Putri Perawan Milik Daddy Season 2

Putri Perawan Milik Daddy Season 2
Tendangan penuh cinta


__ADS_3

Aishe Tampak memiringkan kepalanya sejenak memperhatikan lukisan dinding yang baru saja di beli oleh sang suami nya Murat.


"Kenapa?Tidak suka kah?"


Tiba-tiba Murat bertanya, berbisik dari balik telinga Aishe kemudian memeluk pelan perut Aishe.


"Aku suka, tapi sayang..... bukan kah harga nya cukup mahal?"


Aishe bertanya sambil melirik ke arah Murat, dia fikir harga lukisan itu pasti tidak lah murah.


"Hmmm untuk sebuah karya seni, aku fikir harga nya sepadan"


Murat berusaha memberikan penjelasan.


Aishe diam sejak lantas dia mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Aku rasa Dia sudah mulai membesar dengan sempurna"


Murat kembali berbisik, menyentuh lembut perut Aishe sambil mengelus-elus nya penuh cinta, perut Aishe sudah mulai membesar dengan sempurna, ini sudah lewat bulan ke 6, bahkan aishe sudah mulai gampang lelah dalam melakukan beberapa pekerjaan.


"Besok jadwal pemeriksaan nya bukan?"


Aishe mengangguk cepat lantas mulai membalikkan tubuhnya.


"Aku fikir sebaiknya biarkan kak Asha dan Eden saja yang pergi ke acara ulang tahun perusahaan"


Pinta Aishe pada Murat.


"Yakin?"


"He em, aku takut akan mengganggu keadaan, belakangan tubuh ku cepat merasa tidak nyaman"


"Aku akan membicarakan nya dengan Eden"

__ADS_1


Aishe mengangguk cepat.


"Oke kemarilah, Aku ingin mencoba mendengar kan nya"


Murat bicara kemudian tiba-tiba dengan gerakan cepat dia menggendong aishe menuju ke arah kursi sofa, meletakkan tubuh sang istri di atas sofa dengan gerakan penuh kelembutan.


Secara perlahan Murat mulai mendekatkan telinganya ke perut Aishe.


"Selamat malam Baby".


Ucap Murat sambil terus menempel disana,mencoba merasakan pergerakan sang baby,sebab Aishe bilang beberapa kali belakangan sering terjadi gerakan refleks yang cukup signifikan.


Cukup lama Murat menunggu namun belum juga ada pergerakan sama sekali.


Aishe tampak tersenyum.


"Aku fikir dia masih malu-Malu"


Ucap Aishe sambil mengelus lembut kepala Murat.


Murat mulai bicara panjang lebar, sedikit mengeluh karena sang baby sama sekali tidak mau bereaksi.


Aishe hanya mengulas Senyuman, Terus mengelus lembut rambut Murat sejak tadi.


"Hmmm dia mungkin belum siap menyapa Daddy nya"


Murat menarik pelan nafasnya, lantas berniat beranjak tapi tiba-tiba Aishe merasakan sebuah tendangan halus di dalam sana.


"Ssttt dia mulai menendang"


Ucap Aishe sambil berusaha menahan lengan Murat.


Laki-laki itu membulatkan matanya, dengan cepat kembali mendekatkan telinganya ke perut Aishe.

__ADS_1


Aishe meletakkan secara perlahan jari telunjuknya ke bibir nya, meminta Murat untuk diam sejenak.


"Sayang..Daddy ada disini"


Ucap Aishe pelan"


"Beri salam pada Daddy"


Cukup lama hingga akhirnya sebuah gerakan tercipta didalam sana.


Seketika ekspresi Murat berubah.


"Oh my God"


Ucap nya sambil mendongakkan wajahnya ke arah Aishe.


"Kamu mendengar itu sayang? dia menendang"


Aishe bicara sambil mengulum senyuman.


"Aku dengar, tunggu...sayang dia bergerak lagi"


Murat tampak begitu antusias, semakin mendekatkan diri nya pada perut Aishe.


"Oh luar biasa sayang, benar-benar ada kehidupan di dalam sini"


Murat merasa begitu antusias, bahagia, haru dan entah apalagi dia tidak paham, semua nya bercampur aduk menjadi satu, membuat diri nya menjadi begitu bahagia.


"Sayang...ini membuat ku kehilangan kata-kata"


Aishe tertawa melihat ekspresi murat.


"Ini adalah sebuah kehidupan baru yang bersiap menyambut dunia, tidak lama lagi dia akan hadir bersama kita"

__ADS_1


Aishe bicara sambil menyentuh lembut wajah Murat.


__ADS_2