RaKhania

RaKhania
RaKhania ~ 084


__ADS_3

Ready for this part? 😬😬


Let's Check it out!!!


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


"Iya, aku bukanlah Khania..."


Jawab Khay lantang yang membuat Danial membulatkan mata. Terlebih lagi Rein yang merasa jika sesuatu yang buruk bisa saja terjadi.


Danial menyilangkan tangannya.


"Lalu, siapa kau sebenarnya?"


Khay menatap Danial yang seperti tersenyum padanya. Hatinya sudah tak bergemuruh seperti tadi.


"Aku adalah saudara kembar Khania. Namaku Khayla." Ucap Khay.


Dan benar, reaksi Danial sangat berbeda dengan apa yang di prediksi oleh Khay.


"Terima kasih karena sudah bicara jujur."


"Heh?!" Khay tidak mengerti dengan apa maksud dari kepala polisi ini.


"Nona Niya sudah mengakui semuanya."


"Mengakui apa?"


"Dialah yang sudah melenyapkan saudara kembar anda."


"Eh?! A-pa?!"


Khay mengerjapkan matanya berusaha menerima pernyataan Danial.


"Mari silahkan, Nona. Investigasinya sudah selesai." Danial menghampiri Khay dan mempersilahkan dirinya keluar dari ruang interogasi.

__ADS_1


Khay berjalan keluar dengan masih banyak pertanyaan dalam hatinya.


Bagaimana bisa Niya mengakui semuanya sendiri? Apa maksudnya? Apa dia sengaja melindungi komplotan hitam? Jika Niya mengakui semuanya maka... Tidak akan ada yang mengusut tentang komplotan hitam. Bagaimana ini? Kenapa jadi begini?


Danial mengarahkan Khay untuk memasuki ruang pemeriksaan dokter sebelum diperbolehkan pulang.


Rein menghampiri Khay dan menepuk bahunya pelan. "Kerja bagus, Nak!" ucap Rein sambil tersenyum.


"Mari, Nona, silahkan masuk!" seorang dokter wanita meminta Khay memasuki ruang periksa.


Rein dan Danial berdiri didepan ruang periksa itu.


"Terima kasih karena sudah membantu putriku." ucap Rein.


"Tidak masalah, Rein. Aku tahu dia adalah gadis yang kuat. Dia pasti bisa menghadapi ini."


"Jadi, kau sudah tahu semuanya tentang Khayla?"


"Iya. Sedikit banyak aku sudah tahu tentang organisasi hitam. Karena kita tidak berhak untuk mengusut kasus mereka, jadi... Aku percayakan saja semua pada ISS dan juga... Putrimu." ucap Danial sambil melirik Khay.


"Dia yang akan membawa kita pada organisasi, Rein. Apa kau keberatan?"


"Tidak. Aku yakin Khay bisa melakukan ini."


Usai diperiksa, Khay keluar dan kembali menemui Danial.


"Paman..." ucap Khay pada Danial.


"Ada apa?"


Danial tersenyum. "Tentu saja. Dia ada di rumah sakit kepolisian pusat. Aku akan mengantarmu kesana."


Khay mengangguk kemudian berjalan mengikuti langkah Danial.


Disisi lain, Dika dan Disha didatangi oleh Ken yang memberitahukan kebenaran tentang Niya. Disha tidak menyangka jika selama ini ayahnya memiliki rahasia sebesar ini.


Dan Disha tak habis pikir bagaimana bisa ayahnya menjodohkannya dengan kakak kandungnya sendiri. Disha merasa beruntung dengan kehadiran Khania kembali di kehidupan Rakha.


Ken membawa Disha dan Dika ke rumah sakit untuk bertemu dengan Rakha. Setidaknya Rakha harus tahu jika adik kandungnya masih hidup.


Liana menyambut kedatangan Disha dan Dika. Liana memeluk erat Disha.


"Ibu sudah menduga ada sesuatu dengan dirimu, Nak. Ternyata kau memang bagian dari keluarga ini." Liana membingkai wajah Disha.


