..sua.. lisme" dia sama sekali tidak pernah memikirkan nya sejauh itu sebelum nya.


__ADS_2