RaKhania

RaKhania
RaKhania ~ 037


__ADS_3

Halo readers kesayangan mamak, RaKhania is back! Don’t forget to leave


Like and Comments. Thank You.


*Happy Reading*


Rein mendatangi Arthur di tempat kerjanya yaitu Scarlet


Tattoo. Ray dan Andre juga datang secara terpisah setelah kedatangan Rein.


Mereka bertiga datang menemui Arthur. Arthur menyambut mereka dengan ramah


seperti biasa.


“Wah, mimpi apa aku semalam, didatangi tiga pria tampan


seperti ini.” ucap Arthur.


“Maaf jika aku mengganggu waktumu. Kebetulan aku sedang ada


dikota ini bersama putraku.” Balas Rein.


“Hmm, aku tahu. Putramu sudah pernah datang kesini dengan


rekannya. Lalu, ada apa kau datang menemuiku?”


“Arthur, aku tahu kau sudah lama melupakan semua masa


lalumu. Tapi, bisakah kali ini kau membantuku?”


“Membantu apa?”


“Kau mungkin sudah lama keluar dari keanggotaan ISS, tapi


aku yakin kau pasti masih punya informasi mengenai mereka.”


Arthur tampak membetulkan posisi duduknya. Ia mendengarkan


dengan seksama apa yang akan dikatakan oleh Rein.


“Apa kau tahu siapa agen ISS yang sekarang ditugaskan untuk


mengawasi pergerakan organisasi hitam?” Tanya Rein.


Arthur hanya membalas dengan seulas senyum. “Aku tidak


tahu.” Jawabnya datar.


“Arthur…”


“Kau sendiri tahu jika aku sudah lama tidak berhubungan


dengan mereka. Aku bahkan menyembunyikan identitasku agar tidak diketahui oleh


organisasi. Aku tidak mau berurusan lagi dengan mereka.”


“Kali ini kami harus melindungi target organisasi.” Ucap Ray


pada akhirnya.


“Kau benar anak muda. Karena gadis yang bersamamu,


organisasi tidak akan tinggal diam. Mereka akan siap bergerak lagi.”


“Jadi, agen itu bisa saja ada disekitar Khay?” Tanya Ray


makin penasaran.


“Aku tidak tahu. Itu adalah tugas kalian sebagai polisi dan


detektif untuk mencari tahu. Jika tidak ada lagi yang ingin kalian bicarakan.

__ADS_1


Silahkan keluar!” ucap Arthur yang terlihat mulai emosi.


“Baiklah. Terima kasih atas waktumu, James Arthur.” Balas


Rein lalu keluar dari ruangan Arthur. Sementara Ray masih bergeming dan


berharap Arthur mau mengatakan sesuatu padanya.


“Pergilah, anak muda. Kau tidak akan mendapatkan apapun


disini.” Ujar Arthur.


Andre menarik tangan Ray agar segera pergi dari sana. Ray


pasrah dan akhirnya ikut keluar bersama ayahnya.


Diluar toko, Rein tampak berkacak pinggang. Ray menghampiri


ayahnya. “Bagaimana ini, ayah?” Tanya Ray.


“Kita tidak bisa memaksa Arthur, Nak. Kita harus menunggu


hingga Khay mau membaca buku harian milik Khania.” Rein menepuk bahu Ray lalu


berjalan menuju mobilnya.


“Apa kita tidak bisa mencurinya saja dari Khay?” usul Andre.


“Jangan, nak. Kita tidak bisa mengkhianati Khay dengan cara


seperti itu. oh ya, dimana Khay sekarang?”


“Dia bilang dia ada makan malam bersama Rakha.” Jawab Ray.


“Hmm, ya sudah. Kalian sebaiknya kembali ke apartemen. Ayah


akan kembali ke Kota D. Andre, kau bisa kembali jika mendapat panggilan dari


Lusi.”


