RaKhania

RaKhania
RaKhania ~ 018


__ADS_3

...Halo readers kesayangan mamak๐Ÿ‘‹๐Ÿ‘‹๐Ÿ‘‹ Rakhania is back! Dont forget to leave Like ๐Ÿ‘ and comments ๐Ÿ˜˜...


...*happy reading*...


"Apa kau yang bernama Khania?" tanya Disha dengan melirik ke arah Khay dan Rakha. "Benarkah Rakha? Jadi dia adalah Khania?"


Khay hanya menatap bingung ke arah Disha dan juga Rakha bergantian.


"Kenapa kau bertanya soal Khania? Iya benar, dia adalah Khania, sekretarisku dan juga...Kekasihku!" jawab Rakha tegas dengan memandangi Khay.


Khay melototkan matanya ke arah Rakha.


Kenapa dia bicara begitu di depan tunangannya sendiri? Apa yang akan terjadi setelah ini? Apa aku akan di serang oleh Disha seperti adegan dalam drama-drama televisi?


Khay mulai panik karena Disha ternyata menghampirinya sedangkan Rakha hanya diam melihat Disha menghampiri Khay.


"Aku senang akhirnya bisa bertemu denganmu, Khania..."


Tanpa bisa Khay prediksi ternyata Disha malah memeluknya. Khay amat terkejut dengan sikap Disha.


Gadis ini memelukku? Dia bersikap baik apakah hanya berpura-pura atau...


"Ayo kita makan siang bersama! Rakha, boleh kan aku mengajak sekretarismu ini makan siang?" pinta Disha dengan manja.


Rakha hanya menjawab dengan anggukan. Disha amat senang dan langsung merangkul tangan Khay lalu membawanya keluar dari ruangan Rakha.


Dika yang melihat kebersamaan Disha dan Khay hanya bisa mengerutkan kening.


"Bos, bukankah tadi adalah Disha dan Khania? Bagaimana mereka bisa pergi bersama?"


"Mereka akan makan siang bersama." jawab Rakha santai.


"Bos! Bagaimana jika nanti mereka..."


"Tidak akan! Disha tidak akan melakukan hal yang membuat dirinya dinilai buruk oleh orang lain."


Dika hanya bisa menatap Rakha tak percaya.

__ADS_1


.


.


Sementara itu, Disha mengajak Khay makan di kantin kantor itu. Beberapa orang nampak membicarakan mereka. Pastinya mereka aneh dengan pemandangan yang ada didepan mereka.


Disha adalah tunangan Rakha, dan Khay diduga adalah kekasih gelap Rakha.


"Khania, kau ingin makan apa?" tanya Disha.


"Hmm, apa saja. Aku bisa memakan makanan apa saja." jawab Khay cepat karena risih dengan pandangan sekitarnya.


"Baiklah, aku pesankan saja gulai kepala ikan kakap, bagaimana? Kau suka?"


"Yeah, boleh."


Tak lama pesanan mereka pun datang. Khay makan dengan lahap dan tak berani menatap Disha. Sungguh dia merasa bersalah pada gadis baik hati ini. Bisa Khay lihat Disha memang orang baik dan dia tak punya niat jahat. Tapi yang masih membingungkan adalah... Dia tak bertanya apapun tentang hubungannya dan Rakha.


Usai makanan mereka berdua telah tandas, Disha mulai bicara pada Khay.


"Aku sudah sering mendengar tentangmu dari Rakha."


"Kau tidak perlu terkejut begitu. Aku dan Rakha selalu bicara terbuka soal hal apapun."


"Oh, begitu..." Khay berusaha bersikap senormal mungkin di depan Disha.


"Kalau begitu, mulai sekarang kita berteman." Disha mengulurkan tangannya.


Khay menyambut uluran tangan Disha.


"Baiklah, waktu istirahat siangku sudah habis. Aku harus segera pergi. Sampai jumpa lagi, Khania." Disha berpamitan dengan bercipika cipiki.


,,,


,,,


,,,

__ADS_1


,,,


-Apartemen Khania-


"Aku bingung Ray kenapa Disha bersikap ramah padaku..." cerita Khay tentang rutinitasnya hari ini.


Sedari tadi Ray sibuk mengotak-atik laptopnya.


"Coba kau lihat ini!" Ray menunjukkan laptopnya ke arah Khay.


"Ini adalah informasi tentang Disha Thariq. Dia adalah putri tunggal dari konglomerat nomor satu di kota ini, Alan Thariq. Ayahnya bekerja sama dengan perusahaan milik Rakha dan memiliki saham terbesar disana. Sifatnya manja namun dia gadis yang mandiri. Dia berhasil menjadi supermodel di kota ini dan meraih penghargaan di luar negeri. Hasil jerih payahnya sebagian di sumbangkan untuk beberapa yayasan di kota ini dan beberapa kota disekitar sini. Dia juga dikenal dengan sifat keramahannya pada semua orang. Mungkin itu sebabnya dia juga ramah padamu." jelas Ray panjang lebar.


"Tapi, dia tahu jika kakakku adalah kekasih tunangannya dan dia diam saja. Dan yang lebih aneh adalah hubungan Rakha dan kakakku tidak pernah diketahui publik."


"Apa kau tahu apa alasannya?" tanya Ray mencoba menyelidik.


"Kakak menulis di buku hariannya jika dialah yang meminta Rakha untuk menyembunyikan hubungan mereka dari publik. Tapi, keluarga Rakha tahu tentang kakakku, dan bahkan mereka sudah pernah bertemu dengannya."


"Apa... Aku boleh membaca buku harian milik Khania?" Ijin Ray.


"Tidak! Ini adalah buku harian seorang gadis. Kaum pria tidak etis membacanya." Khay langsung mendekap buku harian milik Khania.


"Apa kau tidak merasa ada yang aneh, Khay?"


"Hmm, benar. Sepertinya ada sesuatu yang disembunyikan oleh kakakku." Khay nampak menopang dagu memikirkan tentang Khania.


Benar Khay, ada yang disembunyikan oleh Khania. Dan kau harus menemukannya sendiri. Aku tidak bisa memberitahumu. Kali ini, kau harus menemukan jawabannya sendiri. Batin Ray sambil menatap Khay.


,


.


#bersambung...


"Apa yang disembunyikan hati, tak bisa selamanya kau tutupi,


Tapi untuk melihatnya, kau juga harus melihatnya dengan

__ADS_1


Hati..."


__ADS_2