RaKhania

RaKhania
RaKhania ~ 090


__ADS_3

Liana duduk disamping brankar Khania dan menatapnya sendu. Sungguh ia tidak ingin gadis didepannya ini harus terpejam terus menerus meski dulu ia sempat membencinya. Tidak banyak alat yang menempel di tubuh Khania seperti dulu. Hanya sebuah infus dan selang pernafasan di hidungnya.


Menurut dokter, sedikit rangsangan saja bisa membuat Khania kembali tersadar. Liana akan mencoba mengingat kenangan hubungan mereka di masa lalu yang cukup dekat hingga akhirnya Liana mengetahui jika Khania memiliki maksud tersembunyi pada putranya.


"Khania..." sapa Liana yang pastinya tidak akan di sahuti oleh si pemilik nama.


"Maaf jika aku pernah membencimu. Aku hanya tidak suka karena kau mempermainkan putraku. Tapi aku juga berterima kasih padamu. Karena pengorbananmu, Rakha bisa selamat. Meski aku tahu kau mengalami hal yang berat karena itu..."


Liana menjeda kata katanya.


"Andai saja dulu aku tidak menculikmu di malam itu, apa semua akan berbeda, Khania? Apa kau bisa mencintai putraku dengan tulus?"


"Kau tahu, adikmu sangat berbeda darimu. Dia sekarang sudah menjadi istri Rakha. Apa kau bisa memberi restu padanya? Mereka saling mencintai. Meski yang Rakha tahu, Khayla adalah kau. Kau sendiri tahu bukan, aku sangat menyayangi Rakha walaupun dia bukan anak kandungku."


Liana tidak melihat ada rangsangan yang berarti dari ceritanya pada Khania.


"Aku berharap agar kau segera bangun. Dan kita selesaikan semuanya. Kau harus membawa kami kedalam organisasi. Hanya kau harapan kami, Khania..."


Liana meraih tangan Khania dan menggenggamnya.


"Kumohon bangunlah, Khania. Kumohon!"


Liana tidak merasakan pergerakan apapun di tangan Khania. Meski begitu, ia tahu jika Khania bisa mendengarnya.


Usai mengungkapkan semuanya, Liana keluar dari kamar Khania. Ia menyeka air matanya yang tiba-tiba menetes. Tentu saja nalurinya sebagai seorang ibu merasakan kepedihan saat melihat Khania terbaring lemah di rumah sakit.


Sepeninggal Liana, tanpa diduga jari jemari Khania mulai bergerak lemah. Dahinya berkerut seakan mengingat memori masa lalunya yang melintas dalam pikiran bawah sadarnya.


*


*


*


Malam itu, saat Khania sudah siap dengan gaun malamnya berwarna hitam untuk menghadiri perayaan ulang tahun yayasan tempatnya bekerja, beberapa orang berpakaian serba hitam menghampirinya.

__ADS_1


"Nona Khania, silahkan ikut dengan kami."


Tanpa menolak, Khania masuk kedalam mobil yang sudah mereka siapkan.


"Hah?!" Khania terkejut karena mendapati ia tak sendiri didalam mobil.


"Ibu Liana?" Khania menyapa dengan sopan wanita yang adalah ibu dari kekasihnya.


"Halo, Khania. Kau nampak sangat cantik. Jalankan mobilnya!" perintah Liana pada si supir. Sementara orang-orang berpakaian hitam tadi masuk kedalam mobil lainnya yang ada dibelakang.


Tidak banyak obrolan yang terjadi antara Liana dan Khania. Tapi Khania sudah bisa menduga jika rencananya untuk melenyapkan Rakha tidak akan berhasil. Khania hanya pasrah.


Begitu tiba di gedung yayasan, Liana turun dari mobil dan memerintahkan anak buahnya untuk membawa Khania ke markas mereka. Liana tidak akan menyakiti Khania. Ia hanya ingin Khania tidak mengggangu jalannya pertunangan antara Rakha dan Disha.


Mobil pun kembali melaju. Satu orang pria memakaikan penutup mata untuk Khania. Selama perjalanan, Khania tidak bisa melihat apapun. Tangannya pun mulai di ikat.