“Baik, paman.” Andre menepuk bahu Ray dan memintanya untuk


segera pergi dari sana.


-Perjalanan menuju rumah Rakha-


Khay hanya terdiam selama di perjalanan. Ia masih merutuki


dirinya sendiri yang menganggap dirinya bersalah pada Khania. Ia juga bingung


dengan perasaannya terhadap Rakha. Benarkah rasa cinta, atau hanya sekedar


terbawa suasana karena Rakha memperlakukannya dengan sangat lembut.


“Sayang… kau belum bercerita, kemarin apa saja yang kau


lakukan hingga harus cuti bekerja?”


“Umm, aku… Aku membantu temanku.” Jawab Khay sedikit ragu.


“Teman? Siapa?”


“Umm, dia temanku dari Kota D, dia baru saja pindah kesini.


Jadi, aku sedikit membantunya. Namanya… Ray. Dia teman kuliahku.” Khay sedikit


menyunggingkan senyumnya agar Rakha tidak curiga.


“Jadi dia seorang pria?”


“Iya. Kenapa? Apa kau cemburu?”

__ADS_1


“Tidak. Aku percaya padamu.” Balas Rakha sambil menatap


kearah Khay.


“Terima kasih.” Khay membalas dengan senyuman yang merekah.


Sesampainya di kediaman Rakha,


Liana menyambut kedatangan putranya dan Khay. Ia sudah tahu


apa tujuan putra sulungnya membawa Khay ke rumah mereka. Khay disambut hangat


oleh Rich, yang memang selalu memihak padanya.


“Ada yang ingin aku sampaikan pada kalian semua.” Ucap Rakha


disela makan malam.


Semua orang tampak memperhatikan kearah Rakha.


“Maaf jika harus mengatakan ini pada kalian. Aku sudah


membatalkan pertunanganku dengan Disha. Maaf jika harus membuat kalian kecewa.


Tapi aku tidak bisa melanjutkan hubunganku dengannya. Aku mencintai wanita


lain. Wanita yang selalu ada dihatiku sejak tiga tahun lalu. Khania, dia adalah


wanita itu.” Rakha menggenggam tangan Khay.


“Kuharap kalian bisa mengerti dan menerima keputusanku.”


Tutup Rakha.


Tidak ada yang berkomentar. Mereka hanya menerima begitu


saja keputusan Rakha. Hanya Rich saja yang terlihat bahagia dengan pengumuman


yang diucapkan oleh kakaknya.


Usai makan malam, Rakha mengajak Khay ke ruang pribadinya.


Khay melihat banyak buku-buku dan koleksi mainan superhero milik Rakha. Rakha


menyukai tokoh Superman. Ketika mereka sedang berbincang, ponsel Rakha berbunyi


dan ia harus meninggalkan Khay di ruang itu sendirian. Setelah sepuluh menit


Rakha masih belum kembali, Khay memutuskan untuk mencari petunjuk di rumah


besar itu.


Khay keluar dari ruang Rakha dan mengamati kamar-kamar yang


ada disana. Ia yakin bisa menemukan petunjuk disini. Firasat Khay mengatakan


jika salah seorang penghuni di rumah Rakha bisa saja adalah orang dari


organisasi yang menyamar atau pun agen ISS yang menyamar.


Ya, feeling Khay kuat mengenai hal itu. ia memasuki sebuah kamar


yang adalah kamar Niya, adik bungsu Rakha. Merasa tidak menemukan apapun disana


ia pun keluar. Lalu Khay menuju ke kamar yang cukup besar. Ia yakin itu adalah


kamar milik Liana.


Sejak awal Khay memang mencurigai Liana. Entah dia ada


hubungannya dengan organisasi atau ISS. Khay menjelajahi setiap jengkal sudut

__ADS_1


kamar Liana. Ia berharap menemukan suatu petunjuk tentang kematian kakaknya.


#bersambung…


__ADS_2