
"Oh ya Tuhan"
Mama Eden jelas shok.
"ini berita bagaimana cara mencerna nya?"
Nyonya Burja menatap Bern, Aland dan Eden secara bergantian.
"Oh..."
Wanita paruh baya itu tiba-tiba merasa pusing, mencoba berpegangan pada Asha.
"Ma..."
Eden jelas panik, Bern dan Aland secepat kilat ikut menyambar tubuh nyonya Burja.
"Ma...maksud ku untie...bukan grand ma.."
Seketika mulut Aland bingung harus memanggil mama Eden apa.
Dia seusia eden, harusnya dia memanggil mama Eden yah kalau tidak mama berarti untie, tapi dia kan menikah dengan cucu nya, jadi panggil nya jelas saja grand ma bukan?.
Oh shi..t.
Umpat Aland dalam hati dengan jutaan kebingungan.
Benar kasus percintaan dia dan Ailee benar-benar terlalu rumit jika di fikir-fikir kembali.
"Ma... jangan menakuti aku"
Eden tampak gemetaran, dia jelas panik Takut jika sang mama tiba-tiba jatuh pingsan atau bagaimana.
Secepat kilat Nyonya Burja menatap tajam ke arah Aland dan Eden.
"Bagaimana mungkin semua orang di usia yang sama tertarik dengan anak kecil?"
Nyonya Burja jelas tercekat.
"Dia baru 18 tahun"
__ADS_1
Nyonya Burja mencoba memijat-mijat keningnya.
Asha mencoba untuk menenangkan sang calon mertua, terus berusaha mengelus punggung nyonya Burja, meminta Aland dan Bern menjauh dan kembali ke tempat duduknya masing-masing.
Ailee dan Belle jelas saling menoleh dan menggigit bibir, mereka fikir iya juga kenapa mereka yang usianya masih belia harus jatuh cinta pada laki-laki yang begitu dewasa.
"Soal Bern aku bisa memaklumi, karena sejak awal Al Fattah sudah menentukan jodoh putri nya, aku bisa apa, tapi kamu Kevin..."
Sang mama menoleh ke arah Eden.
Sejenak Eden menelan salivanya.
"Dia teman mu."
Mamanya bertanya cepat.
"Relasi bisnis dan iya teman"
Jawab Eden pelan sambil terus menelan salivanya.
"Kenapa kamu mempercayai putri mu dengan teman mu sendiri?"
Tanya mama nya cepat.
Duarrrr
pertanyaan nyonya Burja jelas bak petir di cuaca yang cerah.
Menitipkan?
Apa Eden harus bilang Menitipkan? padahal realita nya Aland membesar kan putrinya, memupuk nya, menjinakkan nya dan..dan...
Dan si brengsek itu meniduri nya.
Oh God.
Rasanya Eden ingin juga menghajar Aland saat ini begitu sadar dia harus menanggung penderitaan akan penjelasan atas kenikmatan yang Aland peroleh dari putri nya.
Sejenak dia melotot ke arah Aland.
__ADS_1
Laki-laki itu hanya bisa cengar-cengir kuda.
Masa harus aku jelaskan duduk perkara nya?
Ucap Aland dalam hati.
Mengambilnya, merawat nya, membesar kan nya, memupuk nya lantas menikahi nya, maksudnya berbuat tidak-tidak dulu baru menikahinya.
Oh tuhan.
Sejenak Aland malu sendiri dengan tindakan nya kemarin.
"Lalu kenapa ailee memakan buah-buahan yang asam-asam? apa dia hamil"
Tanya nyonya Burja kemudian,menatap ke arah Ailee yang terus mengunyah buah sejak tadi, berhenti sejenak lantas kembali melanjutkan aktifitas kunyahan nya.
Jelas di atas meja ada berbagai macam buahan asam, kedondong, nanas, mangga dan jeruk.
Bola mata nyonya Burja juga langsung ter arah ke Perut gadis kecil itu.
Seketika semua orang saling Menoleh, ailee yang baru saja menggigit buah mangga seketika meletakkan buah itu ke atas meja, dia masih terus berusaha mengunyah sisa buahan yang ada di mulut nya.
Aland ingin sekali tertawa melihat tingkah dan ekspresi Ailee yang seperti tanpa dosa itu, tapi dia berusaha untuk menahan tawanya agar tidak pecah.
"He em, 3 masuk 4 bulan"
Ailee menjawab dengan polos nya.
"Ailee"
Semua orang serentak berteriak ke arah Ailee.
"Ah?"
Ailee bertanya bingung.
"Apa???"
Ada yang bisa membayangkan betapa terkejutnya mama Eden saat ini????
__ADS_1
Jelas saja semua orang terpaksa menepuk jidad mereka.
Oh....Ya tuhannnn!!!!