RaKhania

RaKhania
RaKhania ~ 028


__ADS_3

Halo readers kesayangan mamak, RaKhania is back! Don’t forget to leave


Like and Comments. Thank You.


*Happy Reading*


Khay memasuki sebuah ruangan dibalik sebuah lemari buku. Itu


adalah sebuah ruang rahasia dimana boss i pria itu berada. Khay tidak curiga


sama sekali. Karena ia sudah mencari informasi lebih dulu soal tempat itu dari


internet. Dan ia yakin feelingnya tidak mungkin meleset.


“Silahkan masuk, nona. Bos ada di balik pintu ini.” Ucap pria


itu.


Dan entah sejak kapan ternyata Ray sudah berdiri di belakang


Khay. Ia pun ikut masuk mengikuti Khay.


Khay melihat pria paruh baya sedang terduduk di kursi roda. Pria


itu sedikit terkejut saat melihat Khay. Dari tatapannya, Khay langsung tahu


jika pria ini pasti mengenal kakaknya, Khania.


“Selamat siang, tuan dan nona. Silahkan duduk!” sapa pria


paruh baya itu ramah.


Khay dan Ray duduk saling bersebelahan di sofa.


“Perkenalkan, saya Arthur. Saya pemilik tempat ini.” Ucap pria


itu lagi ramah.


“Saya Khayla, dan ini teman saya, Ray. Maaf jika kami


mengganggu waktu anda.”


“Tidak apa. Saya cukup terkejut karena nona datang kemari


untuk bertanya tentang tato bergambar naga itu. Sudah lama sekali tidak ada


yang bertanya soal tato itu lagi. Mungkin yang terakhir adalah sekitar… tiga


tahun lalu.”


DEG!


Khay membulatkan mata sempurna. Begitu juga dengan Ray.


“Apa tuan bisa beritahu sebenarnya apa makna dari tato naga


itu?” Tanya Khay.


“Hmm, menarik sekali. Kenapa anda ingin tahu, nona?” Tanya Arthur


dengan memicingkan matanya.


“Kakak saya memiliki tato yang sama juga seperti itu.” Jawab


Khay santai.


“Oh? Kakak? Perempuan?” Arthur menyelidik.


“Kembaran saya.”

__ADS_1


Arthur nampak terkejut namun berusaha tetap tenang dan


mengulas senyumnya.


“Baiklah. Akan saya jelaskan nona Khayla.”


Khay membetulkan posisi duduknya agar siap mendengarkan


cerita Arthur.


“Itu bukan gambar naga, nona.” Tutur Arthur.


“Eh? Bukan gambar naga? Lalu?”


“Kau pernah mendengar tentang Imoogi?”


“Imoogi? Itu adalah hewan mitologi.” Jawab Khay sesuai


pengetahuannya.


“Benar. Itu adalah semacam ular yang digambarkan mirip


dengan naga. Imoogi memiliki sifat jahat dengan memakan energi manusia untuk


bertahan hidup.”


“Ja-jadi… Gambar yang ada di tato itu adalah Imoogi?”


Arthur mengangguk. “Benar.”


“Lalu, kenapa ada beberapa orang yang memiliki tato yang


sama dengan kakakku? Siapa orang-orang itu sebenarnya?”


“Untuk masalah itu, nona harus mencari tahu sendiri


jawabannya.” Arthur menekan tombol yang ada pada kursi rodanya.


“Suruh mereka pergi. Urusan mereka sudah selesai disini.” Titah


Arthur.


Khay merasa belum puas mendengar jawaban Arthur. Namun Ray


juga menarik tangannya untuk segera pergi dari sana. Tanpa bisa melawan lagi,


Khay akhirnya keluar dari tempat itu dan kembali duduk di dalam mobil.


Khay masih diam mencerna semua cerita Arthur. Lalu menatap ke


arah Ray. “Kenapa kau diam saja, Ray? Kenapa kau tidak bicara sepatah katapun?”


Khay mulai tersulut emosi.


“Maafkan aku, Khay…” hanya itu yang bisa Ray ucapkan.


“Maaf? Apa maksudmu dengan meminta maaf? Apa kau sudah tahu


soal ini sebelumnya?”


Ray tidak mampu menjawab pertanyaan Khay. “Sudahlah, Khay. Kita


kembali saja ke apartemen. Sebaiknya kau istirahat dulu saja.”


“Tidak! Aku tidak akan berhenti sampai aku menemukan


jawabannya!” Khay terlihat amat kesal. Ia turun dari mobil Ray dan malah


memanggil taksi.

__ADS_1


Ray yang juga turun dari mobilnya tidak berhasil mengejar


Khay yang lebih dulu masuk ke dalam taksi. Taksi itupun melaju dengan cukup


kencang. Ray hanya mengumpat kesal dengan apa yang baru saja terjadi. Ray kembali


masuk kedalam mobil dan melajukan mobilnya kembali ke apartemen.


///


///


///


///


///


Pikiran Khay yang kacau membuatnya tidak bisa berpikir


jernih. Ia pun memutuskan untuk kembali ke apartemen. Ia memijat pelipisnya


pelan dan memejamkan matanya.


Imoogi? Apa hubungannya


kakakku dengan orang-orang itu? Apa kakak melakukan kejahatan? Tapi rasanya


tidak mungkin. Kak Khania adalah wanita lemah lembut dan berhati mulia. Tidak mungkin


jika dia sampai terlibat suatu kejahatan apalagi terseret dalam kelompok hitam


seperti mafia. Itu tidak mungkin!


Sesampainya di depan apartemen, Khay membayar taksi dan


segera turun. Tak lupa ia ucapkan terima kasih pada pak supir taksi tersebut. Khay


melangkah masuk kedalam apartemen.


“Khania…!” sebuah suara yang tidak asing memanggil nama


kakaknya yang artinya itu adalah dia sendiri.


Khay menoleh ke orang tersebut yang adalah Rakha. Mata Khay membulat


kala melihat Rakha tersenyum kepadanya. Namun sedetik kemudian, Khay membalas


senyuman Rakha.


Saat ini penampilannya jauh dari seorang Khania yang Rakha


kenal. Khay baru sadar jika tadi pagi ia memakai kaus dan celana jeans


andalannya dan bukanlah dress.


Khay mulai panik saat Rakha mendekatinya. Rakha memandangi


Khay dengan tatapan yang aneh.


“Kau sangat berbeda, sayangku… seperti bukan Khania yang aku


kenal…” ucap Rakha.


DEG! Jantung Khay berdetak sangat kencang saat ini. Ia takut


jika penyamarannya terbongkar.


#bersambung…

__ADS_1


*Imoogi disini tidak berhubungan dengan mitologi yang ada di sebuah negara. ini hanya imajinasi mamak saja, hehehe.


__ADS_2