RaKhania

RaKhania
RaKhania ~ 086


__ADS_3

Di dalam kamar sebuah mansion mewah yang jauh dari hiruk pikuk kota, dua orang makhluk sedang bergumul dengan panasnya. Suara lenguhan dan rintih kenikmatan jelas terdengar oleh orang yang sedari tadi berdiri mematung di depan pintu. Ingin menginterupsi tapi rasanya tidak sopan. Namun ia juga ingin memberi kabar yang memang kurang mengenakkan untuk didengar.


Ketika suara nyaring itu mulai hilang, orang yang sedari tadi berdiri di depan pintu, memberanikan diri untuk mengetuk pintu.


Tok


tok


tok


"Bos!!"


Pria yang dipanggil Bos itu sudah hapal dengan suara anak buahnya dari balik pintu. Pria yang tak lain adalah Prince itu segera menyudahi permainannya dan memakai jubah untuk menutupi tubuh polosnya.


Begitu juga si wanita yang langsung berlari ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Prince membukakan pintu dan melihat sosok Doc disana.


"Ada apa, Doc?" tanya Prince sambil merapikan rambutnya yang berantakan.


"Bos, kau harus lihat ini!"


Doc segera mengambil remote televisi dan menyalakannya. Terdengar suara seorang pembaca berita sedang membacakan berita tentang penangkapan Niya atas pembunuhan berencana yang ia lakukan terhadap Rich.


Irish yang berada di kamar mandi sayup-sayup masih mendengar suara televisi. Ia pun segera memakai jubah handuknya dan keluar dari kamar mandi.


"Wah wah wah, lihat itu, Prince. Gadis kecilmu sudah berani bertindak gegabah sendiri. Ia bahkan mengakui semuanya sendiri." ucap Irish sengaja memanasi Prince.


"Lalu apa yang akan kita lakukan, Bos?" tanya Doc.


"Tidak ada cara lain. Kita harus bersiap melawan mereka."


"Kau tenang saja, Prince. Kita pasti bisa mengalahkan mereka satu persatu. Kita mulai dari yang wanita dulu saja." ucap Irish.


"Siapa maksudmu? Kau harus ingat, mereka memiliki agen ISS hebat bernama Kenzo Pratama. Kita justru harus hati-hati terhadapnya. Dia pernah menyusup masuk ke organisasi."


"Jangan khawatir, Prince. Kita lakukan semua perlahan. Kau percaya denganku 'kan?" ucap Irish sambil kembali menggoda Prince.


"Iya, tentu saja." Prince tersenyum seringai. Ia meminta Doc kembali keluar dari kamarnya.


Tangan nakal Irish berhasil membuat Prince kembali 'on' dan mereka kembali ke atas tempat tidur untuk melanjutkan aktifitas mereka.


Dari luar kamar Doc hanya bisa menggumam.


"Bahkan ini masih sore tapi mereka sudah melakukan adegan ranjang selama berjam-jam. Huft! Prince! Kau memang maniak!"


.


.

__ADS_1


.


Langkah kaki Khay terasa gontai saat memasuki rumah sakit tempat Rakha di rawat. Ia masih ingat gemuruh dadanya yang sakit mengingat semua memori yang terjadi pada dirinya selama beberapa bulan ini. Banyak sekali misteri yang masih tidak terpecahkan.


Khay telah tiba di depan kamar rawat Rakha. Ia bisa mendengar jika di dalam ada suara Disha sedang bercanda gurau bersama Rakha. Tawa renyah mereka terdengar hingga keluar kamar.


Sebelumnya Ken sudah mengirim pesan pada Khay jika dirinya telah memberitahu Disha tentang kebenaran keluarganya. Khay merasa lega karena akhirnya gadis itu beekumpul lagi dengan keluarga kandungnya.


Tangan Khay yang ingin menyentuh handel pintu namun masih tertahan. Dadanya kembali sesak dan matanya berkaca-kaca. Ia menggeleng pelan.


