
Halo readers kesayangan mamak, RaKhania is back! Don’t forget to leave
Like and Comments. Thank You.
*Happy Reading*
Khay memasuki sebuah ruangan dibalik sebuah lemari buku. Itu
adalah sebuah ruang rahasia dimana boss i pria itu berada. Khay tidak curiga
sama sekali. Karena ia sudah mencari informasi lebih dulu soal tempat itu dari
internet. Dan ia yakin feelingnya tidak mungkin meleset.
“Silahkan masuk, nona. Bos ada di balik pintu ini.” Ucap pria
itu.
Dan entah sejak kapan ternyata Ray sudah berdiri di belakang
Khay. Ia pun ikut masuk mengikuti Khay.
Khay melihat pria paruh baya sedang terduduk di kursi roda. Pria
itu sedikit terkejut saat melihat Khay. Dari tatapannya, Khay langsung tahu
jika pria ini pasti mengenal kakaknya, Khania.
“Selamat siang, tuan dan nona. Silahkan duduk!” sapa pria
paruh baya itu ramah.
Khay dan Ray duduk saling bersebelahan di sofa.
“Perkenalkan, saya Arthur. Saya pemilik tempat ini.” Ucap pria
itu lagi ramah.
“Saya Khayla, dan ini teman saya, Ray. Maaf jika kami
mengganggu waktu anda.”
“Tidak apa. Saya cukup terkejut karena nona datang kemari
untuk bertanya tentang tato bergambar naga itu. Sudah lama sekali tidak ada
yang bertanya soal tato itu lagi. Mungkin yang terakhir adalah sekitar… tiga
tahun lalu.”
DEG!
Khay membulatkan mata sempurna. Begitu juga dengan Ray.
“Apa tuan bisa beritahu sebenarnya apa makna dari tato naga
itu?” Tanya Khay.
“Hmm, menarik sekali. Kenapa anda ingin tahu, nona?” Tanya Arthur
dengan memicingkan matanya.
“Kakak saya memiliki tato yang sama juga seperti itu.” Jawab
Khay santai.
“Oh? Kakak? Perempuan?” Arthur menyelidik.
“Kembaran saya.”
__ADS_1
Arthur nampak terkejut namun berusaha tetap tenang dan
mengulas senyumnya.
“Baiklah. Akan saya jelaskan nona Khayla.”
Khay membetulkan posisi duduknya agar siap mendengarkan
cerita Arthur.
“Itu bukan gambar naga, nona.” Tutur Arthur.
“Eh? Bukan gambar naga? Lalu?”
“Kau pernah mendengar tentang Imoogi?”
“Imoogi? Itu adalah hewan mitologi.” Jawab Khay sesuai
pengetahuannya.
“Benar. Itu adalah semacam ular yang digambarkan mirip
dengan naga. Imoogi memiliki sifat jahat dengan memakan energi manusia untuk
bertahan hidup.”
“Ja-jadi… Gambar yang ada di tato itu adalah Imoogi?”
Arthur mengangguk. “Benar.”
“Lalu, kenapa ada beberapa orang yang memiliki tato yang
sama dengan kakakku? Siapa orang-orang itu sebenarnya?”
“Untuk masalah itu, nona harus mencari tahu sendiri
jawabannya.” Arthur menekan tombol yang ada pada kursi rodanya.
“Suruh mereka pergi. Urusan mereka sudah selesai disini.” Titah
Arthur.
Khay merasa belum puas mendengar jawaban Arthur. Namun Ray
juga menarik tangannya untuk segera pergi dari sana. Tanpa bisa melawan lagi,
Khay akhirnya keluar dari tempat itu dan kembali duduk di dalam mobil.
Khay masih diam mencerna semua cerita Arthur. Lalu menatap ke
arah Ray. “Kenapa kau diam saja, Ray? Kenapa kau tidak bicara sepatah katapun?”
Khay mulai tersulut emosi.
“Maafkan aku, Khay…” hanya itu yang bisa Ray ucapkan.
“Maaf? Apa maksudmu dengan meminta maaf? Apa kau sudah tahu
soal ini sebelumnya?”
Ray tidak mampu menjawab pertanyaan Khay. “Sudahlah, Khay. Kita
kembali saja ke apartemen. Sebaiknya kau istirahat dulu saja.”
“Tidak! Aku tidak akan berhenti sampai aku menemukan
jawabannya!” Khay terlihat amat kesal. Ia turun dari mobil Ray dan malah
memanggil taksi.
__ADS_1
Ray yang juga turun dari mobilnya tidak berhasil mengejar
Khay yang lebih dulu masuk ke dalam taksi. Taksi itupun melaju dengan cukup
kencang. Ray hanya mengumpat kesal dengan apa yang baru saja terjadi. Ray kembali
masuk kedalam mobil dan melajukan mobilnya kembali ke apartemen.
///
///
///
///
///
Pikiran Khay yang kacau membuatnya tidak bisa berpikir
jernih. Ia pun memutuskan untuk kembali ke apartemen. Ia memijat pelipisnya
pelan dan memejamkan matanya.
Imoogi? Apa hubungannya
kakakku dengan orang-orang itu? Apa kakak melakukan kejahatan? Tapi rasanya
tidak mungkin. Kak Khania adalah wanita lemah lembut dan berhati mulia. Tidak mungkin
jika dia sampai terlibat suatu kejahatan apalagi terseret dalam kelompok hitam
seperti mafia. Itu tidak mungkin!
Sesampainya di depan apartemen, Khay membayar taksi dan
segera turun. Tak lupa ia ucapkan terima kasih pada pak supir taksi tersebut. Khay
melangkah masuk kedalam apartemen.
“Khania…!” sebuah suara yang tidak asing memanggil nama
kakaknya yang artinya itu adalah dia sendiri.
Khay menoleh ke orang tersebut yang adalah Rakha. Mata Khay membulat
kala melihat Rakha tersenyum kepadanya. Namun sedetik kemudian, Khay membalas
senyuman Rakha.
Saat ini penampilannya jauh dari seorang Khania yang Rakha
kenal. Khay baru sadar jika tadi pagi ia memakai kaus dan celana jeans
andalannya dan bukanlah dress.
Khay mulai panik saat Rakha mendekatinya. Rakha memandangi
Khay dengan tatapan yang aneh.
“Kau sangat berbeda, sayangku… seperti bukan Khania yang aku
kenal…” ucap Rakha.
DEG! Jantung Khay berdetak sangat kencang saat ini. Ia takut
jika penyamarannya terbongkar.
#bersambung…
__ADS_1
*Imoogi disini tidak berhubungan dengan mitologi yang ada di sebuah negara. ini hanya imajinasi mamak saja, hehehe.