
Bern jelas kelabakan saat melihat Aishe dan belle tiba-tiba pingsan Secara bersamaan, saat Murat meraih tubuh aishe,bern dengan gerakan cepat mengangkat tubuh gadis kecil itu menuju ke ruang perawatan.
Dengan perasaan panik Bern menunggu dokter Edo yang kebetulan bertugas dan beberapa perawat perempuan untuk memeriksa kondisi Belle, laki-laki itu terus mondar-mandir dengan sejuta ke khawatiran sejak tadi didepan kamar VVIP itu.
"Bagaimana?"
Saat dokter Edo telah selesai memeriksa kondisi Belle, berjalan perlahan menjauhi ruangan diikuti para perawat yang mulai memutar arah, dengan gerakan cepat Bern bertanya pada sang laki-laki itu.
"Aku fikir belle dalam kondisi yang tidak begitu stabil, selain kelelahan, rasa trauma dan shok menghantam dirinya menjadi satu, sejak tadi dia terus menyebut nama Eden terus menerus Bern, aku fikir mungkin sebaiknya kamu mencoba untuk terus berada di dekat nya"
Ucap Edo sambil menatap wajah Bern dengan pandangan serius.
"Dia tidak punya siapun sebagai tempat untuk bergantung, mommy Kevin baru saja pulih dari komanya,mommy nya jelas masih butuh masa pemulihan,deliya adik perempuan dokter Asha akan membantu untuk merawat nya tapi jelas tidak sepenuhnya bisa membantu, sebab deliya harus merawat masa pemulihan mommy Kevin hingga 💯%, sedangkan kondisi dokter Asha kamu bisa menebaknya sendiri"
Ucap Edo cepat.
Bern tampak terdiam, mencoba mengintip kondisi Belle yang tengah tertidur lelap di atas kasur rumah sakit itu.
"Kami memberikan nya obat tidur sementara, kamu tahu Bern? dia cukup takut saat orang-orang berusaha untuk menyentuh tangan nya, bahkan dia cukup takut saat kami mencoba untuk melakukan pemeriksaan"
"kamu satu-satunya orang yang mau dia sentuh sejauh ini, trauma kejadian malam itu masih berbekas, di tambah trauma penculikan semalam"
Edo menepuk pelan bahu Bern, lantas beranjak menjauhi Bern secara perlahan.
Bern secara perlahan membuka pintu kamar itu, dia mulai menutup pintu kamar rawat itu dengan gerakan pelan, lantas mulai beranjak mendekati Belle tanpa suara.
__ADS_1
Sejenak Bern menatap wajah Belle, mencoba untuk mengelus lembut wajah Belle yang terlelap didalam tidurnya.
"Semua akan baik-baik saja sayang, all it's well"
Bisik Bern pelan.
Kemudian secara perlahan Bern mulai duduk di samping kasur, mengelus lembut rambut Belle untuk beberapa waktu, lantas secara perlahan Bern mencium lembut Kepala Belle.
Sepersekian detik kemudian Bern secara perlahan mulai naik ke atas kasur, mencoba berbaring tepat menghadap belle, secara perlahan tangan kanan Bern mencoba meraih tubuh Belle, dia dengan gerakan lembut memeluk erat tubuh belle
"Jangan khawatir soal apapun, aku akan terus menjaga mu hingga Eden bangun dari koma nya, persis seperti janji ku pada nya kemarin"
Bisik Bern lagi sambil mempererat pelukannya.
*********
Sejenak saat beberapa orang mulai mencoba membukakan pintu kamar inap milik Belle, tiba-tiba semua mata terpaku pada pemandangan yang begitu sulit di jelaskan dengan kata-kata.
Ayana salah satu anggota keluarga Abimayu angkasa group tampak menaikkan alisnya, Gao sang suami pemilik hillatop company jelas ikut menaikkan alisnya.
"Ada yang bisa menjelaskan Kepada kami apa yang terjadi?"
Tiba-tiba seseorang bertanya pada dokter Edo yang masih berada di depan, masih berjalan mendekati pintu kamar VVIP di hadapannya itu.
__ADS_1
"Maksud nya, tuan Al Fattah?"
Edo tampak ikut menaikkan alisnya, bertanya dengan tatapan tidak mengerti.
"Apa putri ku sudah punya seorang kekasih?"
Tuan Al Fattah bertanya sambil mencoba menaikkan telapak tangan kanannya ke atas.
"Ya?"
"Ini kamar Belle?"
Tuan Al Fattah mencoba menyakinkan diri.
"tentu saja"
"Kenapa ada laki-laki di dalam ruangan kamar rawat inap milik putri ku?"
Seketika Edo langsung melesat masuk, memcoba melihat apa yang dimaksud oleh tuan Al Fattah.
Bola mata Edo jelas hampir saja keluar dari tempat nya.
Oh my God.
Edo jelas terkejut dengan apa yang dia lihat saat ini.
__ADS_1
Bern apa kau ingin cari mati? aku bilang teruslah berada disampingnya, tapi bukan tidur dengan meluk erat diri nya.....!!!!
pekik Edo dalam hati.