RaKhania

RaKhania
RaKhania ~ 034


__ADS_3

Halo readers kesayangan mamak, RaKhania is back! Don’t forget to leave


Like and Comments. Thank You.


*Happy Reading*


Rakha menghubungi ponsel Khay berulang kali, namun tidak ada


satupun penggilan yang dijawab. Rakha mulai cemas. Ia takut terjadi sesuatu


dengan kekasihnya itu. Ia mengepalkan tangannya dan rasanya ingin langsung


menemui Khanianya.


Sementara itu, Khay masih mematung usai membaca lembar


pertama buku harian milik Khania. Andre membuka kartu memori yang ada di dalam


brankas dan mencari tahu apa isinya.


Ray memberikan ponsel Khay yang sedari tadi bordering. “Angkatlah,


Khay. Aku yakin dia mengkhawatirkanmu. Jika tidak, dia malah akan datang kemari


menemuimu.” Ucap Ray.


Dengan berat hati, Khay mengangkat panggilan dari Rakha. Ia juga


takut jika Rakha tiba-tiba datang ke apartemennya sementara ia sedang mencari


jawaban dari teka teki kakaknya.


“Halo…” sapa Khay.


“…………”


“Maaf tadi aku sedang di kamar mandi.”


“………….”


“Iya, aku baik-baik saja. Jangan khawatir. Besok aku


berangkat ke kantor.”


“………….”


“Aku juga merindukanmu…”


Panggilan berakhir.


Ray dan Rein menatap Khay. “Sepertinya kau sangat totalitas


dalam menjalani peran ini ya.” Ucap Rein.


“Hmm, begitulah Paman.” Jawab Khay dengan tersenyum kikuk. “Paman,


aku rasa aku tidak bisa membaca buku harian ini lagi. Sebaiknya… tolong


jelaskan semuanya padaku.” Pinta Khay.


“Kau yakin ingin mendengarnya, Nak?” Tanya Rein dengan


melirik kearah Ray.


Ray salah tingkah dengan tatapan sekilas dari ayahnya. Ia memutuskan


untuk mencairkan suasana. “Oh ya, kita sudah melewatkan makan siang. Sebaiknya kita


makan malam dulu. Aku akan keluar untuk membelikan makanan.” Ray pun undur diri

__ADS_1


dan segera keluar dari kamar Khay.


“Sebenarnya ada apa, Paman?” Tanya Khay karena merasakan ada


yang aneh dengan sikap Ray.


“Nak, kakakmu sudah terlibat dengan organisasi hitam yang


bernama Black Jack. Pendirinya adalah Jacob Wilder.” Jelas Rein.


“Organisasi hitam? Black Jack? Lalu siapa pria bernama


Jonas?”


“Dia adalah putra Jacob. Apa kau sudah menemukan makna dari symbol


Imoogi?”


“Hu’um, itu adalah hewan mitologi yang disamakan dengan ular.


Ia mengisap darah untuk bertahan hidup.” Jawab Khay.


“Benar. Itulah kenapa organisasi hitam menggunakan symbol itu.


Karena mereka harus melenyapkan nyawa dari korbannya.” Lanjut Rein.


“Apa?” Khay menutup mulutnya tidak percaya.


“Mereka merekrut anggota dengan cara seperti mencuci otak


calon anggotanya. Dan kakakmu terseret masuk kedalamnya. Dan juga… cinta


pertama Ray.”


“Cinta pertama Ray?” Khay masih tidak paham dengan semua


penjelasan Rein.


gadis bernama Zevanya. Gadis itu adalah salah satu anggota dari Black Jack. Ray


adalah target dari gadis itu.”


“Target?”


“Sepuluh tahun lalu sebelum Ray menjadi target, ada seorang


pria yang lebih dulu menjadi targetnya. Dia seorang pengusaha suksesdi Kota M. Ketika


pergerakan organisasi mulai terendus oleh polisi dan ISS, seorang agen ISS


menyamar masuk kedalam organisasi agar bisa mengawasi pergerakan mereka dan


sekaligus melindungi pria yang menjadi target itu. Namun ternyata agen ISS itu


gagal melindungi target dan agen itupun juga terluka parah hingga dirinya


lumpuh. Organisasi menganggap jika agen yang menyamar itu sudah meninggal. Namun


ia masih hidup. Setelah target dilenyapkan, polisi berhasil menangkap Jacob dan


memenjarakannya di penjara kelas berat di Pulau Natu.”


“Apa itu ISS, Paman?” Tanya Khay.


“ISS adalah agen rahasia yang dibentuk oleh pemerintah untuk


mengurus kasus yang tidak tercium oleh publik. Kepanjangannya adalah Indonesia


Secret Service.” Sahut Andre.

__ADS_1


“Karena dendam ayahnya di penjarakan oleh polisi, maka putra


Jacob yaitu Jonas, menargetkan Ray untuk menjadi sasaran mereka selanjutnya. Organisasi


merekrut Zevanya untuk mendekati Ray agar lebih mudah masuk perangkap mereka.” Lanjut


Andre.


“Jadi… Orang yang sudah berhasil menangkap Jacob adalah


Paman Rein?” tebak Khay.


“Benar, Nak. Karena Paman akhirnya Ray terlibat dalam bahaya


ini. tapi…gadis itu tidak bisa melenyapkan Ray karena ia mencintai Ray, begitu


juga dengan Ray. Di hari yang seharusnya menjadi hari eksekusi untuk Ray, gadis


itu memutuskan untuk melenyapkan dirinya sendiri dan membiarkan Ray hidup.” Jelas


Rein.


Khay tercengang mendengar cerita pilu Ray.


“Putraku mengalami trauma yang cukup parah. Aku bahkan harus


membawanya ke psikiater untuk mengobati rasa traumanya akibat melihat gadis yang


dicintainya bunuh diri didepan matanya.” Lanjut Rein.


Ingatan Khay mulai mengembalikan memori saat pertama kali ia


bertemu dengan Ray. Anak- anak dikampus tidak ada yang berani mendekati Ray


karena menganggap Ray anak yang aneh.


-Flashback-


“Hei, lihat anak itu! Dia ‘kan si aneh itu.”


“Iya benar, jangan dekat-dekat dengannya.”


“Kudengar dia sempat menjalani rehabilitasi di rumah sakit


jiwa.”


“Apa? Apa dia gila?”


“Kenapa kampus kita menerima mahasiswa gila seperti dia?”


Dan masih banyak lagi kalimat-kalimat yang menyakitkan hati


di lontarkan untuk Ray. Entah kenapa Khay malah tidak terpengaruh dengan


omongan teman-temannya, dan malah berusaha untuk berteman dengan Ray.


“Hai, kau sedang apa?” sapa Khay. Dan awalnya Ray sama sekali tidak


merespon.


“Wah, kau suka membaca komik detektif juga? Aku juga suka!”


Khay tersenyum tulus saat berusaha berteman dengan Ray.


Dan lama kelamaan Ray mau membuka diri. Ia juga mulai mau


berteman dengan Khay. Sedikit demi sedikit trauma yang dialami Ray perlahan


menghilang, dan itu berkat Khay.

__ADS_1


#bersambung…


__ADS_2