
*Flashback*
Ken menajamkan pendengarannya saat suara Khania mulai terdengar sedang menerima panggilan telepon yang diduga adalah dari Jonas. Tanpa Khania sadari, Ken sudah memasang alat penyadap di kamar Khania. Sejak Khania bertingkah aneh dengan tak mau menerima obat dari dokter, Ken sudah menduga jika anggota organisasi menemui Khania dan menyuntikkan obat pada tubuh Khania.
Tentu saja Ken sangat hapal dengan efek apa saja dari obat-obatan yang diproduksi oleh organisasi. Ken tahu jika Jonas akan kembali merekrut Khania setelah Irish ditangkap.
Ken membicarakan hal ini bersama dengan Khay dan yang lainnya. Ken akan tetap berpura-pura jika ia tak mengetahui keanehan pada diri Khania.
"Jonas ingin melenyapkanmu, apa kau yakin kita akan tetap menjalankan misi ini?" tanya Khay yang cemas dengan keadaan Ken.
"Kau percaya padaku, 'kan?" Ken meyakinkan Khay.
"Tapi, untuk melakukan misi ini, hanya anggota ISS saja yang bisa. Khay, Ray, apa kalian bersedia untuk menjadi bagian dari kami?" tanya Liana.
Khay saling pandang dengan Ray. Lalu menatap Rein.
"Bagaimana Paman?" tanya Khay pada Rein.
"Jika kau yakin, paman akan mendukungmu. Kalian memiliki bakat dalam hal ini. Terima saja!" balas Rein.
Ray dan Khay nampak berpikir. Tidak akan ada kesempatan lain lagi untuk bisa berkarir di ISS. Khay dan Ray mengangguk mantap.
Satu hari setelah resmi menjadi anggota ISS, Khay dan Ray membuat rencana untuk mengepung markas Jonas. Karena Ken sudah menyadap telepon genggam yang milik Khania, membuatnya mudah untuk melacak keberadaan Jonas tanpa diketahui oleh Doc maupun Jonas.
Ken sebenarnya tahu jika Doc beberapa kali mengunjungi Khania, tapi ia tak menampakkan raut wajah curiga sedikitpun.
Hingga akhirnya rencana untuk membawa Khania ke villa tercetus dan Khay menentangnya.
"Kakakku ingin membunuhmu, bagaimana jika kau benar-benar terluka?"
"Tidak, Khay. Kau tahu kan aku adalah orang yang kuat. Aku pasti bisa menahannya hingga bantuan datang." Ken terus meyakinkan Khay.
Khay tidak suka dengan rencana Ken ini, tapi Ken bersikeras jika dirinya sanggup melakukannya.
.
.
.
Dan disinilah mereka kini, menatap dua gundukan tanah yang berisi dua tubuh kaku manusia tak bernyawa. Tangis Khay sudah tak lagi pecah saat menatap kakak dan rekan kerjanya telah terbaring dengan tenang. Mereka bisa bersama-sama sekarang.
Rakha memegangi lengan Khay. Ia mengira jika istrinya akan ambruk atau menangis histeris. Namun kesedihan sudah hilang dari wajah Khay. Hanya raut kekecewaan yang ada disana. Khay kecewa karena semua harus berakhir seperti ini. Tragis.
Di sisi makam, Liana terus menangis dengan memanggil nama Ken yang sudah dianggap seperti putranya. Disha setia menemani ibunya dengan menguatkan hatinya.
Ray hanya terdiam. Ia pun menyesali telah menembak mati Jonas. Tapi semua itu sudah terjadi. Itu adalah hukuman yang pantas untuknya.
James menaburkan bunga diatas makam Ken dan Khania. Pria tua itu tak akan bisa lagi melihat kejahilan yang dilakukan oleh Ken.
Semua orang tertunduk sedih dan memanjatkan doa untuk orang-orang yang sudah meninggalkan dunia ini. Satu persatu mereka pun meninggalkan makam Khania dan Ken.
Tersisa Khay yang masih ingin disana.
"Terima kasih. Terima kasih karena sudah memberiku kesempatan untuk merasakan cinta dan dicintai. Maaf jika semua harus berakhir seperti ini. Maafkan aku, Kak..."
Air mata Khay akhirnya luruh juga dipusara kakak kembarnya. Ia tertunduk lesu dengan deraian air mata yang terus mengalir.
.
.
*Memory of Ken and Khania*
"Apa kau punya rahasia?" tanya Khania.
__ADS_1
"Tentu saja." jawab Ken.
"Baiklah. Bagaimana jika kita saling mengungkapkan rahasia." usul Khania.
"Baiklah. Apa rahasiamu?" tanya Ken.
"Kau sendiri? Kau katakan lebih dulu." jawab Khania.
"Baik. Aku adalah seorang agen rahasia."
"Hah?! Kau serius?!"
"Tentu saja. Lalu kau? Apa rahasiamu?"
"Aku... memiliki saudara kembar."
"Kembar? Benarkah? Wajah kalian sama?"
Khania tertawa. "Tentu saja."
"Ceritakan seperti apa kembaranmu itu?"
"Dia adalah gadis yang baik. Walau sedikit bar-bar tapi aku tahu hatinya sangat baik. Aku berharap dia tidak akan tersesat seperti aku. Dia akan menjadi wanita yang hebat suatu saat nanti."
