
Halo readers kesayangan mamak, RaKhania is back! Don’t forget to leave
Like and Comments. Thank You.
*Happy Reading*
“Ada apa ini sebenarnya?” pertanyaan itu yang akhirnya muncul
dari bibir James yang merasa tempatnya banyak dikunjungi orang pagi ini.
“Jadi, para anggota ISS sedang berkumpul disini?” Tanya Rein.
“ISS?” gumam Khay.
“Jadi… ibu Liana adalah salah satu anggota ISS?” batin Khay.
Khay yang sudah melepas tatapannya pada Liana hanya bisa
menunduk memikirkan semua masalah ini yang rasanya semakin rumit.
“John, sebaiknya sediakan tempat untuk orang-orang ini
bicara.” Titah James pada John.
“Baik, Tuan. Mari tuan-tuan, dan nona, juga nyonya.” Ucap John
mengarahkan mereka untuk menuju ke ruang bawah tanah.
“Tempat ini benar-benar menyimpan banyak misteri…” batin Khay.
Dan sampailah mereka pada sebuah tempat yang mirip dengan
ruang rapat. Ternyata benar dugaan Rein, jika James masih terhubung dengan ISS
meski ia sudah mengundurkan diri dari sana.
Mereka duduk mengelilingi sebuah meja bundar. Meski banyak
sekali yang ingin terucap dari bibir masing-masing orang, namun ternyata semua
masih bungkam hingga akhirnya James ikut bergabung dengan mereka.
“Baiklah, karena kalian semua sudah berkumpul, silahkan
katakan apa rencana kalian masing-masing.” Ucap James mengawali.
“Aku sudah menduga jika kau masih berhubungan dengan ISS,
Arthur. Aku dan anak-anakku ingin menyelidiki kematian seorang gadis anggota
organisasi yang tewas setahun lalu.”
DEG
Mata Ken terbelalak. Tapi tidak dengan Liana yang sudah tahu
rencana Rein sejak awal. Liana tampak tenang dengan pernyataan Rein.
__ADS_1
Ray melihat ada yang aneh dengan sikap Ken yang terkejut.
“Siapa dia? Aku tidak pernah mendengar tentangnya…” batin Ray.
“Gadis itu adalah saudara kembar dari putriku ini, nama
gadis itu Khania. Liana, kau pasti sudah tahu tentang ini bukan? Kekasih Khania
adalah putra sulungmu.” Lanjut Rein.
“Iya, aku tahu. Aku sudah mengira jika kedatangan Khania
secara tiba-tiba setelah menghilang setahun lalu, adalah rencanamu, Rein. Kembarannya
menyamar menjadi Khania.” Ucap Liana.
“Tidak, bu. Ini bukan rencana paman Rein. Ini adalah
rencanaku. Aku ingin menemukan siapa pembunuh kakakku. Tapi ternyata… Aku
menghadapi kenyataan pelik seperti ini.” balas Khay.
Pandangan Ken tidak lepas dari Khay. Ray merasa kesal karena
tatapan Ken sangatlah berbeda pada Khay. “Lalu, siapa dia?” Tanya Ray dengan
menunjuk Ken dengan dagunya.
“Aku?” Ken menunjuk dirinya sendiri. “Namaku Kenzo Pratama,
panggil saja Ken.” Ucap Ken.
“Dia adalah agen ISS yang pernah menyusup masuk ke dalam
organisasi tiga tahun lalu bersamaan dengan Khania yang juga anggota baru di
organisasi.” Jelas James.
“Eh?” Khay terkejut.
“Setahun lalu penyamarannya terbongkar karena ingin
menyelamatkan gadis bernama Khania itu lalu ia harus keluar dari organisasi dan
bersembunyi dengan ditugaskan ke luar negeri.” Sahut Liana.
“Apa?!” Khay lagi-lagi terkejut dan memandang kearah Ken. “Jadi,
kau mengenal kakakku?” Tanya Khay menatap Ken.
Ken hanya mengangguk.
“Lalu siapa yang sudah membunuh kakakku?!” teriak Khay
dengan penuh emosi.
Ken hanya menatap tajam kearah Khay yang sudah dipenuhi
__ADS_1
amarah. “Kau sangat berbeda dengan kakakmu ya.”
Khay ingin sekali menghajar pria bernama Ken itu, namun
ditahan oleh Ray yang duduk disebelahnya.
“Nona muda, sebaiknya kau tahan amarahmu itu. Kita semua
mempunyai tujuan yang sama disini.” Ucap Ken. “Kita disini karena ingin
menghancurkan organisasi dan menangkap dalang dari semua ini, yaitu Prince
alias Jonas Wilder.” Lanjut Ken.
“Baiklah, apa rencana ISS kali ini?” Tanya Rein.
Liana tersenyum. “Aku tahu selama ini ISS jarang bekerja
sama dengan polisi. Dan kami… biasanya berjalan sendiri. Tapi aku cukup
berterimakasih karena kau berhasil menangkap Jacob sepuluh tahun lalu. Namun itu
tidak bisa membuat kita lengah, karena putranya pasti membalas dendam. Kau sendiri
juga hampir kehilangan putramu, bukan?” ucap Liana menatap kearah Ray.
“Jadi… yang menculik kakakku setahun lalu adalah kalian?” Tanya
Khay menuduh pada ISS.
“Benar, itu adalah rencanaku…” jawab Ken.
Khay menatap tajam kearah Ken. “Lalu kenapa kakakku sampai
meninggal? Apa kalian yang sudah membunuhnya?” Tanya Khay dengan mengepalkan
tangannya. “Kalian membunuhnya karena dia adalah bagian dari organisasi…” mata
Khay mulai berkaca-kaca.
Ken hanya menarik nafas dan menghembuskannya pelan. Mata Ken
dan Khay beradu. Mencoba mencari kebenaran satu sama lain.
“Khay…” Rein menengahi perdebatan Khay dan Ken.
“Paman sudah bilang padamu jika ISS tidak akan membunuh
orang.” Tambah Rein.
“Organisasi mengendus perbuatanku yang ingin menyelamatkan
Khania, mereka berhasil membawa Khania dari tangan kami. Lalu…” Kalimat Ken tertahan.
Ada semburat kesedihan di wajah Ken. Khay bisa melihat itu.
“Jangan-jangan pria ini…. Tidak mungkin!!” batin Khay dengan
__ADS_1
mencoba mencerna semua cerita Ken.
#bersambung…