
Halo readers kesayangan mamak, RaKhania is back! Don’t forget to leave
Like and Comments. Thank You.
*Happy Reading*
Rakha masih memikirkan sikap aneh Khania kepadanya. Ia tak
bertemu lagi dengan kekasih hatinya itu karena hingga pukul tujuh malam ia
sibuk bersama Dika menemui beberapa klien. Dan kini, sudah dirumahpun ia masih
harus berkutat di ruang kerjanya.
Tok tok tok. Sebuah ketukan membuat dirinya tersadar dari
lamunannya.
“Masuk!” jawab Rakha.
“Sayang, apa kau sangat sibuk?” Tanya Liana sambil membawa
secangkir teh untuk Rakha.
“Tidak kok, bu. Hanya mengecek beberapa dokumen saja.”
“Kau sudah makan?”
“Sudah, tadi bersama Dika.”
“Kau jangan terlalu memaksakan dirimu, nak.”
“Tidak, bu. Ini sudah menjadi tanggung jawabku sebagai anak
tertua di rumah ini. Oh ya, apa ibu sudah bicara pada Rich agar mau bergabung
dengan perusahaan?”
“Sudah. Tapi sepertinya Rich memang tidak tertarik dengan
perusahaan. Ia hanya meminta modal darimu untuk memulai usahanya sendiri.”
“Huh, dasar anak itu! Kapan dia bersikap dewasa? Maunya ingin
senang-senang terus.”
“Jangan dipikirkan. Ibu yang akan menasehati Rich.” Liana mengelus
puncak kepala Rakha.
Rakha terlihat ingin mengatakan sesuatu namun ragu. Liana tahu ada
gelagat aneh dari putra sulungnya itu.
“Ada apa? Apa ada yang ingin kau katakan pada ibu?”
“Ummm, ibu… sebenarnya ada sesuatu yang ingin kusampaikan.”
“Soal apa? Katakan saja! Ibu selalu siap mendengar ceritamu.”
“Aku sudah menemukan gadisku, bu. Gadis yang kucintai yang
__ADS_1
selama setahun ini menghilang.”
Liana Nampak terkejut. Tapi ia berusaha mendengarkan cerita
putra sulungnya itu. Selama ini Rakha selalu menurut padanya, dan tak pernah
membantah.
“Bu, Khania telah kembali. Aku… masih sangat mencintainya.”
“Sayang…”
“Bu, aku sudah bicara pada Disha untuk membatalkan
pertunangan kami.”
“Rakha!” suara Liana mulai naik.
“Tapi Disha menolak. Dia tetap ingin melanjutkan pertunangan
kami meski tahu aku tidak mencintainya. Ibu, kumohon bicara dengannya agar dia
mau membatalkan pertunangan kami.”
“Tidak, Rakha. Kenapa kau harus kembali pada gadis itu? Dia sudah
meninggalkanmu selama ini, kenapa kau masih mau menerima dia?”
“Karena aku hanya mencintai dia. Lagi pula, dulu ibu sangat
dekat dengannya. Aku yakin sekarang pun ibu bisa kembali dekat dengannya.”
Liana hanya menatap sendu putra sulungnya itu. “Tidak
juga dua perusahaan. Apa kau sanggup menerima kemarahan Alan jika kau tidak
jadi menikahi putrinya?”
“Lagipula Disha juga tidak mencintaiku, Bu. Untuk apa kami
pertahankan pertunangan ini jika hanya akan menyakiti kami berdua.”
“Apa maksudmu, nak? Apa kau tidak bisa melihat hati Disha,
nak? Dia sangat mencintaimu, Rakha.”
“Tapi dia bilang….”
“Itu karena kau sudah lebih dulu mengatakan jika kau
mencintai wanita lain. Seharusnya kau pikirkan dulu sebelum kau bertindak, nak.
Kalian sudah berteman sejak lama. Ibu tidak mau kau membuat Disha terluka hanya
karena gadis dari masa lalumu.” Setelah berucap panjang lebar, Liana pergi dari
ruang kerja Rakha. Ia memijat pelipisnya pelan mendengar pengakuan jujur dari
putra kesayangannya itu. Jika menyangkut tentang Khania, Rakha rela jadi
pembangkang pada ibunya.
__ADS_1
.
.
.
.
.
Liana mendapat panggilan telepon dari seseorang, lalu segera
pergi dengan mengendarai mobilnya. Meski sudah hampir larut malam, ia terpaksa pergi
karena ada urusan mendesak. Liana menuju ke sebuah kafe yang sudah disebutkan
oleh si penelepon.
Sekitar lima belas menit, Liana tiba di kafe itu dan segera
menuju ke ruangan khusus. Liana duduk berhadapan dengan seseorang.
“Bagaimana? Apa kau sudah dapat informasinya?” Tanya Liana
pada seorang pria.
“Sudah, bos. Seperti yang pernah kukatakan sebelumnya, jika
gadis ini sangatlah berbeda dengan gadis tiga tahun lalu. Dan ternyata memang
benar.” Jelas pria itu.
“Lalu? Siapa sebenarnya gadis ini?”
Pria itu menyerahkan beberapa lembar foto pada Liana. Liana mengambil
foto tersebut dan melihatnya.
“Hah? Kembar?” ucap Liana tercengang.
“Iya, bos, mereka kembar.”
“Tapi kenapa selama ini kita tidak mengetahuinya?”
“Karena gadis itu menutupi keberadaan kembarannya.”
“Hmmmm, menarik. Lalu siapa nama gadis yang sekarang menempati
apartemen milik saudara kembarnya dan menyamar menjadi kembarannya?” Liana
tersenyum menyeringai.
“Khayla. Khayla Anjani. Dia seorang detektif di Kota D.”
“Apa? Detektif?”
Liana Nampak bersedekap sambil berpikir. “Ada kemungkinan
jika dia menyamar menjadi kembarannya untuk menyelidiki kasus itu.” Batin Liana.
#bersambung….
__ADS_1
oke, sepertinya mamak khilap nih sampek up 3 part. karena emang mamak orangnya spontan (uhuuuy) jadi yaaaa gitu deh.
masih penasaran dengan yg terjadi? tebak2an dulu aja deh ya, heheheh