RaKhania

RaKhania
100 ~ Akhir Dari Segalanya


__ADS_3

Setelah satu malam Rakha dan Khayla kembali bersama, esok harinya Rakha membawa Khayla kembali ke rumahnya. Khayla disambut hangat oleh Liana dan juga Disha.


Mereka ikut bahagia melihat Rakha dan Khayla kembali bersama. Dan Khayla mendapat kejutan dari Rakha.


"Apa ini?" tanya Khay dengan wajah berbinar. Ia tahu jika Rakha pasti menyiapkan kejutan yang membahagiakan.


"Bukalah!"


Khay membuka kotak itu dengan perasaan gembira. Wajahnya menunjukkan pertanyaan yang ditujukan kepada Rakha.


"Itu adalah dokumen pernikahan kita. Aku sudah mengganti nama Khania menjadi namamu." terang Rakha.


Sungguh kebahagiaan tak terkira selalu dirasakan Khay saat ini. Ia langsung memeluk Rakha.


"Terima kasih. Terima kasih." ucap Khay berkali-kali.


"Harusnya aku yang berterimakasih. Kau sudah hadir di hidupku yang sempat gulita. Kau membawa pelita dalam hidupku." balas Rakha.


Tidak terasa bulir bening membasahi kedua pipi Khay.


"Mulai sekarang, aku akan membuatmu bahagia, Khayla..."


Khay mengangguk dalam dekapan Rakha. "Terima kasih."


"Kita akan menghadapi semuanya bersama." ucap Rakha.


Khay kembali mengangguk. Rakha dan Khay saling menyatukan kening mereka. Dalam jarak sedekat itu mereka saling tersenyum penuh kebahagiaan.


*


*


*


...PERINGATAN!...


...ADEGAN KEKERASAN!!!...


...HARAP BIJAK MENYIKAPI...


...*...


...*...


...*...


Hari ini Khania sudah di perbolehkan pulang oleh dokter. Dan sesuai dengan anjuran dokter, jika Ken lebih baik membawa Khania ke tempat yang suasananya lebih sejuk dan asri.


Ken menyewa sebuah villa yang jauh dari kota dan berudara bersih. Sesampainya disana, Khania merasa sangat senang. Pikirannya menjadi lebih rileks dan tenang.


"Terima kasih, Ken." ujar Khania.


"Tidak perlu berterimakasih. Sudah jadi kewajibanku untuk membuatmu nyaman." balas Ken.


"Maafkan atas sikapku yang dulu ya!"


"Kau tidak perlu meminta maaf. Aku sudah memaafkanmu sejak dulu."


"Setelah ini, bagaimana jika kita berjalan-jalan. Aku ingin mengelilingi tempat ini." pinta Khania.


"Iya, terserah kau saja." Ken mencoel hidung Khania dengan gemas.


Khania tertawa senang dan memeluk lengan Ken dengan erat.


Sementara itu, Khay mengunjungi Khania di villa yang di sewa oleh Ken. Namun saat Khay datang, Khania sudah tidak ada disana. Begitu juga dengan Ken.


Khay bertanya pada pelayan villa dan pelayan itu mengatakan jika Khania sedang berjalan-jalan dengan Ken. Khay langsung panik dan segera berlari keluar Villa.


Rakha yang ikut bersama Khay, ingin menghentikan tindakan Khay namun ternyata Khay berlari cukup kencang. Hingga akhirnya Rakha berhasil mencekal lengan Khay, dan memintanya berhenti.


"Khay! Mereka hanya berjalan-jalan di sekitar sini. Kau tidak perlu cemas."


"Tidak, Rakha. Mereka tidak hanya berjalan-jalan. Ada sesuatu yang aneh dengan kakakku sejak sebelum keluar dari rumah sakit."


"Apa maksudmu? Apa ini ada hubungannya dengan organisasi hitam?"


Khay menatap Rakha. "Aku tidak bisa menjelaskannya. Sekarang yang terpenting adalah kita menemukan mereka lebih dulu. Tolong bantu aku!"