"Kau sangat menyayanginya?"
"Sangat. Aku sangat menyayanginya."
"Aku juga menyayangimu, Khania. Dan akan selalu begitu..."
Khania hanya membalas dengan seulas senyum di bibirnya.
.
.
.
Disebuah rumah sakit ibu dan anak, dua orang wanita sedang berjuang meregang nyawa dan berjuang untuk memberi kehidupan pada benih yang selama sembilan bulan berada dalam kandungan.
"Tarik nafas! Hembuskan! Dorong yang kuat ya, Bu..." seorang dokter dan bidan sedang mengarahkan seorang wanita yang akan melahirkan.
Sang suami yang setia mendampingi ikut merasakan betapa beratnya seorang wanita saat melahirkan buah cinta mereka. Bahkan si suami ikut mengejan kala merasakan cengkeraman erat ditangannya.
Setelah berjuang selama kurang lebih satu jam, suara tangis bayi terdengar dengan merdu. Dan ternyata suaranya saling bersahutan dengan kamar bersalin yang berada di sebelahnya.
"Selamat Pak, bayinya perempuan." seorang perawat menunjukkan bayinya pada Rakha.
"Selamat Pak, bayinya laki-laki." perawat lainnya berujar pada Dika.
Dan para orang tua yang menunggu di depan ruang bersalin pun ikut bersorak gembira.
"Akhirnya kita memiliki cucu..." ucap Liana pada Amara.
Rakha dan Dika keluar bersamaan dari ruang bersalin berbeda dengan membawa bayi mereka masing-masing. Kedua bayi berbeda jenis kelamin itu disambut meriah oleh para kakek dan neneknya.
Setelah pulih kedua wanita yang baru saja menjadi ibu itu dibawa ke kamar perawatan. Khay sangat ingin melibat bayi cantiknya. Begitu juga dengan Disha yang ingin segera menggendong bayi tampannya.
"Kalian akan memberikan nama apa untuk bayi kalian?" tanya Liana yang senang mendapat sepasang cucu dari anak-anaknya.
Mereka di tempatkan di kamar rawat yang sama dan membuat kamar itu terasa penuh.
Khay menatap Rakha. "Aku ingin memberinya nama... Khania..." ucap Khay lalu menciumi bayi mungilnya.
Amara terharu mendengar penuturan putrinya itu.
__ADS_1
"Meski dulu kakakku memilih jalan yang salah, aku berharap dengan nama yang tersemat padanya, Khania putriku menjadi orang yang lebih baik dari Khania terdahulu."
Rakha memeluk Khay dan memberinya kecupan di puncak kepala Khay.
"Suamiku, jika boleh, aku ingin memberi nama putra kita dengan nama Ayah. Apakah boleh?" kini Disha berucap.
"Harapan yang sama dengan Kak Khayla, akan kusematkan pada putraku, Alan. Aku berharap dia menjadi orang hebat dan baik." Disha menitikkan air mata kala mengingat tentang ayah yang sudah mengasuhnya.
Sementara itu jauh di negeri seberang, Ray sedang melaksanakan tugas dari ISS. Sejak masuk kedalam jajaran keanggotaan ISS, Ray dipercaya memimpin kelompok agen ISS untuk menyelidiki ******* internasional.
Ponsel Ray berdering, sebuah panggilan dari ayahnya.
"Halo, Ayah..."
"Bagaimana kabarmu, Nak?"
"Aku baik. Ada kabar apa disana?"
"Khayla sudah melahirkan."
"Benarkah?"
"Seorang putri."
"Siapa namanya?"
"Khay memberinya nama seperti nama kakaknya."
Tanpa bisa dilihat oleh Rein, Ray menyunggingkan senyum di bibirnya.
"Khania. Nama yang bagus." gumam Ray yang kini berada di teriknya gurun pasir.
...***...
...Sampai Jumpa lagi di Season 2...
...***...
Hai genks, finally season ini telah selesai, Terima kasih sekali lagi untuk dukungan kalian selama ini ππ
Sekedar info, cerita ini rencananya masih akan kulanjut, tapi belum tahu kapan startnya, hehehe.
Jika berkenan, jangan buru2 unfav dulu, siapa tahu tiba2 nongol part baru, hehehe
...*/*...
Genks, Mamak pengen adain give away buat kalian para pecinta RaKhania,
caranya gampang aja sih,
1. Bagaimana kesan kalian tentang cerita ini? apakah menghibur atau membuat tegang, atau penasaran di tiap partnya?
Contoh: aku senang dengan cerita bergenre agak misteri karena penuh kejutan dan bikin penasaran.
2. Beri komentar kalian tentang siapa sih tokoh yg kalian sukai di cerita ini, tidak harus tokoh utama juga bisa ya.
Misal: AKu suka dengan Ken, karena dia selalu punya kejutan yg penuh rahasia dan rencana yg keren. Dan bla bla bla bla....
Rules: 1 orang hanya bisa komen di 1 pertanyaan ya.
Contoh: Pilih No.1, lalu isi dengan komen kalian.
Dua orang dengan komen terbaik akan mendapat pulsa masing2 25k.
Ditunggu komen kreatifnya hingga tanggal 31 Agustus 2021ππ
__ADS_1
pemenang akan diumumkan tanggal 2 September 2021 di lapak ini.
...Terima kasih ...