Tidak! Aku tidak bisa melanjutkan sandiwara ini lebih jauh lagi. Aku tidak bisa menyakiti Rakha lebih dari ini.


Akhirnya Khay memutuskan untuk berbalik badan dan pergi dari sana. Dika yang baru saja kembali dari membeli makanan, memutuskan untuk mengikuti langkah Khay.


Khay menuju sebuah taman di rumah sakit dan duduk di bangku disana. Khay menangis terisak. Hatinya sangat sakit.


"Maafkan aku, Kakak... Maafkan aku. Tidak seharusnya aku melakukan hal seperti ini. Rasanya sangat sakit, Kak..."


Khay memukuli dadanya.


Dika yang melihat Khay menangis sesenggukan, meminta seorang OB untuk mengantar makanan yang ia beli ke kamar Rakha. Tak lupa ia memberi tips kepada OB tersebut.


Dika menghampiri Khay yang masih menangis sambil menundukkan kepala.


"Khania..." panggil Dika.


Khay tahu itu bukan suara Rakha. Dengan masih berlinang air mata, Khay menengadahkan kepalanya menghadap orang yang memanggilnya.


Khay segera menghapus air matanya.


"Boleh aku duduk disini?" ijin Dika.


Khay mengangguk. Kemudian kembali menundukkan wajahnya.


"Ada apa, Khania? Kenapa kau tidak masuk ke kamar Rakha?"


Khay masih terdiam. Hatinya amat bimbang dengan keputusan yang telah ia buat. Khay kembali mengangkat wajahnya dan menatap Dika yang duduk di sebelahnya.


"Dika..."


"Iya."


"Apa aku bisa percaya padamu?"


Dika tertegun dengan pertanyaan Khay. Namun sejurus kemudian Dika tersenyum.


"Tentu saja. Kau bisa percaya padaku." kembali Dika mengulas senyumnya.


Sementara itu, OB yang diperintah Dika telah tiba di depan kamar Rakha. Ia mengetuk pintu dan Disha membukanya.

__ADS_1


"Permisi, Nona, ini ada titipan dari Tuan Dika." Ucap OB itu.


"Eh? Dimana Dika?"


"Tuan Dika ada urusan mendadak, jadi menitipkan ini pada saya."


"Oh? Begitu? Baiklah, terima kasih."


Disha kembali menutup pintu. Ia kembali duduk disamping brankar.


"Ada apa?" tanya Rakha.


"Dika ada urusan."


"Oh, dia pasti mengurus tentang perusahaan. Kau tenang saja. Dia tidak akan melirik gadis lain."


"Kakak!!!"


Wajah Disha seketika merona karena kakaknya terus menggodanya. Tawa renyah terus terdengar dari kakak beradik yang sudah lama tidak berjumpa.


"Kakak, dimana Khania? Kenapa dia belum datang juga? Bukankah dia sudah pergi sejak pagi. Ini sudah malam. Apa polisi menanyainya selama ini?"


"Eh?" Rakha tersentak. Ia pun segera meraih ponselnya dan menghubungi nomor ponsel Khay.


"Tidak aktif." gumam Rakha.


"Hmm, sudahlah. Jangan khawatir. Aku yakin Khania tidak akan melirik pria lain. Dia hanya mencintai kakak saja." kini ganti Disha yang menggoda Rakha.


Rakha hanya tersenyum kecut menanggapi ucapan Disha.


...***...


...***...


#BERSAMBUNG...


Jangan lupa dukungannya untuk karya receh mamak yg satu ini. Kuharap kalian tetap setia menemani sampai cerita ini selesai yaak 😊😊


Give me Like, Vote, Comments, and Gifts, Becoz U are my everything πŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’Ÿ


...TERIMA KASIH...


Yuks mampir juga ke dunia halu mamak yg lain...



drama romance adult


__ADS_1


romance-spiritual adult


__ADS_2