Putri Perawan Milik Daddy Season 2

Putri Perawan Milik Daddy Season 2
Usia bukan penghalang


__ADS_3

Nyonya Burja menggeleng-gelengkan kepalanya saat melihat Eden dan Aland tengah asik mengobrol di ruang tamu sejak tadi setelah kembali mengunjungi makam valentine.


Beberapa waktu nyonya Burja memijat kepalanya sambil mengeluarkan suara decakan tidak percaya, beberapa kali wanita itu memijat-mijat kepalanya yang tidak sakit.


Mertua dan menantu di usia yang sama!


Hubungan Eden dan Aland jelas sangat tidak masuk akal bagi nyonya Burja, coba bayangkan ketika kedua orang itu berjalan bersama, bertemu beberapa teman-teman yang bertanya.


"Siapa laki-laki ini? teman mu atau saudara?"


dan jawaban nya pasti Terdengar mencengangkan.


"Dia menantu ku"


"Dia mertua ku"


Oh tuhan, seketika nyonya Burja kembali menggeleng-gelengkan kepalanya.

__ADS_1


Sebenarnya dia masih cukup berat menerima Aland menjadi suami Ailee cucu nya itu, tapi untungnya Aland sangat menyayangi Ailee, sepanjang mata nyonya Burja memandang, Aland begitu memanjakan Ailee, begitu pengertian dan cukup sabar menghadapi Ailee.


Apalagi selama kehamilan, sang cucu begitu banyak maunya dan sangat manja, apa-apa selalu mengandalkan laki-laki itu.


Andaikan Aland tidak bersikap sebaik itu, bisa di pastikan nyonya Burja tidak menyetujui hubungan kedua orang itu.


Asha yang sejak tadi tahu kegelisahan nyonya Burja langsung mendekati wanita itu, kemudian berusaha memeluk nyonya Burja dan mencair kan suasana hati nyonya Burja.


Ailee tampak sibuk mengunyah manisan, bahkan si gadis kecil itu juga sibuk membuat sablak untuk dirinya, belakangan Ailee begitu hobi mengkonsumsi sablak dan beberapa manisan buah.


"Ma..."


"Jangan terlalu di fikirkan hmm"


Ucap Asha lagi


"Bukankah Kita tidak dapat mengendalikan kepada siapa kita akan jatuh cinta, termasuk bila kita jatuh cinta pada pasangan yang memiliki rentang usia yang terpaut jauh. Sah-sah saja jika menikahi laki-laki yang usianya jauh lebih tua walau mungkin stigma masyarakat kita masih memandang hal ini sebagai suatu yang unik"

__ADS_1


Asha berusaha untuk memberikan pemahaman pada nyonya Burja.


"Mama tahu? dalam hubungan pernikahan patokan utama nyatanya adalah apakah sosok itu bisa membuat diri kita merasa lebih nyaman, sebab sejatinya kalau sekedar menjalani pernikahan seperti pada umum nya, mengejar karir, memiliki anak, kejar target dari A dan Z pada akhirnya hubungan yang dijalankan hanya terlihat datar-datar saja"


"Cukup jauh berbeda ketika terdapat kenyamanan dalam sebuah hubungan, semua akan dijalani dengan cara yang luar biasa, akan ada komunikasi yang baik, obrolan yang baik, tidak melulu yang di fikirkan soal target, soal anak-anak atau hal-hal monoton yang membuat bosan pasangan hingga berakhir pada kata AKU LELAH DENGAN HUBUNGAN INI"


Asha memeluk lembut leher nyonya Burja.


"Mama lihat bagaimana bahagianya Ailee menatap Aland? begitu juga sebaliknya? bola mata mereka jelas tidak bisa berbohong, mereka saling mencintai, saling membutuhkan dan sama-sama nyaman dengan hubungan mereka, tidak peduli berapa jauh perbedaan usia mereka, tapi bagi Ailee, Aland merupakan sosok paling besar yang mampu membuat diri Ailee merasa bahagia dan nyaman dan begitu pula sebaliknya"


Sejenak nyonya Burja tampak diam mendengar ucapan Asha.


"Mereka sendirilah yang menentukan kebahagiaan dan kenyamanan dalam hubungan mereka ma, bukan kita"


Setelah berkata begitu, Asha memutar ke depan, duduk di hadapan nyonya Asha lantas menatap dalam bola mata tua itu.


"Jangan membuat mama sakit hanya karena memikirkan mereka, padahal realita nya mereka begitu bahagia dengan hubungan mereka"

__ADS_1


Seulas senyum memenuhi wajah gadis itu, sejenak nyonya Burja menatap bola mata Asha, sepersekian detik kemudian nyonya Burja mengembangkan senyumannya.


__ADS_2