RaKhania

RaKhania
RaKhania ~ 042


__ADS_3

Halo readers kesayangan mamak, RaKhania is back! Don’t forget to leave


Like and Comments. Thank You.


*Happy Reading*


“Ada apa ini sebenarnya?” pertanyaan itu yang akhirnya muncul


dari bibir James yang merasa tempatnya banyak dikunjungi orang pagi ini.


“Jadi, para anggota ISS sedang berkumpul disini?” Tanya Rein.


“ISS?” gumam Khay.


“Jadi… ibu Liana adalah salah satu anggota ISS?” batin Khay.


Khay yang sudah melepas tatapannya pada Liana hanya bisa


menunduk memikirkan semua masalah ini yang rasanya semakin rumit.


“John, sebaiknya sediakan tempat untuk orang-orang ini


bicara.” Titah James pada John.


“Baik, Tuan. Mari tuan-tuan, dan nona, juga nyonya.” Ucap John


mengarahkan mereka untuk menuju ke ruang bawah tanah.


“Tempat ini benar-benar menyimpan banyak misteri…” batin Khay.


Dan sampailah mereka pada sebuah tempat yang mirip dengan


ruang rapat. Ternyata benar dugaan Rein, jika James masih terhubung dengan ISS


meski ia sudah mengundurkan diri dari sana.


Mereka duduk mengelilingi sebuah meja bundar. Meski banyak


sekali yang ingin terucap dari bibir masing-masing orang, namun ternyata semua


masih bungkam hingga akhirnya James ikut bergabung dengan mereka.


“Baiklah, karena kalian semua sudah berkumpul, silahkan


katakan apa rencana kalian masing-masing.” Ucap James mengawali.


“Aku sudah menduga jika kau masih berhubungan dengan ISS,


Arthur. Aku dan anak-anakku ingin menyelidiki kematian seorang gadis anggota


organisasi yang tewas setahun lalu.”


DEG


Mata Ken terbelalak. Tapi tidak dengan Liana yang sudah tahu


rencana Rein sejak awal. Liana tampak tenang dengan pernyataan Rein.

__ADS_1


Ray melihat ada yang aneh dengan sikap Ken yang terkejut.


“Siapa dia? Aku tidak pernah mendengar tentangnya…” batin Ray.


“Gadis itu adalah saudara kembar dari putriku ini, nama


gadis itu Khania. Liana, kau pasti sudah tahu tentang ini bukan? Kekasih Khania


adalah putra sulungmu.” Lanjut Rein.


“Iya, aku tahu. Aku sudah mengira jika kedatangan Khania


secara tiba-tiba setelah menghilang setahun lalu, adalah rencanamu, Rein. Kembarannya


menyamar menjadi Khania.” Ucap Liana.


“Tidak, bu. Ini bukan rencana paman Rein. Ini adalah


rencanaku. Aku ingin menemukan siapa pembunuh kakakku. Tapi ternyata… Aku


menghadapi kenyataan pelik seperti ini.” balas Khay.


Pandangan Ken tidak lepas dari Khay. Ray merasa kesal karena


tatapan Ken sangatlah berbeda pada Khay. “Lalu, siapa dia?” Tanya Ray dengan


menunjuk Ken dengan dagunya.


“Aku?” Ken menunjuk dirinya sendiri. “Namaku Kenzo Pratama,


panggil saja Ken.” Ucap Ken.


“Dia adalah agen ISS yang pernah menyusup masuk ke dalam


organisasi tiga tahun lalu bersamaan dengan Khania yang juga anggota baru di


organisasi.” Jelas James.


“Eh?” Khay terkejut.


“Setahun lalu penyamarannya terbongkar karena ingin


menyelamatkan gadis bernama Khania itu lalu ia harus keluar dari organisasi dan


bersembunyi dengan ditugaskan ke luar negeri.” Sahut Liana.


“Apa?!” Khay lagi-lagi terkejut dan memandang kearah Ken. “Jadi,


kau mengenal kakakku?” Tanya Khay menatap Ken.


Ken hanya mengangguk.


“Lalu siapa yang sudah membunuh kakakku?!” teriak Khay


dengan penuh emosi.


Ken hanya menatap tajam kearah Khay yang sudah dipenuhi

__ADS_1


amarah. “Kau sangat berbeda dengan kakakmu ya.”


Khay ingin sekali menghajar pria bernama Ken itu, namun


ditahan oleh Ray yang duduk disebelahnya.


“Nona muda, sebaiknya kau tahan amarahmu itu. Kita semua


mempunyai tujuan yang sama disini.” Ucap Ken. “Kita disini karena ingin


menghancurkan organisasi dan menangkap dalang dari semua ini, yaitu Prince


alias Jonas Wilder.” Lanjut Ken.


“Baiklah, apa rencana ISS kali ini?” Tanya Rein.


Liana tersenyum. “Aku tahu selama ini ISS jarang bekerja


sama dengan polisi. Dan kami… biasanya berjalan sendiri. Tapi aku cukup


berterimakasih karena kau berhasil menangkap Jacob sepuluh tahun lalu. Namun itu


tidak bisa membuat kita lengah, karena putranya pasti membalas dendam. Kau sendiri


juga hampir kehilangan putramu, bukan?” ucap Liana menatap kearah Ray.


“Jadi… yang menculik kakakku setahun lalu adalah kalian?” Tanya


Khay menuduh pada ISS.


“Benar, itu adalah rencanaku…” jawab Ken.


Khay menatap tajam kearah Ken. “Lalu kenapa kakakku sampai


meninggal? Apa kalian yang sudah membunuhnya?” Tanya Khay dengan mengepalkan


tangannya. “Kalian membunuhnya karena dia adalah bagian dari organisasi…” mata


Khay mulai berkaca-kaca.


Ken hanya menarik nafas dan menghembuskannya pelan. Mata Ken


dan Khay beradu. Mencoba mencari kebenaran satu sama lain.


“Khay…” Rein menengahi perdebatan Khay dan Ken.


“Paman sudah bilang padamu jika ISS tidak akan membunuh


orang.” Tambah Rein.


“Organisasi mengendus perbuatanku yang ingin menyelamatkan


Khania, mereka berhasil membawa Khania dari tangan kami. Lalu…” Kalimat Ken tertahan.


Ada semburat kesedihan di wajah Ken. Khay bisa melihat itu.


“Jangan-jangan pria ini…. Tidak mungkin!!” batin Khay dengan

__ADS_1


mencoba mencerna semua cerita Ken.


#bersambung…


__ADS_2