
Disepanjang perjalanan menuju ke kamar apartemen mereka, beberapa pasang mata terus melirik cemburu dan iri melihat aksi manis Bern yang terus menggendong Belle dengan penuh cinta.
Belle yang memiliki julukan gadis imut nan mungil di apartemen itu tampak bersandar dipunggung Bern, bola mata Belle tampak terpejam dengan sempurna, deru nafas Belle terdengar mulai beraturan di balik telinga Bern, laki-laki itu bisa menebak seperti Belle benar-benar terlelap di belakang sana.
"Tuan?'
Salah satu security yang berpapasan dengan mereka tampak menundukkan kepalanya sejenak.
Bern dengan cepat meletakkan jari telunjuknya ke depan bibirnya, seolah tahu kode yang diberikan Bern, sang security hanya bisa diam lantas meninggalkan mereka.
Hingga pada akhirnya mereka tiba di apartemen mereka dan Bern secara perlahan menutup pintu apartemen lantas langsung menuju ke kamar dan meletakkan tubuh belle ke atas kasur secara perlahan. Dan Seperti tebakan Bern, gadis itu benar-benar terlelap dalam tidurnya.
Sejenak Bern melebarkan Senyuman nya saat melihat ekspresi wajah gadis itu ketika tertidur, Bern menggeleng kan kepalanya secara perlahan kemudian dengan cepat beranjak pergi ke belakang untuk menyiapkan air hangat guna meng kompres kaki Belle.
Secara perlahan laki-laki itu melihat bagian mana kaki Belle yang mungkin memar atau bengkak, meskipun realita nya Bern tidak menemukan nya tapi laki-laki itu tetap berusaha meng kompres nya, takut jika-jika terjadi sesuatu pada pergelangan kaki Belle.
Seketika Belle tampak tersentak kaget saat merasakan sesuatu yang hangat mengenai pergelangan kakinya, dengan gerakan refleks dia menarik kaki nya dan membuka bola mata nya.
"Aku hanya mengobatinya, tidurlah lagi"
Ucap bern saat sadar Belle tampak terkejut dengan tindakan nya.
"Hmm"
Seketika gadis itu melebarkan Senyuman nya, dia lupa bukankah tadi pura-pura kakinya terkilir, secara perlahan Belle mengembalikan posisi kakinya untuk mendekati Bern.
"Aku sudah tidak mengantuk"
Ucap Belle pelan sambil mengintip ke arah Bern sambil memeluk erat bantal guling nya.
Bern tampak begitu fokus mengobati kaki Bella, meng kompres nya kemudian mengolesi kaki Belle dengan salep Secara perlahan.
"Om...."
"Hmmm?'
"Tadi kenapa langsung pergi? padahal aku cukup bingung di atas stage, berharap om naik ke atas menarik tangan ku dan membawaku pulang"
Sejenak Bern diam, lantas dia menoleh ke arah Belle.
"Aku takut kamu terganggu karena tindakan ku , apalagi nanti orang-orang akan berfikir kalau kamu seorang sugar baby"
Ucap bern cepat.
__ADS_1
Belle diam sejenak, lantas dia tersenyum riang.
"Sugar baby? terdengar cantik Sugar gula dan baby bayi, itu artinya aku bayi gula yang sangat manis"
Goda Belle sambil terkekeh.
"Belle..."
"Itu benar kok"
Sahut Belle lagi.
"Aku memang semanis gula kan?"
Ucap Belle lagi sambil terus terkekeh geli.
"kau ini"
Bern menggeleng kan kepalanya, laki-laki itu Langsung naik ke atas kasur, merebahkan dirinya tepat di samping Belle.
"Mau aku ubah panggilan om dengan kata apa?"
Tanya Belle tiba-tiba sambil menatap bola mata Bern.
Laki-laki itu tampak diam.
Bern tampak berfikir.
"Panggilan Yang cukup bagus, tidak om, Daddy atau uncle"
Belle memunyungkan bibirnya.
"Dia tidak ingin terdengar tua"
Bern terkekeh.
"Baiklah, aku tua dan kamu masih begitu kecil"
Ucap bern cepat.
"Sangat kecil sekali, bahkan tidak lebih dari setengah tubuh ku saking kecilnya"
"Itu ukuran tubuh ku, tapi aku sudah dewasa kok"
__ADS_1
Protes Belle cepat.
"Belum, masih terlalu muda dan kecil"
"Ishh"
Belle mengerutkan bibirnya.
"Berhenti membuat ekspresi seperti itu, sangat jelek sekali sayang"
Bern bicara sambil menarik cepat hidung Belle.
"Om..jangan tarik hidung ku"
Rengek Belle kesal.
Laki-laki itu terkekeh.
"Bagaimana jika aku panggil my bee? bukankah terdengar lucu?"
Tanya Belle cepat.
"Panggilan apa itu? terdengar aneh"
Protes Bern.
"Tidak, itu terdengar cantik"
Belle membalik tubuhnya, menghadap ke langit-langit kamar sambil Tampak berfikir.
"Bern Belle jika di gabung akan jadi 2 B, tapi terdengar aneh saat aku panggil 2 B ku? jadi jika aku panggil My Bee terdengar begitu imut dan Indah kan?"
Saat Belle berceloteh soal penggabungan nama antara mereka berdua seketika Bern membeku, dia menatap dalam wajah Belle dari samping kanannya.
"Belle?"
"Masih tidak suka?"
Belle menoleh ke arah nya sambil mengulas Senyuman.
"Baiklah, aku akan..."
Belum sempat Belle melanjutkan kata-katanya, tiba-tiba kedua tangan Bern menyambar wajahnya, Bern merapat kan tubuh mereka dan sepersekian detik kemudian dengan gerakan cepat laki-laki itu menautkan bibir mereka, bergerak begitu lembut dan sangat dalam.
__ADS_1
Kau tahu sayang? tidak tahu kenapa tapi tiba-tiba aku begitu tergila-gila pada mu.
Bern.