
Eden hanya mengulum senyum saat melihat Asha sibuk mencoba menu terbaru yang dia dapatkan di laman Google, kelemahan Asha adalah gadis itu tidak bisa memasak dengan baik, hanya bisa masak sesuatu yang sangat standar sekali, misalnya hanya masak air, menanak nasi, membuat mie goreng, telur mata sapi atau sekedar goreng tempe dan itu pun Asha baru mulai bisa sejak dia menjalani hubungan dengan Eden.
Bahkan saat pertama kali mencoba memasak gadis itu terus berteriak histeris karena panik saat minyak di penggorengan terus mengeluarkan suara yang berisik.
"Sayang kenapa minyak nya jadi berisik sekali?"
Asha bertanya panik saat dia mencoba menggoreng tempe didalam teflon penggorengan.
Eden menaikkan sebelah alisnya, menatap mangkok tempe yang tampak kosong tidak tersisa.
"Dimasukkan dengan air yang ada di dalam mangkuk nya?"
Dan dengan polos nya gadis itu mengangguk cepat.
Eden terkekeh sejenak.
"Itu yang membuat minyak nya mengeluarkan suara berisik, saat di tumpahkan dengan air maka suara nya akan jadi kacau balau"
Seketika Wajah Asha tampak memerah karena malu.
"Maafkan aku, aku benar-benar tidak paham soal itu"
Eden hanya mengulum senyuman, mengacak-acak rambut Asha secara perlahan.
"Bukan masalah yang harus di anggap serius"
Lalu satu kali lagi saat dia mencoba menggoreng ikan.
__ADS_1
Dengan ekspresi panik menerjunkan ikan dalam jarak yang luar biasa jauh nya.
"Akhhhhh "
Teriak gadis itu panik saat baru memasukkan seekor ikan disana.
Eden terus tertawa geli melihat ekspresi Asha, ingin sekali dia tertawa terbahak-bahak tapi takut dosa dan membuat gadis itu marah.
"Oh tuhan kenapa sulit sekali dalam memasak?"
Tanya nya panik sambil berusaha kembali memasukkan seekor ikan ke dalam penggorengan.
"Bukan masalah, kita bisa terus belajar hingga bisa"
Ucap Eden cepat sambil mencoba mengganti kan posisi Asha, mengajari gadis itu cara yang tepat saat meletakkan ikan di penggorengan.
"Maafkan aku karena masih belum begitu pandai memasak"
Asha bicara cepat ketika menyadari kehadiran Eden di belakang nya.
Eden dengan perlahan memeluk tubuh Asha dari belakang, lalu dia berkata.
"Aku pernah mendengar dan membaca istilah Tidak ada tebu yang kedua kepalanya manis"
Ucap Eden pelan sambil mencium lembut Kepala Asha.
"Kalau laki-laki memilih bersama wanita yang bekerja, laki-laki itu perlu menerima perempuan nya tidak bisa di rumah membersihkan rumah"
__ADS_1
"Kalau laki-laki memilih bersama ibu rumah tangga yang menjaga dan merawat rumah, dia perlu menerima kalau pasangan nya tidak menghasilkan uang"
"Kalau laki-laki memilih bersama wanita penurut, dia harus menerima kalo dia bergantung pada laki-laki itu dan tidak mandiri"
"Kalau Laki-laki itu memilih bersama wanita pemberani dia harus menerima kalau dia keras kepala dan punya pemikiran sendiri"
"Kalau laki-laki itu memilih bersama wanita cantik, dia harus menerima kalau pengeluarannya juga banyak"
"Kalau Laki-laki itu memilih bersama wanita hebat, dia juga harus menerima kalau dia itu keras dan tak terkalahkan"
"Sejatinya tidak ada wanita yang sempurna,jika ada laki-laki yang menuntut kesempurnaan dari pasangan nya maka itu hanya ada dalam mimpi nya saja saja bukan?"
"Bahkan jika menikahi seorang bidadari dari khayangan atau pun menikahi seorang Dewi pun laki-laki itu harus siap jika dia menikahi perempuan yang tidak bisa melakukan pekerjaan selayaknya perempuan biasa"
Asha tampak diam, mencoba mengelus lembut tangan Eden yang memeluk erat pinggang nya.
"Sebab sejatinya Aku mencari seorang istri dan sosok ibu anak-anak ku, bukan mencari pembantu yang harus mengurusi rumah dan kebutuhan ku juga bukan mencari sekretaris yang harus membantu penuh menyelesaikan seluruh pekerjaan ku"
Seketika Asha menoleh ke arah samping, menatap bola mata Eden begitu dalam.
"Aku hanya..."
Eden langsung meletakkan jari telunjuknya di atas bibir Asha.
"Belajar secara perlahan, jika tidak bisa jangan memaksakan diri hmm"
Asha tampak melebarkan senyumannya, lantas secara perlahan Eden membalikkan tubuh gadis itu agar menghadap ke arah nya, sepersekian detik kemudian secara perlahan laki-laki itu menautkan kening mereka kemudian tautan itu berpindah dari bibi nya menuju ke bibir Asha.
__ADS_1