RaKhania

RaKhania
RaKhania ~ 022


__ADS_3

Halo readers kesayangan mamak, RaKhania is back! Don’t forget to leave


Like and Comments. Thank You.


*Happy Reading*


Andre yang mendapat perintah dari Khay segera melaksanakan


apa yang Khay inginkan. Ia merasa heran kenapa Khay harus bekerja sendiri untuk


menemukan misteri ini. Andre memutuskan untuk menghubungi Ray menjadi partner Khay


dalam kasus ini.


Lama panggilan dari Andre tidak diangkat oleh Ray, hingga


akhirnya….


“Halo, Ray, kemana saja kau? Kenapa tidak mengangkat


panggilan dariku?”


“Maaf, aku sedikit sibuk, hehe.” Jawab Ray santai.


“Bukankah seharusnya kesibukanmu adalah menemani Khay? Kenapa


kau malah bertindak sendiri, huh?”


“Ndre, aku juga punya kesibukan sendiri disini. Lagipula Khay


juga sedang bekerja di kantor, kami biasa bertemu saat makan malam.”


“Apa kau tahu jika Khay sudah menemukan sesuatu?”


“Heh? Sesuatu apa?”


“Khay memintaku untuk meretas kamera pengawas toko kelontong


yang ada didekat apartemen kalian.”


“Lalu?”


“Aku sedang mengirimkannya pada Khay. Sebaiknya kau segera


temui Khay. Dengar Ray, sebagai temanmu, aku tahu kau sangat ingin menemukan


mereka dan membalaskan dendammu. Tapi, saat ini yang terpenting adalah kau


mendampingi Khay. Karena dia yang akan menuntunmu pada mereka.”


“………………” Ray terdiam.


“Ya sudah, kalau begitu aku tutup dulu teleponnya. Ingat Ray,


kau harus bisa menjaga Khay. Jangan sampai kejadian sepuluh tahun lalu terulang


kembali.”


TUT. Panggilan berakhir.


Ray menghela nafasnya mendengar penuturan Andre. Kemudian ingatannya


kembali ke masa sepuluh tahun lalu. Masa dimana dia merasa sangat bahagia


karena seseorang.

__ADS_1


*Flashback*


Sepuluh tahun lalu, disebuah sekolah menengah atas.


BRUUUUUKKK!!!


“Ouch!!” pekik Ray saat ada seseorang yang menabraknya.


“Ma-Maaf… Aku tidak sengaja. Kamu tidak apa-apa?” Tanya seorang


gadis yang menabrak Ray.


Sejenak Ray terhipnotis oleh pesona gadis didepannya. Tapi ia


segera menyadarkan dirinya kealam nyata.


“Ah, tidak apa-apa. Oh ya, aku baru pertama kali melihatmu


disini. Apa kau murid baru disini?” Tanya Ray.


“Iya, aku baru pindah kesini. Apa kau bisa tunjukkan padaku


dimana ruang administrasinya?”


“Oh, tentu. Mari ikut denganku!”


Dengan senang hati, Ray mengantarkan si anak baru ke ruang


administrasi. Setelah sampai, ternyata Ray masih menunggu gadis itu keluar dari


ruang admin.


“Lho? Kau masih disini?”


sekolah barumu ini.” Jawab Ray asal dengan menggaruk tengkuknya.


Gadis itu tersenyum pada Ray. “Perkenalkan, namaku Zevanya. Nama


kamu?”


“Aku Rayshard, panggil saja Ray.” Ray menerima uluran tangan


gadis itu.


“Senang akhirnya aku memiliki seorang teman.” Ucapnya lagi.


“Iya, aku juga. Oh hei, apa ini? Apa kau memiliki tato?” Tanya


Ray yang melihat sebuah gambar mirip naga di tangan kanan Zevanya.


“Ah, bukan kok. Ini seperti tanda lahir saja. Banyak yang


mengira ini tato, tapi bukan.” Jawab Zavanya dengan masih mengulas senyumnya.


“Ah, begitu. Karena jika itu tato, di sekolah tidak


diperbolehkan untuk menggambar tato di tubuh kita.”


“He’em, aku mengerti.”


“Kau masuk di kelas mana?”


“Kelas C.”


“Oh ya? Kebetulan sekali, itu adalah kelasku.”

__ADS_1


“Wah, sebuah takdir yang indah ya.”


“Hehehe.” Ray hanya bisa nyengir kuda.


.


.


.


Perkenalan singkat itu nyatanya berhasil membekas di hati


Ray hingga saat ini. Ray tiba di apartemen dan langsung menuju ke kamar Khay. Ia


mengetuk pintu terlebih dahulu. Khay membukakan pintu dan mempersilahkan Ray


masuk.


“Khay, kudengar kau sudah menemukan sesuatu?” Tanya Ray to


the point karena melihat Khay sedang sibuk didepan laptopnya.


“He’em. Lihat ini!”


Ray langsung mengambil alih laptop ke tangannya.


“Itu adalah rekaman video kamera pengawas dari toko


kelontong beberapa waktu lalu saat kita baru pertama kali pindah kemari. Coba kau


perhatikan orang yang mengintai kita. Lihat baik-baik saat dia sedang menelepon seseorang. Kita hanya


melihatnya dari atas sini jadi tidak begitu jelas.”


“Iya, dan orang itu juga memakai masker dan juga topi. Sangat


sulit untuk mengenali orang itu.”


“Tidak, Ray. Bukan itu maksudku. Coba perhatikan dengan baik


penampilan orang itu. Tangan kanannya yang memegang ponsel. Bila kita perbesar


gambarnya, akan terlihat sebuah tanda ditangan kanannya. Itu adalah tato yang


sama yang kulihat pada pria yang kuhajar waktu itu.”


Ray Nampak memperhatikan penjelasan Khay.


“Lalu, perhatikan dengan rekaman video lainnya. Ini adalah


gambar pria yang waktu itu kukejar. Jelas jika di tangan kanannya tidak ada


tato seperti orang yang barusan. Itu berarti mereka memang bukan dari kelompok


yang sama. Maka dapat kusimpulkan, jika ada dua pihak yang sedang mengawasi


gerak gerik kakakku. Benar begitu kan, Ray?”


Ray tidak menjawab dan hanya menatap Khay dengan tatapan


yang sulit diartikan.


#bersambung…


What’s happen next? Stay tuned!

__ADS_1


__ADS_2