Putri Perawan Milik Daddy Season 2

Putri Perawan Milik Daddy Season 2
Pertemuan tidak terduga


__ADS_3

Mama Kevin tampak berusaha mendengarkan penjelasan sang putra dengan seksama, berusaha menahan gemuruh di hatinya yang bercampur aduk menjadi satu.


Kevin pernah menikah dan memiliki seorang putri.


Jelas cukup membuat mommy nya terkejut bukan main. Apalagi kata nya putri Kevin Burja usianya sama seperti Belle. Dia fikir artinya saat pernikahan mereka terjadi usia Kevin benar-benar masih sangat muda sekali.


"Dimana perempuan yang kamu nikahi?"


Mama Kevin bertanya cepat, awalnya dia fikir itu dokter Asha, namun rupanya bukan.


Seketika Eden menggenggam erat telapak tangan mama nya.


"Maafkan aku ma, dia sudah meninggal setelah melahirkan Ailee"


Eden berusaha berkilah.


Semua keluarga besar Al Jaber dan faith Yildiz sudah sepakat untuk tidak menceritakan soal kebenaran dimasa lalu, anggaplah sebagai cerita yang memang harus tutup buku, cukup mengenang soal yang indah-indah perihal valentine dan tidak mengingat hal buruk lainnya di masa lalu.


Bagi mereka terlalu ada banyak sekali kenangan menyakitkan dimasa lalu yang memang tidak seharusnya untuk semua orang ingat, Mereka sepakat untuk mulai membuka lembaran baru di kehidupan mereka masing-masing, hidup berdampingan dan saling berpegangan tangan.


"Ah.."


Mama Eden terpekik kecil, menatap dalam bola mata sang putra dengan perasaan penuh kesedihan. Dia fikir bahkan di waktu koma nya, sang putra pun harus kehilangan orang yang dia cintai, bukan kah kehidupan putra nya terasa begitu sulit dan berliku dalam waktu yang begitu lama.

__ADS_1


Jika tuhan ingin memberikan Kevin kebahagiaan, dia fikir itu sudah sepantasnya menjadi bonus untuk Kevin saat ini.


"Lalu dimana cucu mama?"


Dia bertanya dengan perasaan bertalu-talu, merasa tidak sabaran untuk melihat gadis kecil itu.


Ketakutan eden jika sang mama mungkin tidak menerimanya jelas berbanding terbalik, sang mama begitu antusias dan berkata.


"Kaluarga kecil kita akan semakin bertambah"


Eden jelas mengembangkan Senyuman bahagia nya.


"Sebentar ma"


Ailee mulai menampakkan wajahnya secara perlahan, menatap Daddy nya sejenak dengan perasaan bercampur aduk menjadi satu, lantas secara perlahan langsung masuk dan berjalan menuju ke arah kasur rumah sakit dimana wanita yang boleh dipanggil nya grandma itu tengah duduk bersandar.


Seketika mama Eden berusaha untuk menelisik wajah Ailee yang mulai berjalan mendekati dirinya. Bagi nya Gadis itu punya beberapa kemiripan dengan putra nya.


Ailee berhenti tepat dihadapan wanita itu, mencoba duduk secara perlahan.


Mama Kevin dengan gerakan perlahan juga mencoba meraih wajah Ailee.


"Bola mata ini sangat mirip dengan mu, Kevin"

__ADS_1


Ucap sang mama dengan mata berbinar-binar, mengelus lembut wajah Ailee.


"Oh sayang, seharusnya aku tidak tidur dalam waktu yang begitu lama, agar bisa menggendong mu didalam dekapan ku di saat kamu masih bayi dulu"


Saat grandma nya berkata begitu, seketika Ailee menelan salivanya, bola mata nya tampak berkaca-kaca.


"Meskipun terlambat, grandma bisa memeluk ku saat ini"


Ucap Ailee diiringi jatuhnya air mata dari kedua pelupuk matanya.


Secepat kilat mama kevin memeluk sang cucu, kemudian mencium wajah Ailee dari kening, pipi, hidung hingga ke dagunya.


"Panjang umur dan sehat selalu sayang, jangan menangis untuk hal yang tidak penting hmm"


Grand ma nya menghapus pelan air mata Ailee, Eden ikut menghapus air matanya sendiri saat melihat pemandangan indah di hadapannya itu.


"Apa kamu dan Ailee sekolah dan kuliah ditempat yang sama?"


Pertanyaan sang grand ma Ailee seketika membekukan Ailee, begitu juga Eden.


Bagaimana cara menjelaskan nya? jika Ailee sudah menikah bahkan malah sudah mengandung cicit untuk sang grandma nya???


Oh ini akan menjadi penjelasan panjang lebar untuk Eden menyakinkan sang mama soal cucunya.

__ADS_1


__ADS_2