
Saat matahari pagi mulai menampakkan sinarnya, Selena mencoba membuka bola matanya, dia fikir Bahrat mungkin masih terlelap namun rupanya saat dia melirik ke sisi kiri dan kanannya laki-laki itu pergi entah kemana.
Bahkan saat Selena mencoba masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri, sang Suami pun tidak ada disana.
Pada akhirnya Selena fikir lebih baik dia membersihkan diri lebih dulu, baru mencoba turun kebawah, mungkin bahrat tengah mendapat kan sarapan nya.
Namun saat dia keluar dari kamar mandi, dia mendapati sosok laki-laki itu dengan balutan kaos putih dan celana pendek, wajah laki-laki itu terlihat begitu Segar dan tampan dengan balutan pakaian berwarna putih.
Sambil meletakkan nampan berisi makanan dan segelas susu di atas nya, bahrat tampak menoleh ke arah Selena.
"Selamat pagi sayang"
Ucap Bahrat lantas mendekati Selena, secara perlahan laki-laki itu mencium lembut kening Selena.
"Pagi"
Selena menjawab dengan perasaan malu-malu, karena dia masih menggunakan handuk mandi dan belum berganti pakaian sama sekali, seketika aroma tubuh bahrat tercium begitu lembut dari balik hidung nya.
"Ganti pakaian lalu Mari mengambil sarapan, setelah itu kita turun ke bawah, beberapa keluarga besar ingin bertemu langsung dengan mu"
Ucap bahrat sambil menyentuh lembut wajah Selena.
"He em"
Selena langsung menganggukkan kepalanya, berjalan menuju ke arah walk in closed mencari pakaian nya kemudian berganti pakaian Secara perlahan.
Bola mata selena menangkap sosok Bahrat yang tengah sibuk menyiapkan makanan untuk nya, sama sekali tidak terganggu dengan sosok Selena yang hanya menggunakan handuk saja.
Bukan membandingkan, Karena itu artinya Selena menampakkan sebuah kebanggaan. Tapi realita nya saat bersama Farhan dulu, laki-laki itu acapkali membujuk nya untuk bisa tinggal dan tidur bersama hingga pada akhirnya cinta Farhan jelas mulai membuat ragu Selena.
__ADS_1
Tapi saat bersama bahrat, laki-laki itu selalu berusaha menjaga batasan nya, bahkan selalu berusaha memahami dirinya, terlalu bersabar dan tidak tergesa-gesa.
Selena melangkah mendekati bahrat, secara perlahan tangannya masuk kedalam pinggang bahrat, dia memeluk punggung kokoh itu beberapa waktu.
Bahrat sejenak mengentikan kegiatannya, tampak tersenyum saat tiba-tiba sang istri memeluk nya erat dari arah belakang.
"Ada apa?"
"Terima kasih banyak karena begitu bersabar dalam banyak hal selama menunggu ku"
Ucap Selena pelan sambil memejamkan bola matanya di atas punggung bahrat.
Laki-laki itu menepuk-nepuk tangan Selena.
"Selama itu untuk kamu, aku rela melakukan nya"
*******
Pada akhirnya mereka menghabiskan waktu untuk berbincang-bincang dengan beberapa keluarga dalam waktu yang cukup lama, belum lagi beberapa tamu yang baru bisa hadir hari ini karena kemarin mereka mesti kerja.
"Jadi ini pengantin baru kita?"
Seseorang bertanya ke arah Selena dan Bahrat.
Seketika mereka menoleh.
Tuan Al Fattah tampak memeluk erat bahrat.
"Jangan Sulit sekali memberikan kalian ucapan selamat kemarin nak, bahkan hingga malam semua orang sibuk berkumpul mengelilingi kalian"
__ADS_1
Keluh Al Fattah pada bahrat.
bahrat tampak mengulum senyum.
"Bukan masalah, Kak"
Jawab bahrat cepat.
"Ngomong-ngomong dimana Bern?"
"Aku fikir mereka belum bangun tidur sejak tadi"
"Dasar laki-laki itu"
Mommy rafeeqa tiba-tiba muncul dari arah samping.
"Come, aku akan berikan pelukan pada pengantin baru perempuan nya"
Mommy rafeeqa bicara sambil memeluk erat tubuh selena.
"Kalian harus cepat memproses anak-anak nya"
Goda Mommy rafeeqa.
Sejenak Selena menoleh ke arah bahrat.
Laki-laki itu tampak mengulum senyuman.
Selena fikir bagaimana ingin memproses anak-anak, mereka saja belum melewati malam pertama bersama.
__ADS_1