Namun secara tiba-tiba, ada sebuah mobil yang menabrak mobil yang membawa Khania. Mobil itu oleng dan menabrak pembatas jalan.


Khania merasa kesakitan. Ia berusaha keluar dari dalam mobil. Supir dan orang yang duduk disebelahnya, telah jatuh pingsan.


Begitu keluar dari dalam mobil, tangannya di tarik oleh seseorang. Khania meringis kesakitan. Orang itu membuka penutup mata dan ikatan ditangan Khania.


"Aku tahu kau pasti akan menolongku. Terima kasih. Doc, orang-orang itu adalah anggota ISS. Kita harus segera pergi dari sini sebelum mereka terbangun." ucap Khania dengan menunjuk mobil yang sudah ringsek menabrak pohon.


"Hmm..." Doc hanya membalas datar dengan dehaman.


"Ayo, Doc. Kita pergi. Atau kau ingin menghabisi mere..."


JLEB!!!


"Aakkhhh!!!" Khania merintih sakit karena sebuah jarum suntik menembus ceruk lehernya.


"Tinggal begitu saja apa susahnya, Doc. Apa kau juga tertarik dengan j*lang ini?"


Sebelum kesadarannya hilang karena pengaruh obat bius, Khania membalikkan badan dan melihat siapa yang sudah menyuntiknya.

__ADS_1


"Irish?!" ucap Khania yang akhirnya tumbang dan tubuhnya menimpa Doc yang berdiri di belakangnya.


Doc segera memegangi tubuh Khania yang sudah tak sadarkan diri.


"Cepat bawa dia! Aku yakin Prince akan memberinya pelajaran." ucap Irish dingin dan segera memasuki mobil.


Orang-orang kepercayaan Liana mulai sadar, dan menyadari jika Khania sudah pergi dari mobil mereka. Satu orang menghubungi Liana namun tak pernah tersambung.


Tentu saja. Saat ini Liana sedang disibukkan dengan acara pertunangan Rakha dan Disha yang memang ia rencanakan agar Khania pergi dari hidup Rakha.


Sementara itu, Khania dibawa ke sebuah tempat terpencil didekat hutan, dan diikat tangan juga kakinya. Ia mulai sadar dan memperhatikan sekeliling.


Khania sudah yakin jika Prince pasti akan melenyapkannya. Sudah berkali kali ia gagal untuk membunuh Rakha. Khania meronta agar bisa melepaskan diri dari jerat tali yang mengikat tangan dan kakinya.


Namun sia-sia saja. Ikatannya sangatlah kuat. Hingga akhirnya seseorang datang menolongnya dengan menghabisi semua penjaga yang berjaga di tempat itu.


"Dai?!" Mata Khania membulat sempurna melihat pria yang selalu ia tolak perasaannya namun masih mau peduli padanya. Yang akhirnya membuat penyamaran Ken sebagai anggota ISS terbongkar oleh organisasi hitam.


Dan malam itu, Ken atau Dai membawa Khania pergi dari tempat itu, namun sayang anak buah Prince berhasil menangkap Khania lagi. Dan malam itu juga adalah malam terakhir bagi Ken untuk melihat wajah teduh Khania.


Organisasi hitam membuang tubuh Khania kedalam jurang. Dengan luka disekujur tubuhnya, dan sisa sisa kekuatannya, Khania berjuang untuk hidup dan mencari bantuan. Hingga akhirnya ia diselamatkan oleh seorang supir taksi yang melintas, dan mengalami koma selama satu tahun ini.


...***...


#bersambung...


Untuk kisah ditemukannya Khania yg luka2 ada di chapter awal2 yah. Apa kalian masih ingat? hehehe.


jangan lupa tinggalkan jejak ya kesayangan 😘😘


...***...


Dirgahayu Republik Indonesia ke 76


semangat utk kalian semua. Jangan kendor utk mematuhi prokes agar covid segera hilang dari bumi Indonesia

__ADS_1


...M E R D E K A...


πŸ’ͺπŸ’ͺπŸ’ͺπŸ’ͺ


__ADS_2