
Obrolan panjang setelah akad nikah hingga malam tiba tidak juga berhenti, bahkan meskipun para teman, sahabat dan tetangga mulai pamit pulang membubarkan diri, tapi para keluarga jelas masih betah melakukan obrolan panjang bersama.
Bahkan meskipun telah melewati sesi makan malam bersama antara para laki-laki dan para perempuan yang terpisah, para keluarga tetap setia berkumpul saling bercengkrama.
Hingga akhirnya obrolan berakhir soal bagaimana baiknya kehidupan Belle yang harus di jalani setelah Bern dan Belle menikah.
"Aku tidak bisa memaksakan kehendak ku pada semua orang, tapi untuk harapan terbesar Daddy ku tentu saja beliau ingin aku kembali ke Prancis untuk meneruskan perusahaan"
Ucap bern cepat, bola matanya jelas menatap ke arah Murat, mencoba meminta persetujuan dari laki-laki itu sebagai saudara tertua nya.
Sejenak Murat tampak terdiam, dia mencoba untuk berfikir secara lapang dada.
Tuan De Lucas jelas butuh Bern untuk mengurus semua perusahaan nya sebab laki-laki itu hanya memiliki 2 orang anak, salah satu nya adalah Bern. Jelas sekali Bern menjadi harapan terbesar mereka saat ini.
Belum lagi demi menyelamatkan perusahaan Al Jaber keluarga De Lucas jelas telah banyak mengorbankan banyak hal termasuk saham perusahaan mereka.
Dibandingkan Al Jaber, De Lucas jelas lebih membutuhkan Bern, tapi bagaimana dengan Belle?
"Aku tidak tahu apakah kalian akan menyetujui nya atau tidak untuk membawa Belle menetap di Prancis".
__ADS_1
Lanjut Bern sambil menatap dalam bola mata Eden.
Laki-laki itu tampak diam.
"Aku fikir Nyonya Burja jelas akan keberatan melepaskan Belle"
Ucap Murat cepat lantas menoleh ke arah Eden.
"Satu-satunya pemecahan permasalahan yang cukup bijaksana adalah, seperti tawaran yang aku dan uncle bahrat ajukan Eden, ada baiknya kamu mencoba masuk untuk mengurus perusahaan di Prancis menggantikan uncle Karl, dengan begitu kalian bisa tinggal berdekatan dengan Bern dan Belle"
Murat dengan cepat mencoba memberikan solusi permasalahan terbaik untuk saat ini kepada Eden.
"Jika aku pergi ke Prancis, memboyong orang tua ku dan Asha setelah pernikahan Kami, mungkin orang tua Asha akan menyetujui nya, lalu bagaimana dengan Ailee? Dia jelas akan cukup kecewa Dengan keputusan ini, Ailee jelas berharap Kami hidup didekat dirinya, jika aku pergi bisa aku bayangkan bagaimana kecewa nya dia nanti"
Seketika Bern dan Murat menghela berat nafas mereka.
"Aku fikir sebaiknya kita mendiskusikan nya lagi saat kita telah kembali ke Indonesia, dengan Ailee dan juga Aland"
Ucap Murat sambil menepuk-nepuk punggung Eden.
__ADS_1
Murat fikir Pada akhirnya dari semua orang jelas Eden lah yang paling rumit kasusnya, realita lainnya Eden yang paling kesulitan, menderita dan harus banyak menghela nafas nya panjang saat menghadapi permasalahan pelik di dalam hidupnya.
"Kita bisa membicarakan nya lagi nanti, saat ini aku fikir ini saat nya semua orang untuk beristirahat"
Tiba-tiba Tuan Al Fattah bicara cepat ke arah mereka.
"Ini waktu nya pengantin laki-laki bertemu dengan pengantin perempuan"
Saat mendengar kata-kata sang ayah mertua, tiba-tiba saja tubuh Bern meremang, seketika dia ingat jika dia telah menikahi seorang gadis siang ini tadi.
"Ini Waktunya sang pengantin bertemu dan melewati Moment mesra"
Seloroh Murat tiba-tiba sambil merangkul tubuh Bern.t
Eden tampak mengulum senyum.
"Ini Waktunya Sang pengantin menghabiskan waktu"
Bern seketika merasa malu, wajahnya tiba-tiba terasa memerah dengan candaan dari saudara nya itu.
__ADS_1