RaKhania

RaKhania
RaKhania ~ 107


__ADS_3

Ray berjalan gontai keluar dari area pemakaman. Hatinya teramat sakit mendengar kata demi kata yang diucapkan Khania. Gadis itu bukan lagi gadis kecil penurut yang akan mengikuti aturan dari orang dewasa. Dia juga memiliki aturan sendiri dalam hidupnya.


Ray memijat pelipisnya pelan. Ia tidak mungkin tinggal di rumah keluarga Wicaksana. Terlalu aneh menurutnya karena ia akan bertemu lagi dengan Khania.


Ray memutuskan pergi ke Royale Hotel untuk menginap disana. Setidaknya pemiliknya adalah kenalan Ray yang sudah lama tak bertemu.


"Halo, Lex. Apa kabar?" sapa Ray ketika bertemu dengan Alexander Royale, pemilik Royale Hotel.


"Aku baik, Ray. Kudengar kau sudah pergi ke berbagai negara karena pekerjaanmu. Lalu, sekarang kau sedang berlibur?"


"Tidak juga, Lex. Ada hal yang harus kuurus disini."


"Oh, begitu."


Mata Ray tertuju pada sebuah banner yang terpampang nyata di lobi hotel.


"Apa sedang diadakan seminar, Lex?" tanya Ray.


"Iya. Seorang Profesor muda dari Ar-Rayyan Grup yang mengisinya. Ada apa? Apa kau tertarik untuk mengikutinya? Aku bisa mendapatkan tiketnya untukmu," tawar Alex.


"Hmm, boleh juga. Kapan acaranya dimulai?"


"Besok pagi. Aku akan menghubungi panitia dan meminta satu tiket untukmu."


"Duh, jadi merepotkanmu, Lex." Ray menggaruk tengkuknya.

__ADS_1


"Tidak. Noel adalah kenalanku juga. Pasti akan sangat menyenangkan kau juga mengenalnya. Dia selalu punya ide yang unik dalam hal medis."


Ray menganggukkan kepalanya. "Sekali lagi terima kasih, Lex. Kalau begitu aku pergi ke kamarku dulu. Aku ingin beristirahat."


"Silakan, silakan!"


Ray masuk ke dalam lift dan menuju kamarnya yang ada di lantai 10. Tiba disana, Ray langsung menghubungi Disha untuk meminta tolong membereskan barang-barang Ray yang tertinggal di rumahnya dan mengirimkannya ke hotel.


Sebenarnya ada rasa kecewa dari suara Disha di telepon, karena Ray memutuskan pindah. Tapi Ray meyakinkan Disha jika ini untuk kebaikan Khania juga. Gadis itu akan membenci Ray jika mereka terus bertemu.


Ray bisa tahu itu lewat tatapan mata Khania yang memendam sebuah amarah. Disha pun akhirnya mengerti.


......***......


Ternyata Ray mendapat tempat duduk istimewa di seminar Noel kali ini. Ray memperhatikan dengan seksama setiap kata yang diucapkan Noel.


Usai seminar, Ray sengaja menemui Noel secara pribadi dengan dibantu oleh Alex. Ray menceritakan semua masalahnya kepada Noel.


"Hmm, jadi kau ingin menghapus memori yang ada pada gadis itu?" tanya Noel.


"Bukan menghapus seluruhnya, hanya tentang kecelakaan 7 tahun lalu. Aku tidak ingin dia terluka jika terus mengingat kenangan buruk itu," balas Ray.


"Tapi, aku tidak bisa menjamin jika suatu saat dia akan kembali mengingat soal hal itu. Karena itu semua diluar kuasaku. Aku memang banyak melakukan penelitian tentang memori manusia. Tapi, bukan berarti aku seperti Tuhan yang bisa membalikkan keadaan."


"Tidak masalah, Profesor Noel. Aku mengerti maksudmu. Jadi, bagaimana caranya aku bisa memulai hal ini?"

__ADS_1


"Kau ajak dia untuk datang ke laboratoriumku. Buatlah agar dia tidak curiga. Sisanya, biar aku yang mengurusnya."


"Baiklah. Kapan kita bisa melakukannya?"


"Jika kau berkenan, besok aku bisa melakukannya. Bagaimana?"


Ray berpikir sejenak. Pastinya tidaklah mudah membujuk Khania untuk mau pergi dengannya setelah insiden kemarin.


"Hmm, baiklah. Akan kuusahakan, Prof. Sekali lagi terima kasih atas bantuanmu." Ray menjabat tangan Noel.


"Tidak masalah, Tuan Ray. Aku tunggu kedatanganmu besok. Aku permisi!" Noel undur diri usai pembicaraan berakhir.


Ray menghela napas. Ia berharap besok akan lancar untuknya.


"Maafkan aku, Khania. Aku harus melakukan ini. Ini semua demi kebaikanmu. Aku tidak ingin kau terus menyimpan dendam yang masih belum jelas," batin Ray.


#bersambung


Note: Yang ingin tahu kisah Noel Alexander bisa mampir ke Jantung Hati Sang Dokter Tampan. Noel sang profesor psiko beraksi di season 2 JHSDT


*Mohon maaf jika karya ini UP nya tidak menentu 🙏🙏


*mampir juga ke anak baru emak DDHSM "Dendam dan Hasrat Sang Mafia"


...Terima kasih...

__ADS_1


__ADS_2