RaKhania

RaKhania
RaKhania ~ 041


__ADS_3

Halo readers kesayangan mamak, RaKhania is back! Don’t forget to leave


Like and Comments. Thank You.


*Happy Reading*


Malam itu Khay memandangi langit-langit kamarnya. Matanya


masih enggan terpejam memikirkan hari esok dimana Rein akan membawanya ke


tempat yang pastinya masih berhubungan dengan kakaknya. Sungguh ia tidak ingin


membenci Khania. Selama ini dia adalah kakak yang baik untuk Khay. Selalu jadi


panutan untuk dirinya.


Ketika pikirannya masih tertuju pada hari esok, ponsel Khay


bordering. Sebuah pesan masuk dari Rakha.


“Sayang, kau pasti


sudah tidur ya. Maaf ya tadi aku tidak sempat menemuimu. Aku sangat sibuk.


Besok aku juga tidak bisa menemuimu, karena Niya ingin mengajakku berlibur. Dia


memang sangat manja padaku. Aku pasti akan sangat merindukanmu. Love you…”


Khay meletakkan ponselnya diatas nakas lalu mengambil sebuah


foto Khania yang ada disana. Khay memandangi foto itu lama. Khania tersenyum


tulus di foto itu.


“Kakak… Katakan sekarang aku harus bagaimana? Jika aku meneruskan ini maka… Aku akan membuat


diriku jatuh lebih dalam kepada perasaan Rakha. Sungguh aku tidak ingin mempermainkannya


seperti yang kau lakukan padanya.” Khay memeluk foto Khania kemudian


memejamkan matanya.


Sementara itu di kamar Ray, Rein berpamitan pada putranya


itu. Ia bilang ia akan menemui seseorang lalu menginap di hotel. Ray hanya


mengangguk paham. Kini hanya ada dirinya dan Andre di kamarnya.


“Ndre, kira-kira apa yang direncanakan ayahku kali ini?”


“Tenanglah! Paman pasti sudah menemukan sesuatu. Kita akan


mengetahuinya besok.” Balas Andre menepuk bahu Ray. “Sebaiknya kau istirahat,


aku ingin merokok sebentar di luar.” Pamit Andre.


“Cih, kau masih belum bisa menghilangkan kebiasaanmu itu,

__ADS_1


hah?”


“Merokok membuatku semakin fokus pada pekerjaanku.” Jawab Andre


santai.


“Asal tidak memakai obat-obatan saja, huh!”


“Hei, aku ini abdi Negara, mana mungkin aku melakukan hal


semacam itu. Tidurlah, boy! Kau tampak lelah menghadapi semua ini.”


Keesokan harinya, Khay sudah siap dengan setelan kaos dan


celana jeansnya. Ray dan Andre juga sudah siap untuk melewati hari ini. Mereka


menuju ke sebuah hotel yang sudah Rein kirimkan alamatnya untuk sarapan


bersama.


“Kita harus ke hotel ini. Ayah meminta kita datang kesana,


sarapan bersama dan membicarakan sesuatu.” Ucap Ray.


Khay dan Andre mengangguk. Mereka pun membelah jalanan Kota


M yang masih lengang.


Pukul Sembilan pagi, Scarlet Tattoo masih belum membuka jasa


tatonya namun seseorang sudah memasuki tempat itu. Pria berambut gondrong penuh


“Halo, John, bagaimana kabarmu?” Tanya orang itu.


“Baik.” Jawab John datar.


“Apa James ada?”


“Tentu saja. Mari ikut saya!”


Orang itu memasuki ruangan rahasia milik James Arthur. Orang


itu menyapa James yang tetap duduk di kursi rodanya. James cukup terkejut


dengan kedatangan tamunya sepagi ini.


“Liana? Ada apa kau datang kemari sepagi ini?” Tanya James.


“Aku tahu ini cukup mengejutkan. Dan kurasa kau juga sudah


tahu apa maksud kedatanganku hari ini.”


“Apa karena gadis itu? Sudah kubilang aku tidak ada hubungan


apapun dengannya.” balas James memalingkan wajah.


“Lalu kembarannya? Kudengar dia sedang menyelidiki kasus

__ADS_1


menghilangnya saudara kembarnya.” tanya Liana.


“Saudara kembar?” seorang pria muda menyahuti pernyataan


Liana.


“Ken? Kau?” Liana menatap heran pada pria muda itu. “Sejak kapan kau ada disini?”


“Sejak tadi.” Jawab pria itu santai.


“Maksudku, kapan kau kembali? Bukankah ketua menugaskanmu ke luar negeri?”


“Hmm, sudah selesai, nyonya. Kini aku kembali.”


Liana menghela nafas panjang. “Apa tidak terlalu berbahaya? Bagaimana


kalau organisasi mengetahui pergerakanmu?”


“Tidak akan! Mereka mau mati jika mereka mengusikku…”


PLAAAKKK!!!


Liana memukul lengan Ken.


“Dasar anak nakal!!!” Liana tersenyum dan merentangkan kedua


tangannya. “Apa kau tidak ingin memeluk ibumu ini, hah?”


“Tentu saja aku ingin memelukmu, Ibu…” Ken menyambut pelukan Liana.


“Wah, wah, sepertinya sedang ada reuni para anggota ISS…”


ucap seorang pria yang baru masuk dari pintu rahasia yang dibukakan oleh John.


Ketiga orang di ruang rahasia itu amat terkejut dengan


kedatangan Rein dengan membawa ketiga orang lagi. Tak kalah terkejut, Khay


menatap lurus kearah Liana yang baru saja melepaskan pelukannya dari pria muda


bernama Ken.


“Ibu Liana…” gumam Khay lirih.


Tatapan Khay dan Liana beradu. Banyak sekali pertanyaan yang


ingin Khay berikan pada ibunda Rakha itu. Yang tak kalah terkejut adalah pria


muda bernama Ken yang ternyata sejak kedatangan Khay tadi hanya menatap kearah


Khay dengan tatapan yang sulit diartikan. Ray mengamati pria muda itu dan makin


menatap tak suka dengan tatapan Ken pada Khay.


“Ada apa ini sebenarnya?” pertanyaan itu yang akhirnya muncul


dari bibir James yang merasa tempatnya banyak dikunjungi orang pagi ini.

__ADS_1


#bersambung dulu ya shay…


kasih komen dund, kira2 apa yg akan terjadi setelah ini....heheh


__ADS_2