RaKhania

RaKhania
RaKhania ~ 031


__ADS_3

Halo readers kesayangan mamak, RaKhania is back! Don’t forget to leave


Like and Comments. Thank You.


*Happy Reading*


Rakha tiba di mansionnya dengan senyum merekah di bibirnya. Ia


bertemu dengan Liana yang masih terjaga. Liana sengaja menunggu Rakha pulang ke


rumah. Liana sudah bisa menduga jika Rakha pasti pergi dengan Khania alias


Khay. Liana sudah tahu soal identitas Khayla.


“Ibu? Ibu belum tidur?”


“Hu’um. Ibu sengaja menunggumu. Dari mana saja kamu seharian


ini? Tidak biasanya kau pergi selama ini dihari libur. Kau biasa menghabiskan


waktu bersama keluargamu. Kenapa kini kau berubah, Rakha? Apa karena wanita


itu?”


“Ibu… jangan membenci Khania. Aku sangat mencintai dia, bu…”


“Lalu bagaimana dengan Disha? Kau sudah bertunangan


dengannya, Nak.”


“Bu… Besok aku akan menemui Om Alan dan mengatakan semuanya.


Aku mohon ibu mendukungku.” Rakha menggenggam tangan Liana.


“Anakku…”


Rakha mencium kening ibunya lalu masuk ke dalam kamarnya.


“Tidak, Nak. Kau tidak


boleh terjerumus ke lubang yang sama untuk kedua kalinya. Ibu menyayangimu,


Nak. Gadis itu bukanlah Khania. Cepat atau lambat gadis itu pasti akan


meninggalkanmu saat semuanya sudah terbongkar…” lirih Liana sambil menatap


punggung Rakha hingga sudah tak terlihat lagi.


.


.


.


.


Setelah mendapat informasi mengenai Imoogi, Khay mulai


menelusuri setiap informasi dengan laptopnya. Tak lupa ia juga menghubungi


Andre untuk mencari informasi lebih banyak tentang Imoogi. Rekaman kamera pengawas

__ADS_1


satu tahun lalu akhirnya berhasil diretas oleh Andre. Khay meneliti hasil


rekaman itu.


Khay melihat Khania keluar dari apartemen di malam itu. Malam


dimana akhirnya ia menghilang. Khania terlihat didatangi oleh beberapa orang


yang berpakaian serba hitam. Khay membulatkan mata dan memperbesar rekaman


tersebut. Tidak ada paksaan saat Khania diminta untuk masuk kedalam mobil.


“Itu tidak terlihat seperti penculikan… Kenapa kakak menurut


saja pada orang-orang itu?” gumam Khay.


Hingga pagi menjelang, Khay masih berkutat didepan


laptopnya. Ia harus bisa menemukan titik terang dari masalah ini. Ia terus


mengamati rekaman video itu. Ia meneliti satu persatu orang yang menemui


kakaknya di malam itu.


“Tidak! Orang-orang itu tidak memiliki tato seperti Kak


Khania. Benar! Mereka tidak memiliki tato Imoogi.” Gumam Khay.


Khay menghela nafasnya. Tubuhnya sudah sangat lelah namun


pikirannya ingin terus bekerja memecahkan semua teka-teki ini. Hingga akhirnya


tubuh Khay tumbang dan tak sadarkan diri.


mengetuk pintu kamar Khay berkali-kali. Namun tidak ada jawaban dari Khay. Ray


terus menggedor pintu kamar Khay. Masih tidak ada jawaban.


Ray merasakan ada yang tidak beres. Ia pun memutuskan untuk


memanggil pengelola apartemen untuk meminta kunci cadangan kamar Khay. Benar saja,


Ray mendapati tubuh Khay tergeletak di samping sofa.


“Khay!! Apa yang terjadi denganmu?” Ray mengguncang tubuh


Khay dan menepuk pipi Khay pelan.


Ray membopong tubuh Khay menuju tempat tidur. Ray memeriksa


denyut nadi Khay.


“Normal. Sepertinya dia hanya kelelahan.” ucap Ray.


Tak lama Rein dan Andre juga datang ke apartemen Khay. Ray cukup


terkejut dengan kedatangan ayahnya secara tiba-tiba.


“Ayah? Andre? Kalian datang?” Tanya Ray berusaha tetap


tenang.

__ADS_1


Rein mengangguk. “Iya. Sepertinya ayah datang di saat yang


tepat.” Rein memeriksa laptop milik Khay begitu juga Andre.


“Dia sudah menemukan titik terangnya, Ray.” Ucap Rein.


“Apa?!” Ray membulatkan mata tidak percaya. Ray mendekati


Andre yang sedang mengutak atik laptop Khay.


“Kau selalu bersamanya tapi kau tidak tahu apa-apa. Apa kau


masih memikirkan gadis itu?” Tanya Rein menatap tajam kearah Ray.


“Maaf, Ayah. Kemarin setelah kami mendatangi Tuan Arthur,


Khay malah pergi dengan Rakha. Kekasih Khania. Mereka pergi hingga malam. Dan aku


tidak tahu mereka pergi kemana.” Jawab Ray dengan menunduk.


“Ya sudah. Sekarang sudah saatnya Khay tahu yang sebenarnya.


Kau bisa menjelaskan semuanya?”


“Ayah… Kenapa bukan ayah saja yang menjelaskan semuanya?”


Ray balik bertanya.


Disaat semua sedang berdiskusi, tiba-tiba Khay terbangun dan


membuat semua orang terkejut.


“Haaahh, haaaahhh,” Khay mengatur nafasnya.


“Khay! Kau sudah sadar?” Ray mendekati Khay di tempat tidur.


“Paman Rein? Andre? Kalian ada disini?” Tanya Khay.


“Iya, Nak. Kau sudah menemukan apa yang kau cari?” Tanya Rein.


“Sudah, paman. Tapi… Masih ada satu lagi yang harus


kutemukan. Kalian tolong bantu aku untuk mencarinya.” Ucap Khay.


Semua orang saling bertukar pandang. Dengan cepat Khay


menjelaskan situasi yang terjadi.


“Alasan kenapa apartemen ini masih dibayarkan oleh orang


tidak dikenal adalah…” Khay menatap Ray, Rein dan Andre secara bergantian.


“Karena di kamar ini menyimpan satu petunjuk penting yang


disimpan oleh Kak Khania…” lanjut Khay dengan menunjukkan wajah penuh


keyakinan.


#bersambung….


"Benar,

__ADS_1


tidak ada satu tempat pun di dunia ini yang bisa menyimpan rahasia...."


__ADS_2