
Kembali ke makan malam keluarga Faith Yildiz
"Semua sudah siap bik?"
Aland bertanya dengan perasaan senang, melesat kebelakang dan memastikan semua menu makan mal telah siap.
"Sudah siap untuk dinikmati"
Bik Sumi menyahut senang, menatap ke arah semua orang yang berkumpul.
Jutaan kebahagiaan terpancar dari wajah wanita tua itu, tidak menyangka kediaman Faith Yildiz yang dulu nya sepi, sekarang sering kedatangan keluarga besar Al Jaber dan entah keluarga mana lagi, seolah-olah mansion ini benar-benar terasa hidup sekarang bagi nya.
Apalagi saat melihat kebahagiaan yang terpancar di wajah Aland, laki-laki itu seolah-olah telah melupakan kesedihan nya di masa kemarin.
Semua orang mulai masuk ke arah dapur, mengambil posisi masing-masing di atas kursi makan, Aishe dengan cepat menyambar tubuh bik Sumi dan memeluknya.
"Ohhh terima kasih bibik"
Ucap Aishe penuh kesenangan, sebab sang bibi tampak begitu baik membuat kan Dirinya dan Ailee rujak buah plus kacang dan cabai. Bij Sumi tertawa senang, mengelus lembut bahu Aishe yang memeluk nya bahagia dari arah belakang.
"Oh God.... ini Benar-benar sedap"
Ailee berceloteh sambil menyuapkan satu iris potongan mangga muda ke mulutnya.
"Sayang kamu mau?"
Ailee bertanya ke arah Aland.
Seketika Aland memicingkan matanya, menggeleng dengan cepat.
"Akan aku fikirkan pagi, itu cukup mengerikan"
Ucap Aland cepat.
Semua orang yang mendengar tampak terkekeh.
"Makanan mereka cukup aneh, bahkan benar-benar aneh"
Ucap Murat sambil melirik ke arah Aishe.
"Sesuatu yang bisa membuat mu bergidik ngeri dan sakit perut, menurut mereka itu sangat lezat sekali"
Lanjut Murat.
Aishe terkekeh, melepas pelukannya dari bik Sumi.
"Kemarin aku keluar masuk kamar mandi hanya karena ikut makan makanan nya yang luar biasa asam dan pedas"
Murat kembali terkekeh diikuti yang lainnya.
"Itu karena Perubahan hormon yang terjadi pada saat hamil, bisa memberi efek pada makanan yang ingin dinikmati pada saat-saat tertentu"
__ADS_1
Asha dengan cepat menyahut sambil mengulum senyum
"Nah itu dijelaskan sama ibu dokter"
Ucap Bahrat cepat.
"makanan nya sangat aneh-aneh"
Murat pura-pura berbisik padahal semua orang mendengar, Seketika tawa semua orang pecah"
"Ishhh sayang"
Aishe bicara sambil mencubit pelan perut Murat, laki-laki itu terkekeh lantas langsung memasukkan Aishe ke dalam pelukannya.
Asha tersenyum geli melihat dua orang itu.
"Rata-rata Selama periode trimester pertama, ibu hamil bisa ngidam macam-macam, dan itu biasa nya disesuaikan dengan kebutuhan tubuh sang mommy"
"Misal kan Makin banyak ngidam yang manis-manis seperti permen, cokelat, dan es krim, Ini bisa jadi tanda tubuh membutuhkan lebih banyak energi. Penyebabnya bisa karena masalah psikologis seperti mood swing atau pregnancy blues. Bisa juga karena kadar gula dalam tubuh menurun"
"Atau biasa nya sang mommy Makin kalap dan nggak berhenti makan keripik dan aneka jajanan yang asin-asin? Ini bisa jadi tanda tubuh kekurangan natrium dan cairan penting"
"Dan Biasanya rujak dan aneka makanan yang pedas serta asam jadi makanan favorit para ibu hamil yang lagi ngidam. Kenapa bisa begitu? Saat ngidam makanan yang serba pedas dan asam, tubuh sedang mengalami perubahan hormon sehingga jadi ingin mencoba berbagai jenis makanan. Menikmati satu porsi rujak manis atau sebungkus kecil acar mungkin tak masalah sehari. Tapi kalau berlebihan bisa meningkatkan risiko kena heartburn (sakit maag) dan meningkatnya kadar keasaman (acidity) dalam lambung"
Jelas Asha panjang lebar.
"Nah dengar sayang? jangan terlalu asam dan pedas"
"Aku bisa mati juga karena makan makanan pedas dan asam"
Seloroh Aland.
Lagi-lagi semua orang tertawa geli.
"Nggak apa-apa kok, Yang perlu diwaspadai adalah ketika ibu hamil ngidam benda-benda yang seharusnya tak dimakan, seperti kapur atau kerikil"
Canda Asha.
Seketika tawa semua orang kembali pecah.
"Itu aku minta Daddy saja yang makan"
Ucap Ailee cepat.
"Ah?"
Semua orang Menoleh.
"Daddy yang mana? Daddy Aland atau aku?"
Tiba-tiba Eden bertanya sambil menaikkan alisnya.
__ADS_1
Ailee Terkekeh lucu.
"Dua-duanya juga boleh, kalau ada apa-apa nanti mommy Asha yang memberikan perawatan ekstra"
Ailee berseloroh sambil melirik ke arah Asha.
Saat semua orang tertawa geli mendengar candaan Ailee, seketika wajah Asha memerah Tapi hati nya cukup berbunga-bunga.
Mommy.
Gumam Asha.
"Cieee yang dipanggil mommy"
Goda Abigail tiba-tiba dari arah depan.
Semua orang menoleh, tampak mengembang senyuman bahagia saat melihat Abigail masuk membawa deliya.
"Mommy"
Goda Eden ke arah Asha.
Seketika Asha memunyungkan bibirnya.
"Jangan menggodaku"
Ucap Asha sambil mencubit lengan Eden.
"Tidak menggoda, tapi terdengar begitu manis di telinga"
Asha mengulum senyum, kembali mencubit lengan Eden.
Deliya tampak kelihatan sungkan, menatap ke arah sang kakak dengan rona wajah memerah.
"Kak?"
Asha langsung memeluk deliya dengan hangat.
"Dia sudah minta izin pada ku dari jauh-jauh hari kok,jadi jangan khawatir"
Bisik Asha sambil menepuk-nepuk punggung deliya.
"Ya?"
Jelas saja deliya menaikkan sebelah alisnya, langsung menoleh cepat ke arah Abigail yang sibuk memeluk satu persatu anggota keluarga nya.
"Dia laki-laki yang cukup gentle, mendekati aku dan daddy, sebelum mendekati kamu"
Bisik Asha lagi.
Seketika wajah deliya memerah, dia fikir seserius itukah Abigail pada nya?
__ADS_1