RaKhania

RaKhania
RaKhania ~ 045


__ADS_3

...Halo readers kesayangan mamak, RaKhania is back! Donโ€™t forget to leave Like and Comments. Thank You....


...*Happy Reading*...


Hari sudah berganti malam, namun Khay masih belum di temukan. Andre masih masih mencoba mencari titik keberadaan Khay melalui alat pelacak yang terpasang di kalungnya.


"Bagaimana, Ndre? Masih belum dapat posisinya?" tanya Rein yang mulai panik.


"Sebentar lagi, paman. Sepertinya mereka membawa Khay ke tempat yang memang jauh dari kota. Mereka sepertinya bukan orang sembarangan." jawab Andre yang malah membuat Ray makin panik.


"Aku tidak bisa berdiam diri seperti ini. Aku akan mencari Khay!" Ray beranjak dari duduknya dan mengambil kunci mobilnya.


"Nak, kau mau pergi kemana? Jangan gegabah. Tunggulah sebentar lagi. Andre sedang berusaha." bujuk Rein agar Ray tidak pergi.


Tiba-tiba pintu kamar apartemen Ray di ketuk. Rein menuju pintu dan membukanya.


"Ken? Kau datang, nak?" sapa Rein.


"Iya, Paman. Bagaimana? Apa sudah dapat informasi? Ibu Liana sudah menceritakan semuanya padaku." jelas Ken.


Entah kenapa Ray kurang suka dengan kedatangan Ken. Memang benar saat ini mereka butuh dukungan dari berbagai pihak termasuk ISS. Apalagi Ken berpengalaman dengan organisasi karena pernah menjadi bagian dari mereka.


"Maaf jika aku harus bicara begini. Tapi... Kurasa ini memang ada hubungannya dengan organisasi. Gerak gerik mereka mirip dengan anggota organisasi." terang Ken.


"Lalu, apa kau tahu kira-kira mereka membawa Khay kemana?" Tanya Rein.


"Mereka akan membawa Khay jauh dari kota dan tidak terlacak."


"Apa mereka akan membunuh Khay?" Kini Ray yang cemas mulai bertanya.


"Kurasa tidak. Bisa saja mereka hanya ingin menakut-nakuti kita karena sudah berani ikut campur urusan mereka."

__ADS_1


Ray, Rein dan Ken akhirnya terdiam dan sibuk dengan pikiran masing-masing. Ray makin cemas setelah mendengar kalimat Ken.


Sementara itu, di jalanan kota M, sebuah mobil melaju dengan kecepatan sedang. Mobil itu melaju keluar dari keramaian kota menuju ke sebuah tempat terpencil. Ada tiga orang yang ada di dalam mobil itu. Siapa lagi jika bukan, Prince, Doc dan Irish. Ketiganya sedang menuju suatu tempat setelah mendapat panggilan telepon dari seseorang.


"Doc, cepatlah sedikit. Aku sudah tidak sabar untuk bertemu dengan gadis itu..." ucap pria tampan berwajah dingin berjuluk Prince.


"Apa kau sudah tidak sabar ingin melenyapkannya, Prince?" tanya seorang wanita seksi berjuluk Irish.


"Tidak, Irish. Aku belum berniat membunuhnya. Aku hanya ingin bertemu dengannya saja dulu."


"Cih, kau pasti tidak sabar ingin mencicipi tubuhnya, hah?! Dasar menyebalkan!"


"Irish, jangan cemburu begitu. Kau tahu aku hanya setia pada satu gadis saja."


"Kau hanya setia pada satu gadis, tapi kau mempermainkan hati banyak wanita."


"Hahaha, Irish, apa yang semalam masih kurang? Bukankah kita melakukannya hingga berulang kali?"


Irish membuang muka dan menatap keluar kaca mobil.


.


.


.


Khay mulai menggeliat dan mencoba untuk membuka matanya yang terasa amat berat. Obat bius yang digunakan orang yang membekapnya memiliki dosis yang amat besar. Hingga berjam-jam Khay masih belum bisa membuka matanya dengan sempurna.


Tubuh Khay direbahkan di sebuah ranjang kayu yang sama sekali tidak empuk. Namun entah kenapa Khay masih betah terpejam dan sama sekali tak terusik. Hingga akhirnya suara langkah kaki bersepatu beberapa orang membuatnya mulai membuka mata meski belum sempurna.


Tubuh Khay merasa kaku dan tak bisa ia gerakkan kala ada seseorang yang menyentuh wajahnya. Samar-samar ia mendengar beberapa orang berbincang-bincang.

__ADS_1


"Wah, dia sangat mirip dengan Jasmine. Semuanya nampak sama. Gadis yang amat cantik."


Khay ingin menepis tangan orang yang membelai wajahnya, tapi bahkan tangannya tak bisa bergerak untuk menepisnya. Khay samar-samar melihat sosok seorang pria muda dengan kacamata hitam.


"Bos, apa yang akan kita lakukan dengan gadis ini? Dia adalah seorang detektif. Apa kita harus membunuhnya?" tanya seorang pria lagi bertubuh agak gempal.


"Tidak, Doc. Tidaklah seru jika kita membunuhnya saat dia sedang tak berdaya seperti ini. Itu amat tidak menantang." jawab Prince.


Seorang pria berlari tergopoh-gopoh menghampiri si bos mereka.


"Bos! Ada beberapa mobil yang menuju kesini. Sebaiknya bos cepat pergi dari sini. Biar kami yang urus semuanya disini." ucap pria berpakaian serba hitam itu.


"Hmm, baiklah." Si bos Prince kembali menatap Khay yang matanya hanya terbuka sebagian.


"Halo, nona detektif. Hari ini adalah hari keberuntunganmu. Aku tidak akan membunuhmu semudah itu. Kita harus berduel lebih dulu hingga titik darah penghabisan. Akan kunantikan kedatanganmu, nona."


Sepeninggal Prince dan beberapa anak buahnya, datanglah Rein dengan membawa beberapa orang yang langsung mendobrak masuk kedalam ruang yang mirip gudang itu.


BRAAAAAKKKK!!!!


"Khay!!!" teriak Ray.


#bersambung dulu ya...


.


.


.


Happy Eid Adha 1422 H buat kalian yang merayakannya. Yuk mensyukuri nikmat dari Tuhan dengan berQurban ๐Ÿ˜‡๐Ÿ˜‡

__ADS_1


Tetap jaga kesehatan ya buat semua kesayangan mamak. Patuhi protokol kesehatan, ingat pesan ibu, 5M ๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜‰


Semoga dengan keikhlasan kita bersedekah Qurban, pandemi ini segera berakhir. Aamiin


__ADS_2