
Halo readers kesayangan mamak, RaKhania is back! Don’t forget to leave
Like and Comments. Thank You.
*Happy Reading*
Khay seharian ini
sibuk mencari petunjuk penting yang ada di kamar Khania. Dengan dibantu oleh
Ray, Andre dan Rein, mereka menelusuri tiap jengkal sudut di kamar apartemen
Khania.
Setelah sekitar satu
jam berkutat, akhirnya intuisi Andre yang jarang meleset berhasil menemukan
sesuatu di balik lukisan yang ada di dinding kamar. Andre melepas lukisan itu
dan melihat ada sebuah brankas rahasia yang tertanam di dinding.
“Ini…? Tidak
mungkin!” ucap Khay tidak percaya.
“Kupikir hal-hal
semacam ini hanya ada di film-film saja.” Sahut Ray.
“Film juga kadang
diambil dari kisah nyata, Ray.” Balas Andre.
“Lalu, bagaimana cara
membukanya?” Tanya Khay.
“Ndre, apa kau bisa
membobol angka kombinasi brankas ini?” Tanya Rein.
“Bisa, Paman. Tapi
butuh waktu. Atau… Kau ingin mencobanya Khay?”
“Eh? Aku?” Tanya Khay
dengan menunjuk dirinya.
“Iya, kau sangat
dekat dengan Khania. Mungkin saja kau tahu angka penting apa yang disimpan oleh
Khania.” Tambah Rein.
Khay menatap ketiga
pria itu secara bergantian. Ia mengingat-ingat apakah kakaknya menyembunyikan
angka special. Hanya satu yang terlintas di benak Khay. Tanggal lahir Rakha. Ia
akan memulai dengan itu.
Khay maju dan menekan
empat angka. Salah. Bukan itu kodenya. Khay mengerutkan dahi.
“Apa mungkin itu
mudah ditebak? Sepertinya Kak Khania bukan orang yang mudah.” Batin Khay.
“Ya sudah, jangan
__ADS_1
dipaksakan Khay. Paman mengerti posisimu. Andre, cepat kau kerjakan cari kode
kombinasinya.” Perintah Rein.
“Baik, Paman.”
Khay menunggu dengan
tetap mengutak atik laptopnya. Ia masih mencari tahu tentang Imoogi. Ia harus
mencari lebih banyak info lagi tentang itu.
Sementara itu, di
sebuah ruangan kerja yang cukup tertutup dan tidak sembarang orang bisa masuk
kesana. Seorang bos sedang mengutak atik laptopnya. Sepertinya semua orang
sedang sibuk dengan semua pekerjaannya.
“Lapor, Bos!” ucap
seseorang menghampiri bos tersebut.
“Iya, ada apa?”
“Sepertinya kita akan
kedatangan tamu, bos.”
“Oh ya? Siapa?”
“Reinaldi Anderson.
Kepala polisi yang terkenal itu.”
“Ooh, sangat
mengejutkan. Dia pasti datang untuk membantu gadis itu, benar ‘kan?”
“Good. Awasi terus. Dan kita harus siap bertemu dengan mereka. Aku
yakin gadis itu akan tercengang mengetahui kenyataan yang sebenarnya…”
“Siap, Bos!!”
.
.
.
.
.
Setelah berkutat
cukup lama dengan alat-alat andalannya, Andre akhirnya berhasil mengetahui
angka kombinasi brankas milik Khania. Ia langsung menekan kode angka yang ia
dapatkan dan secara tidak terduga brankas itu bisa dibuka.
JRENG! JRENG!
Semua mata tertuju
pada isi brankas. Mereka berempat membelalakkan matanya.
“I-Itu ‘kan…” Khay
tidak mampu melanjutkan kata-katanya.
__ADS_1
Andre mengambil
barang yang ada didalam brankas. “Ini adalah ponsel dan sebuah buku harian. Ada
juga sebuah memory card.” Jelas Andre.
“Ini adalah ponsel
kak Khania?” ucap Khay dengan menatap semua orang. “Lalu ini… buku harian kak
Khania? Lalu yang dulu kutemukan bersama Ray, apa itu?” Khay terlihat bingung
dengan situasi ini.
“Nak, sebaiknya kau
baca dulu buku harian kakakmu itu.” Perintah Rein.
Tanpa ragu lagi Khay
membuka buku itu dan membaca halaman pertama buku itu. Ada gambar Imoogi di
lembar pertama buku harian itu. Khay membulatkan mata, lalu mulai membaca.
“Aku bertemu
dengannya beberapa bulan setelah lulus kuliah. Kesan pertamaku tentangnya, dia
adalah pria yang baik. Entah kenapa aku terpesona padanya, dan sepertinya aku
jatuh cinta pada pandangan pertama padanya. Namanya adalah Jonas. Selama ini
aku tidak pernah mengenal pria sedekat ini. kehangatan yang dia tunjukkan
membuatku terlena. Aku mengikuti keinginannya untuk pindah ke Kota M. dan
memang benar, impianku ada disana. Aku ingin sekali mengadu nasibku kesana. Dan
takdir memang membawaku kesana.
Tapi, ada syarat yang
harus kupenuhi pada Jonas. aku harus ikut masuk ke organisasi. Awalnya aku
tidak mengerti apa itu organisasi yang Jonas maksud. Namun ternyata sekali kita
masuk kesana, kita tidak akan bisa keluar. Bayangan kebahagiaan bersama Jonas
begitu nyata bagiku, hingga aku pun menuruti apa kemauannya. Dengan bergabung
bersama organisasi, itu berarti aku juga harus memiliki tanda seperti anggota
yang lain, yaitu memiliki tato Imoogi di bagian tangan kananku.”
Khay berhenti
membaca. Rasanya dadanya mulai sesak untuk melanjutkan kisah kakaknya.
“Khay, kau tidak
apa-apa?” Tanya Ray khawatir.
Khay hanya mengangguk
dan melanjutkan membaca lembaran berikutnya.
#bersambung
“Maaf baru UP,
kemarin dapat kabar kalo NT error jadi akhirnya mamak UP besokannya aja. Semoga
kalian tetap setia menunggu mamak ya!
__ADS_1
Kisah nyata Khania
akan mulai terbongkar. Ayo tuliskan komen kalian ttg kisah selanjutnya, hehehe.”