__ADS_1


"Baiklah. Sebaiknya kita berpencar, Khay. Jika kau menemukan sesuatu, segera hubungi aku!"


"Iya. Kau juga."


.


.


.


"Khania, berhenti!"


"Ada apa, Ken?"


"Kita sudah berjalan terlalu jauh dari villa, sebaiknya kita kembali."


"Tidak, Ken! Aku tidak bisa kembali."


"Eh? Apa maksudmu?"


Khania menggeleng pelan.


"Sampai kapanpun aku tidak bisa kembali, Ken."


Secara tiba-tiba, Khania menodongkan senjata api kearah Ken.


"Maafkan aku, Ken. Aku tidak bisa kembali menjadi Khania yang dulu lagi."


Ponsel Khania bergetar. Sebuah panggilan dari Jonas. Khania menjawab panggilan itu.


"Ya?"


"Cepat lenyapkan dia, Jasmine!" perintah Jonas.


"Iya. Akan kulaksanakan!"


Ken masih diam di tempat. Ia menatap nanar wanita yang sedang menodongkan pistol kearahnya.


"Maaf, Ken."


DOOORRR!!!


"Kha..ni..a.." lirih Ken masih menatap Khania. Ken memegangi dadanya yang darahnya mulai mengucur.


"Cepat lenyapkan dia, Jasmine!!" suara Jonas masih tersambung di ponsel Khania.


"Aku sudah menembaknya, Prince."


"Tapi dia belum mati. Segera habisi dia!!!" teriak Jonas.


Khania kembali mengarahkan pistolnya kearah Ken. Air matanya tak dapat ia tahan lagi sekarang.


"Maafkan aku, Ken."


DOORRR!!!


Suara tembakan dari arah lain tepat tertuju pada senjata api yang di pegang oleh Khania, hingga membuat pistol yang ada ditangan Khania terlepas dari genggamannya.


Khania sedikit terkejut karena ternyata Khay datang dengan menodongkan senjata kearahnya. Jarak Khay memang tidak terlalu dekat dengan Khania dan Ken. Dan itu membuat celah untuk Khania agar bisa mengambil kembali senjatanya yang terjatuh.


Saat Khania sudah kembali mengambil senjatanya, hal tak terduga justru terjadi. Khay melepaskan tembakan kearah Khania dan tepat mengenai dada kiri Khania.


"Aakkhh!!!" Khania terpekik kesakitan. Tubuhnya pun mulai ambruk ke tanah. Ia memegangi dadanya yang mulai bersimbah darah.


Tubuh Ken yang sudah tak berdaya di tanah juga ikut berteriak ketika melihat tubuh Khania terjatuh.


"Tidak! Jangan Khay!!!" teriak Ken di sela-sela nafasnya yang memburu.


Meski tengah kesakitan, Khania kembali mengarahkan pistolnya kearah Ken.


"Tidak, Khay!!! Jangan!!!" pekik Ken karena melihat Khay yang juga mengarahkan senjata pada Khania.


DORRRR!!!


Satu peluru kembali bersarang di tubuh Khania. Dan membuatnya kini benar-benar kesulitan bernafas.


Ken mendekati Khania dan meraih tubuhnya.

__ADS_1


"Kha...ni...a... Ber...ta...han...lah.."


Mata Khania sudah berair. Nafasnya sudah tersengal. Begitu pula dengan Ken.


Sedangkan Khay masih mematung melihat dua insan yang sedang meregang nyawa. Hatinya sesak karena harus melakukan ini. Tapi ia tidak bisa membiarkan kakaknya melakukan kejahatan lagi.


Khay menghampiri dua orang yang saling bergandengan tangan dan tergeletak di tanah. Nafas mereka telah terhenti secara bersamaan.


"Halo, Jasmine!!! Halo!!! Apa yang terjadi? Cepat katakan padaku!!" suara Jonas masih terdengar di telepon genggam Khania.