"Sekarang kau sudah bersama dengan keluarga kandungmu. Kau jangan takut lagi." imbuh Liana.


Rakha yang sudah sadarkan diri pun ikut terharu dengan kenyataan yang ada di keluarganya.


"Sayang sekali kita tidak bisa bersama dengan Rich." sesal Rakha.


"Maafkan aku, Disha, karena aku sudah membuatmu tidak bisa bertemu dengan Rich sebagai kakak." ucap Rakha.


"Tidak apa, Kak. Kini aku tahu kenapa aku begitu sedih saat mendengar berita kematian Rich. Ternyata kami memang memiliki hubungan darah." ucap Disha.

__ADS_1


"Kakak, maafkan aku karena aku sempat ingin mencelakakan Khania. Padahal dia adalah wanita yang sangat baik."


"Sudahlah. Jangan terlalu dipikirkan. Kau tahu, Khania juga sangat menyayangimu." Balas Rakha.


"Oh ya, lalu dimana Khania? Kenapa dia tidak menemani kakak disini?" tanya Disha.


"Semalam dia sudah menemani kakakmu disini. Tadi pagi petugas polisi menjemputnya untuk memberikan keterangan terkait kejadian kemarin." jelas Liana.


Kakak adik yang sudah lama tidak bertemu itupun sedang melepas rindu. Dika yang melihat itu ikut terharu dan bahagia.


"Dika, kenapa kau hanya diam saja?" ucap Rakha.


"Aku merasa lega karena ternyata Disha adalah adikmu." tutur Dika.


"Eh? Kenapa memangnya?" Tanya Disha penasaran.


"Dengan begitu, aku akan lebih mudah untuk meminta restu untuk bisa mendekatimu." jawab Dika.


"Dika!!!" Disha cemberut.


"Apa ini? Apa ada yang aku lewatkan, huh?" Rakha menatap Disha dan Dika bergantian.


"Rakha... Sebenarnya sejak dulu aku menyukai Disha. Tapi aku tidak memiliki kesempatan untuk mendekatinya karena Disha selalu memandangmu. Tapi kini hubungan kalian adalah kakak beradik. Jadi, setelah ini aku akan mendekati Disha secara terang-terangan. Bagaimana kakak ipar? Apa kau memberikan restumu?" terang Dika panjang lebar.


Rakha pun tertawa. "Tentu saja aku memberikan restuku. Aku sangat percaya jika kau pasti bisa membahagiakan adikku."


Karena sudah melihat kebahagiaan di keluarga itu, maka Ken pamit undur diri dan keluar dari kamar rawat Rakha. Ken menuju parkiran dimana mobilnya terparkir.


Ken melajukan mobilnya keluar dari area rumah sakit dan menuju ke tempat lain. Tanpa Ken sadari sebuah mobil ternyata mengikuti jejaknya.


Orang yang mengikuti Ken mengernyitkan dahi karena melihat Ken ternyata menuju ke sebuah rumah sakit lain.


"Untuk apa dia ke rumah sakit lagi?" gumam orang yang mengikuti Ken yang segera turun dari mobil dan kembali membuntuti langkah Ken.


Ken tampak santai dan tidak merasa curiga jika ada yang mengikutinya. Namun secara tak terduga, Ken justru menghentikan langkahnya lalu membalikkan badan dan bertemu pandang dengan orang yang membuntutinya.


Orang yang membuntutinya pun terkejut bukan kepalang karena Ken tiba-tiba berbalik.


Mereka saling adu tatap tanpa ada satupun yang bicara.


Tak berapa lama, Ken bersuara.


"Jadi kau... membuntutiku? Rayshard Anderson..." ucap Ken dengan nada dingin.


...***...


...***...


#BERSAMBUNG lagi ya genks...


Jangan lupa dukungannya untuk karya receh mamak yg satu ini. Semoga masih setia sampai cerita ini selesai yaak 😊😊


Give me Like, Vote, Comments, and Gifts, Becoz U are my everything πŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’Ÿ

__ADS_1


...TERIMA KASIH...


__ADS_2