Putri Perawan Milik Daddy Season 2

Putri Perawan Milik Daddy Season 2
Darah kental "Ayah dan anak"


__ADS_3

Ailee berjalan dengan tergesa-gesa menuju ke sebuah ruangan, bola matanya tampak mulai berkaca-kaca. Beberapa dokter berkata laki-laki itu telah sadar dari koma nya.


Dengan perasaan bercampur aduk jadi satu, diiringi rasa cemas yang tersisa karena ukejadian malam itu membuat Ailee semakin mempercepat langkah kakinya.


ketakutan terbesar nya kemarin adalah bagaimana jika operasi laki-laki yang selalu dia sebut sebagai paman baik hati itu gagal, dia pasti akan menyalahkan dirinya sendiri hingga akhir hayat nya.


Aland tampak mengikuti langkah Ailee dari belakang, mengawasi tiap langkah Ailee takut jika-jika hal buruk terjadi pada sang istri, sebab Ailee acapkali lupa jika dia tengah hamil trimester pertama.


Saat tiba di sebuah pintu ruang VVIP, sejenak tangan Ailee dengan perasaan ragu-ragu menggantung di handle pintu, tapi tangan kekar Aland langsung meraih telapak tangan nya.


"Buka lah, dia benar-benar mengharapkan kedatangan mu"


Aland mengembangkan senyuman nya, membiarkan Ailee untuk mulai membuka pintu kamar tersebut secara perlahan.


Saat pintu terbuka, Ailee bisa melihat dokter Asha masih sibuk menyuapi Eden dengan bubur yang ada di tangan nya, sejenak bola mata Ailee dan Eden bertemu, Eden langsung mengembangkan senyuman, Asha langsung menarik diri dan membiarkan ayah dan anak itu mendapat kan moment pertemuan terbaik mereka.


Ailee masih melangkah dengan ragu-ragu, meskipun bola matanya telah mulai menganak sungai tapi dia cukup malu untuk meraih tubuh Eden.


Eden mengulum senyum nya, seolah tahu apa yang di fikirkan oleh sang putri, secepat kilat Eden membentang kan tangan nya.


'Kemarilah sayang"


Ucap Eden cepat


Mendengar ucapan Eden juga melihat ke dua tangan itu terbentang lebar, secepat kilat Ailee berhamburan mendekati laki-laki itu lantas masuk ke dalam pelukannya.

__ADS_1


"Maafkan aku, Daddy"


Ailee mulai terisak didalam pelukan Eden.


"Seandainya saja malam itu..."


Ailee menggantung kalimat nya.


Eden menepuk-nepuk punggung Ailee secara perlahan.


"Tidak ada yang perlu Daddy maafkan, kamu sama sekali tidak salah"


Ucap Eden pelan, menggesek pelan dagunya di ujung kepala Ailee sambil tangan kirinya terus mengelus punggung Ailee dengan hangat.


Ucap Eden pelan.


"Kamu harus kehilangan cinta dari seorang mommy karena Daddy"


Ailee menggeleng kan kepalanya pelan.


"Semua bukan salah daddy, Daddy juga korban keserakahan mereka,di banding kami Daddy bahkan jauh lebih sulit dalam menghadapi semua nya selama berpuluh-puluh tahun lamanya"


Eden memejamkan bola matanya.


Dia sudah tidak tahu lagi dimana batas sesulitan dan penderitaan nya selama hidupnya, yah... semua karena dia benar-benar telah di bodohi oleh Karl selama berpuluh-puluh tahun lamanya, bahkan Eden dengan tolol nya mempercayai semua kebohongan Karl.

__ADS_1


Eden jelas telah melepaskan semua perasaan nya, membuang jutaan cita-cita dan harapan dimasa lalu hanya demi menuntaskan dendam yang sebenarnya tidak pernah ada di antara mereka.


Eden bahkan harus mengorbankan banyak orang demi ambisi balas dendam nya yang salah.


"Maafkan daddy karena banyak hal, termasuk Soal mommy mu"


Ucap Eden pelan.


Yah mungkin dari semua orang, valentine lebih menderita. Menutup mulutnya selama bertahun-tahun, pura-pura tidak tahu padahal dia tahu, bahkan harus melewati penderitaan yang tidak seharusnya dia lewati.


Andai kan saja dulu valentine tidak ikut masuk ke keluarga Al Jaber seperti permintaan dirinya di masa kecil, bisa jadi semua itu tidak akan terjadi pada gadis itu, tapi meski bagaimana pun bukan kah Tuhan sudah meletakkan takdir di bahu masing-masing orang, itu mungkin disebut takdir, meskipun terkadang tidak adil, tapi realita nya semua orang harus berlapang dada menerima takdir mereka masing-masing.


"Maafkan Daddy, maafkan Daddy"


Berulang kali Eden mengatakan hal itu pada Ailee, terus memeluk tubuh kecil itu didalam dekapannya.


"Mari kita membuka lembaran baru, membangun kisah baru dan melupakan semua hal yang telah berlalu"


Eden terus memejamkan bola matanya, mengelus lembut rambut Ailee dalam waktu yang begitu lama.


Aland hanya duduk menyaksikan pertemuan ayah dan anak itu, dia fikir pada akhirnya memang harus seperti itu, realita nya darah kental tidak akan pernah terpisah meskipun ada banyak orang yang berusaha untuk memisahkan.


Asha hanya menarik nafasnya pelan, dia tahu semua orang punya masa lalu, dia pun punya masa lalu, Eden pun punya masa lalu. Hanya saja kisah masa lalu seseorang itu berbeda-beda, ada yang manis, ada yang pahit bahkan ada yang begitu terjal dan kelam.


Memiliki seorang putri bukan perkara dosa, sebab semua hal sudah di atur oleh yang di atas. Hidup, mati, sehat, sakit, anak-anak, masa lalu bahkan takdir sudah di atur oleh yang di atas sesuai dengan kapasitas umat nya masing-masing, jadi tidak ada yang perlu di sesali atau bahkan di permasalahkan dikemudian hari.

__ADS_1


__ADS_2