Khay mengambil ponsel itu dan menjawab panggilan Jonas.


"Sudah berakhir, Jonas. Semuanya sudah berakhir..." ucap Khay dengan suara bergetar.


"Hah?!"


Dan di seberang sana terdengar bunyi sirine dari beberapa mobil anggota polisi dan juga ISS.


"Keluarlah, Jonas! Kau sudah dikepung!!"


Khay bernafas lega. Khay meletakkan ponsel Khania dan bersimpuh di depan kedua orang yang sudah tak bernyawa itu.


Khay berteriak dengan kencang.


"Aaaarrggghhhh!!!!" Khay menangis meraung-raung didepan kedua tubuh kakaknya dan Ken yang sudah terbujur kaku.


Rakha yang baru saja menemukan Khay, ikut tertegun menyaksikan pemandangan yang tak biasa ini. Rakha ingin sekali mendekati Khay dan menenangkannya. Namun ia ingin membiarkan istrinya itu sendiri dan menunggu dari kejauhan. Hatinya juga ikut sakit ketika melihat Wanita yang pernah dicintainya kini benar-benar pergi untuk selamanya.


.


.


.


Sementara itu, di sebuah gudang yang digunakan sebagai markas Black Jack, Jonas terperangah ketika melihat banyak anggota ISS dan polisi yang mengepung tempat itu. Jonas berusaha melarikan diri, namun dengan cepat Ray menghentikannya.


Sempat berkelahi dengan Ray, Jonas terjerembab dan terpojok. Lagi-lagi Jonas berbuat licik dengan mengingatkan Ray pada masa lalunya.


Jonas bicara tentang Zevanya untuk mengalihkan perhatian Ray. Mata Ray sudah memerah karena menahan amarah. Ia ingin menghabisi Jonas saat itu juga. Namun ia masih ingat jika Jonas harus dihukum secara adil, bukan dengan cara seperti ini.


"Aaarrrgggghhh!!!!" Ray berteriak frustasi karena Jonas terus membicarakan tentang Zevanya.


"Ba-jingan kau, Jonas!!!" Ray mengarahkan pistolnya tepat ke arah Jonas.


Rein yang baru datang melihat ketegangan diantara Ray dan Jonas. Rein berteriak agar Ray tidak menembak Jonas.


Namun terlambat, Ray sudah dikuasai amarah dan dendam atas kematian Zevanya. Kini ia akan membalaskan semua dendam itu.


Suara tembakan bertubi-tubi terdengar. Tubuh Jonas ambruk dengan luka tembak di sekujur tubuhnya.


Rein menutup mata seakan menyesali tindakan yang dilakukan putranya. Namun semua sudah terjadi. Dan semua sudah berakhir.


...***...


...S E L E S A I...


...***...


*Catatan author*


Halo readers kesayangan mamak, pertama2 mamak ucapkan terimakasih utk kalian yg sudah mengikuti cerita halu ini dari awal sampai akhir, yg memang kubuat cerita ini terinspirasi dari beberapa part detektif Conan, Lalu opera sabun bollywood, dan tentunya karangan halu mamak sendiri 😁😁


Sekedar cerita, sebenarnya utk kisah Rakhania ini ingin nya kubuat season 2 dengan tokoh anak2 mereka, tapi aku masih bingung apakah akan dilanjut disini, di novel ini atau kubuat novel baru. Boleh deh readers kasi saran di kolom komentar.


Sekali kali kuucapkan banyak2 terimakasih atas dukungan like, komen, gift, vote. tanpa adanya kalian apalah aku 😊😊


Yg suka dgn karya2 yg kubuat silakan mampir di lapak mamak yg lain disini. Utk yg suka cerita roman dewasa, mari mampir di Raanjhana πŸ˜€ yg masih on going.


dan utk pecinta Rakha dan Khayla, akan ku post extra part setelah ini.


Jaga kesehatan kalian selalu ya!


😷😷😷


sampai jumpa di karya yg lain...


See You...

__ADS_1


😘😘😘


__ADS_2