Putri Perawan Milik Daddy Season 2

Putri Perawan Milik Daddy Season 2
Sebuah Ciuman


__ADS_3

Masih di masa lalu


"Sebenarnya siapa yang kamu cintai? Selena atau Valentine?"


Pertanyaan Ramira terus memutar di kepalanya.


Sejenak Eden menatap wajah Valentine yang tengah tertidur pulas di samping ranjang mama nya yang koma, mereka berkunjung setelah pulang dari menyelesaikan tugas sekolah.


Secara perlahan Eden menyentuh wajah gadis itu, mengelus lembut wajah valentine sambil terus menatap dalam wajah gadis itu.


Cinta kah dia dengan dengan gadis ini?.


Dia tidak tahu, tapi satu-satunya orang yang memahami isi hatinya hanya valentine, mereka saling menyimpan rahasia antara satu dengan yang lainnya selama puluhan tahun, satu-satunya orang yang selalu memberikannya semangat hanya gadis itu dan satu-satunya yang membuat Eden Tersenyum hanya gadis itu.


Dan realita nya Eden jelas tidak suka ada satu orang pun yang mendekati nya.


Secara perlahan Eden menjongkok kan tubuh nya, dia merapat wajahnya ke valentine dalam beberapa waktu lalu dengan lembut dia mencium bibir gadis itu untuk waktu yang cukup lama.


"Ngggg"


Seketika valentine bergerak dari tidurnya.


"Eden?"


Valentine mencoba membuka bola matanya, sedikit aneh dia fikir rasanya ada sesuatu yang menyentuh bibirnya tadi.


"Waktu nya kita pulang"


Bisik Eden kemudian.


"Hmm"


Masih dengan perasaan mengantuk valentine mulai beranjak dari tidurnya.


"Apa untie baik-baik saja?"


Valentine bertanya sesaat sebelum mereka beranjak.


"Sejauh ini baik-baik saja"

__ADS_1


"Ah... hmm"


Valentine mengangguk pelan.


Tiba-tiba Eden meraih cepat telapak tangannya, menggenggam erat tangannya lantas menuntunnya keluar dari sana.


Beberapa waktu kemudian mereka dikejutkan oleh seseorang, Eden membulat kan bola matanya diikuti valentine.


"Adik cantik oriental"


Bisik Eden pada valentine.


Valentine tampak menundukkan tubuhnya, mencoba bertanya pada gadis kecil itu,usia nya mungkin baru sekitar 7-8 tahunan.


"Siapa nama mu sayang?"


Tanya valentine cepat.


"Ashaila, kakak bisa memanggil nama ku Asha"


"Nama yang cantik, hmmm sebentar"


Ucap valentine lantas mencari sesuatu didalam tas nya.


Ucap valentine lantas memberikan Asha sebuah buku komik.


"Ini apa?"


"Buku misteri, bukankah kamu bilang kakak ini cinta pertama mu?"


Valentine bertanya sambil menunjuk ke arah Eden yang menatap wajah Asha begitu datar.


"Dia penyuka buku misteri dan detektif, jika kamu suka membaca buku-buku ber genre seperti itu, kakak jamin dia akan jatuh cinta pada mu"


Valentine bicara sambil mengembangkan senyuman nya


Asha tampak diam, menoleh ke arah Eden lantas menoleh ke arah Valentine.


"Aku fikir kakak itu lebih cinta pada mu, kak"

__ADS_1


"Ya?"


Seketika valentine menaikkan alisnya.


"Iya kan kak"


Asha bertanya ke arah Eden.


Yang ditanya tampak tidak bergeming.


"Aku melihat kakak ini mencium bibir kakak"


Ucap Asha lagi.


Seketika Eden membulat kan bola matanya.


"Ya?"


Lagi-lagi valentine bertanya dengan perasaan terkejut.


"Men.. mencium?"


Valentine bertanya ke arah Asha sambil mengerutkan dahinya, kemudian menoleh ke arah Eden.


Dia seolah-olah meminta penjelasan.


"Asha... kemarilah"


Tiba-tiba terdengar suara seseorang mengejutkan mereka, seorang laki-laki tampak berdiri di ujung sana.


Eden menundukkan pelan kepala, diikuti valentine yang berdiri lantas menundukkan juga kepalanya.


Asha berlarian cepat ke arah laki-laki yang memanggilnya, masih sempat menoleh ke arah Eden dan valentine untuk beberapa waktu.


"Maksud nya tadi bagaimana?"


Valentine bertanya kembali ke arah Eden.


"Kamu percaya ucapan seorang anak kecil?"

__ADS_1


Alih-alih menjawab Eden malah balik bertanya, lantas berjalan cepat mendahului valentine.


Seketika valentine mengubah ekspresi wajahnya, dia memunyungkan bibirnya untuk beberapa waktu.


__ADS_2