
Seulas senyum mengembang di balik wajah cantik Asha, dia memperhatikan desain undangan yang diberikan kepada diri nya sejak tadi, beberapa kali membolak-balik kan undangan yang ada di tangan nya itu.
Dia membaca satu persatu nama-nama dan tulisan yang ada di dalam undangan tersebut.
Lagi-lagi Asha mengembangkan senyuman nya.
Cukup sesuai dengan selera nya, karena keluarga nya perpaduan antara timur tengah, Indonesia dan masih ada darah Tionghoa nya maka dia lebih suka desain undangan pernikahan milik nya berbau-bau unsur China.
Warna merah merupakan warna kebahagiaan.
Eden tampak tersenyum melihat ekspresi Asha sejak tadi, dia fikir Asha pasti menyukai desain undangan nya kali ini, sebab sejak beberapa hari ini beberapa kali desain undangan di perlihatkan kepada dirinya, Asha Tampak tidak begitu menyukai nya.
Asha jelas bukan type gadis yang menuntut atau suka minta ini dan itu, dia hanya mengulas senyuman setiap kali di tanya keinginan nya, tapi ekspresi wajahnya jelas tidak bisa berbohong ketika dia merasa suka atau tidak dengan sesuatu.
Untungnya bagian desain undangan cukup sabar mencoba beberapa desain dan memperlihatkan nya pada mereka sejak beberapa hari ini.
Hingga pada akhirnya Eden sendiri yang berkonsultasi langsung untuk meminta pendapat kira-kira yang sesuai keinginan Asha undangan seperti apa.
Dan titik akhir nya mempertemukan mereka pada desain yang berbau-bau undangan berlatar pernikahan orang China.
"Biasa nya mereka lebih suka konsep warna merah, karena merasa melambangkan kebahagiaan"
Perempuan itu bicara cepat ke arah Eden kemarin.
"Dengan beberapa sentuhan serta seni China nya akan menambah kesan mendalam"
__ADS_1
Lanjut perempuan itu lagi.
Eden tampak mengangguk cepat.
"Aku percayakan kepada Anda, semoga kali ini dia menyukai nya, sebab waktu nya sudah cukup terjepit"
Ucap Eden sambil menghela berat nafasnya.
Sudah sangat mepet sekali memang, jika tidak cepat kejar Undangan takut nya orang-orang akan cukup kelabakan saat membagikan undangan nya, apalagi keluarga Asha merupakan keluarga besar yang rata-rata berada di titik lokasi di luar kota.
"Aku fikir seperti nya calon nyonya Burja menyukai desain undangan nya kali ini"
Bisik Eden di balik telinga Asha.
Dengan wajah merona merah Asha tampak tersenyum menatap Eden.
"Ini cukup bagus"
"Suka?"
Gadis itu mengangguk pelan.
"Itu bagus, artinya kita ambil yang ini hmm?"
Ucap Eden sambil mengacak-acak poni Asha.
Kemudian Eden langsung mendiskusikan beberapa hal dengan perempuan yang ada di depannya.
"Bisa kejar dalam beberapa hari?"
"InsyaAllah mister"
"Aku akan kirimkan sore nanti daftar nama nya, tolong di buat semaksimal mungkin"
__ADS_1
"Oke mister"
"Di cover depan jangan lupa letakkan nama nya yah mbak"
Asha mencoba mengingatkan perempuan itu, sebab contoh cover depan yang terdapat sepasang pengantin masih kosong.
"Pasti mbak"
Jawab perempuan itu cepat.
Pada akhirnya setelah melihat desain undangan, mereka langsung melesat untuk mendapatkan makan siang bersama.
"Jadi kita mau makan di mana sayang?'
Eden bertanya sambil menggenggam erat tangan Asha, berjalan turun menuju ke arah parkiran.
"Hmmm terserah"
"Oh sayang come berikan rekomendasi kemudian kita bisa meluncur kesana"
Asha tampak berfikir.
"Kali ini menu Yang kamu sukai, aku ikut kemanapun itu"
Eden bicara sambil terus menggenggam erat tangan Asha.
********
Catatan \=
Yang belum sempat kebagian undangan pernikahan uncle bahrat dan untie Selena ncuzzz minta undangan yang ini yaaaa
coment-coment
__ADS_1
😘❤️😘❤️
Gila bela-belain bikin desain undangan ini,novel lain belum ada yang up saking makan waktu nya😭😭😭🤕🤕🤕🤧🤧🤧🤣🤣🤣😀😀😀