RaKhania

RaKhania
RaKhania ~ 024


__ADS_3

Halo readers kesayangan mamak, RaKhania is back! Don’t forget to leave


Like and Comments. Thank You.


*Happy Reading*


Hari ini Ray ikut menemani Khay ke kantornya. Setelah kemarin


malam ia melihat rekaman kamera pengawas dan Khay menemukan sedikit petunjuk


tentang orang yang mengintai mereka. Ray baru tiba di parkiran perusahaan, dan


secara tidak sengaja ia bertabrakan dengan seseorang.


BRUUUKKK!!


“Aduh!” pekik seseorang yang ternyata seorang wanita.


“Maaf, nona. Apa kau baik-baik saja?”


“Tidak, aku tidak apa.” Gadis itu langsung pergi usai


membenahi pakaiannya.


“Hah? Itu ‘kan…” Ray menunjuk kearah gadis itu yang sudah


menghilang di balik tembok parkiran.


“Disha Thariq? Iya benar, dia adalah Disha. Mau apa dia datang


kesini? Apa dia ingin menemui Khay?” Ray menggumam sendiri.


Dan benar saja, Khay dikejutkan dengan kedatangan Disha. Disha


begitu gembira bertemu dengan Khay.


“Ayo kita makan siang bersama.” Ajak Disha.


“Tapi, Disha… Pekerjaanku masih banyak. Aku akan makan


disini saja.”


“Ayolah, Khania. Apa Rakha membuatmu sangat sibuk? Aku akan


bicara dengannya agar kau tidak terlalu sibuk.”


“Hmm, baiklah.”


Disha berteriak riang, ia segera membawa Khay keluar dari


kantor.


“Hari ini kita akan makan diluar. Aku akan mengambil mobil,


kau tunggulah di lobi.”


“Tidak, aku ikut saja. Kesannya aku menggunakan model


terkenal sebagai supirku.”


Disha tertawa mendengar penuturan Khay. “Ternyata kau orang


yang sangat menyenangkan, Khania.”


Khay hanya mengerutkan keningnya. “Terserah kau saja lah,


nona muda.” Gumam Khay yang tidak didengar oleh Disha.


Mereka tiba di sebuah kafe dengan nuansa kebun. Khay melirik

__ADS_1


ke sekeliling kafe yang sangat asri karena dipenuhi banyak tanaman.


“Kau sering datang kemari?” Tanya Khay.


“Tidak. Ini baru pertama kalinya. Seorang temanku yang


merekomendasikannya.”


Khay hanya mengangguk-angguk.


Tak lama pesanan merekapun datang. Mereka makan dengan


lahap. Terlebih lagi Khay tadi pagi tidak sempat sarapan. Pastilah ia makan


dengan lahap siang ini.


“Rakha ingin membatalkan pertunangan kami…” Disha tiba-tiba


bersuara ditengah santap makan siang mereka.


Khay yang sedang mengunyah makanannya, seketika terhenti dan


memperhatikan Disha. Ada raut kesedihan disana.


“Apa ini karena aku?” Tanya Khay polos.


Disha tersenyum. “Bukan. Sejak awal memang Rakha tidak


pernah mencintaiku. Kami hanya terpaksa bertunangan karena kerja sama dua


perusahaan.”


“Apa kau ingin aku membujuk Rakha agar meneruskan


pertunangan kalian?”


“Kupikir kau menceritakan ini karena ingin aku membantumu…”


“Tidak. Aku hanya ingin bercerita saja. Selama ini aku tidak


pernah punya teman dekat. Aku senang bisa mengenalmu.”


Khay hanya bisa menghembuskan nafas kasar. Ia merasa


bersalah pada gadis didepannya ini.


Apa yang harus


kulakukan? Pikiranku terlalu penuh jika harus memikirkan tentang Disha juga. Tapi,


aku juga tidak tega melihat gadis ini menderita. Tapi, Rakha juga hanya


mencintai Kak Khania. Ya Tuhan, kenapa urusan hati begitu rumit?


.


.


.


Disha mengantarkan Khay kembali ke kantor. Khay melambaikan


tangan melepas kepergian Disha dengan mobil mewahnya. Rakha yang melihat Khay


ada di lobi segera menghampirinya.


“Hai, sayang…” sapa Rakha.


“Pak Rakha? Jangan memanggilku begitu jika masih jam kantor.”

__ADS_1


Sungut Khay.


Rakha malah terkekeh. “Kau ini! Memangnya kenapa?”


“Kau akan membuat posisiku semakin sulit.”


“Apa Disha mengatakan sesuatu padamu?”


Khay mengangguk. Ia tidak mau berbohong pada Rakha. Ia ingin


Rakha sadar jika Disha sangat mencintainya.


“Masalah Disha biar aku yang mengurusnya. Ayo kembali ke


ruanganku, ada yang ingin aku bicarakan denganmu.” Rakha menarik tangan Khay. Dan


tentu saja pemandangan itu membuat orang-orang yang melihatnya makin memandang


tidak suka kearah Khay.


Setibanya di ruangan Rakha, ia meminta Khay duduk di sofa.


“Ada apa?” Tanya Khay.


“Dengar, nanti malam aku akan menjemputmu. Kita akan makan


malam dirumahku.”


“Hah?!” Khay sangat terkejut.


“Jangan terkejut begitu. Kau sudah pernah bertemu dengan


keluargaku. Kau bahkan sangat dekat dengan ibuku.”


Khay hanya tersenyum kikuk. “Haduh, bagaimana ini?” gumam


Khay dalam hati.


“Hmm, baiklah. Aku harus memakai baju apa?” Khay tidak punya


pilihan lain selain menyetujuinya.


“Apa saja. Aku menyukai apapun yang kau pakai.” Jawab Rakha


dengan mencubit pipi Khay gemas.


“Ish, kau ini. Aku bertanya serius.” Khay memukul pelan


lengan Rakha.


“Aku serius, sayang…” Rakha membawa Khay dalam pelukannya.


Entah kenapa berada di pelukan Rakha saat ini sedikit membuat


Khay tenang dan sedikit melupakan beban di hatinya.


“Terima kasih.” Ucap Khay lirih namun masih bisa didengar


oleh Rakha yang makin mengeratkan pelukannya. Setitik senyum terukir di wajah


Rakha.


.


.


#bersambung….


apa yang akan terjadi saat Khay bertemu dengan Liana, ibunda Rakha?

__ADS_1


__ADS_2