
...Halo readers kesayangan mamakπππ Rakhania is back! Dont forget to leave Like π and comments π...
...*happy reading*...
Khay berjalan lesu kembali ke kamar apartemennya. Ray terus mengikuti Khay hingga ia ikut masuk ke dalam kamar Khay.
"Hei, nona. Lain kali jangan melakukan hal bodoh seperti tadi. Kau bisa saja terluka lagi. Baru kemarin kau terluka, jangan membuat semua pengorbanan yang kulakukan berakhir sia-sia karena kecerobohanmu. Lagipula kau memakai rok kerja seperti itu. Mana bisa kau berkelahi." sungut Ray panjang lebar.
"Iya, iya, aku minta maaf. Aku tidak akan mengulanginya. Tapi tadi aku hampir saja menangkapnya."
"Hampir saja kita berhasil jika saja kau meminta bantuanku juga. Ingat Khay, kita adalah partner, jadi jangan pernah bekerja sendiri seperti tadi."
"Tapi Ray... Pria tadi..." Khay menatap Ray dengan raut yang tak dimengerti oleh Ray.
"Ada apa? Kau menemukan petunjuk darinya?"
"Dia... tidak nampak seperti penjahat."
"Ah, kau ini. Kupikir apa. Dia mungkin hanya pandai menyamar. Kau jangan terkecoh."
β’
β’
β’
β’
"Hosh, hosh!" pria yang baru saja adu lari dengan Khay mencoba mengatur nafasnya. Ia langsung menghubungi seseorang melalui ponselnya.
"Halo, bos..."
"Ada apa?"
"Wanita itu tahu jika dirinya sedang diintai."
"Apa?!"
"Dia baru saja memergokiku, tapi aku berhasil kabur darinya."
"Lalu?"
__ADS_1
"Bos, ada yang aneh dengan wanita itu."
"Apa yang aneh?"
"Dia seperti bukan wanita yang kita kenal tiga tahun lalu."
"APA?! Lalu siapa dia?"
"Entahlah. Aku akan menyelidikinya lebih dalam lagi."
"Baiklah. Kutunggu kabar darimu. Kita harus mendapatkan gadis itu hidup-hidup. Ingat itu!"
"Baik, bos."
Panggilan berakhir.
β’
β’
β’
β’
β’
"Tapi pastikan ibuku tidak tahu jika dirinya sedang diawasi."
"Iya, kak, beres!"
"Terima kasih, Lusi. Oh ya, ada yang ingin kutanyakan padamu." Bisik Khay dengan mendekatkan bibirnya ke arah ponsel.
"Tanya apa, Kak?"
"Apa kau sudah pernah berciuman?" bisik Khay.
"Ya ampun, Kak Khay! Kenapa bertanya soal ciuman?!" pekik Lusi hingga Ray mendengar percakapan mereka.
"Apa?! Kenapa kalian membicarakan soal hal seperti itu?" sungut Ray.
"Lusi! Sudah kubilang jangan keras-keras! Kenapa kau malah berteriak?!"
__ADS_1
"Maaf, Kak Khay. Aku tidak sengaja. Memangnya ada apa kenapa kakak bertanya soal hal begitu?"
"Khay, katakan padaku!" Ray bertanya pada Khay.
"Hmmm, ya sudah, sebaiknya kakak berdiskusi dengan Kak Ray saja. Aku tidak ikutan! Daahh!" Lusi mengakhiri panggilan.
Khay nampak ragu dan malu untuk bertanya pada Ray.
"Umm, begini... Tadi itu di kantor... Rakha seperti ingin melakukan sesuatu padaku..." Khay bingung merangkai kata-kata yang harus ia ucapkan.
Sebenarnya ia ingin menyembunyikan hal-hal intim dan pribadi seperti ini, tapi karena Ray adalah partner Khay, tidak mungkin ia menyembunyikan semua ini dari Ray. Cepat atau lambat semua ini pasti akan Ray ketahui.
"Sesuatu apa?"
"Ray... Apa kau pernah... berciuman?" tanya Khay ragu.
"Hah?! Kenapa kau bertanya soal hal pribadi seperti itu?" wajah Ray mulai memerah.
"Bukan begitu, tapi... Kak Khania menulis di buku hariannya jika dia dan Rakha..."
Ray menghela nafas. "Aku sudah tahu jika keputusanmu menyamar menjadi Khania bukanlah hal bagus. Lihatlah sekarang, apa kau akan rela berciuman dengan Rakha meski kau tidak mencintainya?" Kini wajah Ray memerah karena amarah.
"Bu-bukan seperti itu, Ray. Hanya saja..."
"Khay!!!" Ray memegangi kedua bahu Khay.
"Anggap saja jika kita melakukannya sebagai profesionalitas seperti para artis-artis, hahaha." Bela Khay.
"Terserah kau saja! Sudah malam, sebaiknya kau kembali ke kamarmu!" Ray mendorong tubuh Khay untuk keluar dari kamar apartemen Ray.
"Ray! Kenapa mengusirku?!"
"Aku ingin tidur! Rasanya lelah sekali karena tadi kau membuatku berlarian tidak jelas."
Tanpa bisa membantah akhirnya Khay keluar dari kamar Ray dan kembali ke kamarnya.
"Ada apa dengannya? Aku kan hanya bertanya saja. Lagi pula aku akan menolak jika Rakha ingin berbuat macam-macam denganku. Kau pikir aku serendah itu, Ray!" sungut Khay yang akhirnya juga merebahkan diri ke tempat tidur lalu menuju alam mimpi.
#bersambung...
.
__ADS_1
.
"mohon maaf agak telat UP, mamak ngerasa lagi gak enak body ππ Maaf juga partnya pendek. semoga kalian tetap syukak dgn alur si Khay."