
Belle tampak mulai bersiap-siap untuk pergi ke acara makan malam bersama teman-teman nya, melesat menuju kekamar mandi untuk membersihkan dirinya dalam beberapa waktu.
Bern sejak tadi berada di dapur langsung melesat masuk ke kamar, sejenak dia mengerutkan dahinya saat mendengar handphone Belle terus mengeluarkan Suara nya. Dengan gerakan cepat Bern membuka satu persatu pesan yang ada di pesan WhatsApp Belle.
Mau ku jemput atau berangkat sendiri? ✔️
Kalau di jemput, aku akan memutar jalan sekarang juga.✔️
Sedikit lebih awal bukan masalah kan? ada yang ingin aku katakan pada mu dan ada sesuatu yang ingin aku berikan pada mu.✔️
Seketika bola mata Bern membulat, lagi-lagi perasaan tidak suka menyergapi dirinya, dan rahang Bern seketika mengeras.
Bocah ini ingin cari mati.
Geram Bern dalam hati.
Jemarinya baru saja ingin mengetik dan membuat balasan disana, tapi Seketika suara Belle mengejutkan dirinya.
"Om?"
Bern langsung berbalik ke belakang, menatap Belle yang hanya menggunakan handuk saja dengan rambut yang tergerai indah, wajah gadis itu terlihat begitu Segar dan menggoda.
Oh shi..t
umpat Bern dalam hati.
"Siapa?"
Tanya Belle cepat, lantas menyambar sebuah handuk untuk menutupi bagian dadanya.
Namun sepersekian detik kemudian tiba-tiba Bern mendekati dirinya lantas mendorong perlahan tubuh Belle ke arah dinding.
Sejenak Belle mengerjapkan bola matanya, lantas gadis itu memejamkan bola matanya karena tiba-tiba Bern mendekati wajah nya pada Belle.
Laki-laki itu mengulum senyum karena geli melihat ekspresi Belle.
Tapi tiba-tiba saat melihat wajah itu dengan seksama, sesuatu dibawah sana tahu-tahu bergejolak.
Oh God, ini cukup buruk.
Ucap bern dalam hati, dia menggelengkan cepat kepalanya.
"Katakan pada ku, apa dia kekasih mu sayang?"
__ADS_1
"Ah?"
Belle langsung membuka bola mata indahnya, sejenak gadis itu terpaku saat menyadari wajah Bern berada begitu dekat dengan wajahnya, bahkan aroma mint nafas Bern terasa menyapu di ujung hidung nya.
"Juan?"
Bern bertanya cepat.
Belle mencoba untuk kabur dari situasi, tapi dengan gerakan cepat kedua tangan Bern menahan sisi tubuh kiri kanan nya dengan cara menekan kedua tangannya ke dinding.
Belle secepat kilat menggeleng.
"Bukan, dia hanya suka pada ku kok, kami tidak pacaran"
Jawab Belle polos.
"Tapi isi chat kalian terlihat begitu romantis"
Protes Bern cepat, dia sempat men scroll riwayat pesan antara Belle dan Juan tempo hari.
Belle terkekeh, menatap dalam wajah Bern.
"Om mengintip isi WhatsApp ku"
"Aku bilang jangan panggil om lagi, itu tiba-tiba membuat ku tidak suka"
Belle membulat kan bola matanya, menelisik ekspresi wajah Bern yang terlihat lucu bagi nya.
"Jadi harus aku panggil apa? paman? uncle? Daddy?"
Tanya Belle cepat.
"Tidak semua nya"
Protes Bern lagi.
"Aku bukan paman mu, juga bukan Daddy mu'
Bern bicara dengan perasaan kesal dan gerah, ekspresi wajahnya terlihat begitu konyol untuk Belle.
"Kakak?"
"Aku bukan Kevin"
__ADS_1
Protes Bern lagi.
Belle tampak terkekeh, dia menepuk pelan dada Bern.
"Om tampak aneh belakangan ini, sering protes dan marah yang aku pun tidak paham mau nya om apa?"
Kali ini Belle jadi sedikit protes
"Harus aku panggil honey? atau sayang ku begitu?"
Celoteh Belle cepat sambil memunyungkan bibirnya.
"Itu lebih bagus"
Tiba-tiba Bern mengembangkan senyuman nya.
"Ya?"
Belle langsung mengedip-ngedipkan bola mata nya.
"Benaran harus aku panggil...."
Belum lagi sempat Belle menyelesaikan kata-katanya, lagi-lagi persis seperti kemarin Bern langsung menyambar bibirnya.
Belle jelas spontan terkejut, dia mengedip kan bola matanya berkali-kali, seketika perasaan aneh menghantam dirinya, apalagi saat Bern Bergerak begitu lembut di dalam sana, bukan hanya mencium nya tapi juga tiba-tiba membelit lidah nya.
Seketika Belle menggenggam erat kedua lengan Bern, nafasnya terasa mulai menggebu dan jantung nya tiba-tiba berdetak tidak beraturan.
Sepersekian detik kemudian Bern melepaskan ciumannya.
Alih-alih marah kali ini Belle malah membeku.
Laki-laki itu mencium lembut pipi kirinya lantas berbisik.
"Itu hukuman karena berani membalas chat laki-laki lain"
Setelah berkata begitu Bern berbalik lantas dengan gerakan cepat membalas chat bocah laki-laki bernama juan itu.
Tidak usah✅
Sejenak Bern menggelengkan kepalanya, dia fikir kenapa dia jadi terlihat kekanak-kanakan saat ini.
Belle tampak masih terpaku, mencoba kembali mengerjapkan bola mata nya karena shok dan bingung atas kelakuan Bern.
__ADS_1