
Halo readers kesayangan mamak, RaKhania is back! Don’t forget to leave
Like and Comments. Thank You.
*Happy Reading*
“Pertama kali aku
bertemu dengannya adalah usai mengajar kelas anak-anak usia dini. Aku mengira
dia adalah salah satu wali murid yang akan menjemput anaknya. Namun ternyata
aku salah. Dia bilang dia ingin bertemu denganku dan berkenalan denganku.
Saat itu aku merasa,
aku tidak pantas berkenalan dengannya. Dia sangat tampan dan berkarisma. Aku tidak
memandang dari penampilannya saja. Tapi hatinya memang sangat baik dan ramah. Beberapa
bulan mengenalnya, aku mulai merasakan sesuatu yang lain di hatiku. Dia juga
berani mengungkapkan perasaannya padaku.
Apakah aku bermimpi? Aku
mendapatkan seorang pangeran berkuda putihku dalam dirinya. Seorang pria yang
mampu menyentuh hatiku. Aku mencintainya. Sangat mencintainya. Aku berharap
kami bisa bersama selamanya…
Rakhania, nama kami
disatukan dan membentuk sebuah kata yang indah. Aku tahu jika kau adalah
takdirku. Takdir membawaku ke kota ini agar bertemu denganmu. Aku yakin itu.”
Khay segera mendorong tubuh Rakha. Ia memegangi bibirnya
yang kini sudah tak suci lagi. Semua memori Khania tentang Rakha terlintas
dibenaknya. Memori yang tak pernah Khay tahu tapi saat membaca buku harian itu,
ia tahu jika kakaknya sangat mencintai Rakha.
“Sayang, kau kenapa?” Tanya Rakha karena melihat Khay
mematung.
Khay kembali ke alam sadarnya. “Maaf… Saya permisi, Pak!”
Khay segera membuka pintu ruang rahasia itu dan keluar dari ruangan Rakha. Ia menuju
__ADS_1
ke toilet wanita dan membasuh wajahnya.
“Ya Tuhan! Apa yang sudah aku lakukan? Aku sudah
mengkhianati Kak Khania… Maafkan aku, Kak… Maaf…” gumam Khay dalam hati.
Khay memandangi wajahnya di cermin. “Aku harus segera
menemukan semua teka teki ini. Aku tidak bisa melakukan ini lebih jauh lagi. Tidak!”
Khay keluar dari toilet dan berpapasan dengan Dika.
“Lho? Khania? Kau ada disini?”
“Iya, pak. Ada apa?”
“Apa Rakha ada di ruangannya?”
“Sepertinya ada, Pak. Kalau begitu saya permisi dulu.”
Khay tidak mau Dika bertanya macam-macam tentangnya dan
Rakha. Lebih baik ia selesaikan pekerjaannya lalu pulang ke apartemen.
.
.
.
.
.
saksi kunci semua masalah ini. Nomor kartu ponsel Khania. Khay baru saja pergi ke galeri
provider kartu milik Khania. Petugasnya bilang jika kartu itu sudah tidak
digunakan sejak setahun lalu. Khay ingin menggunakan kartu dengan nomor yang
sama lagi. Karena ia memegangi identitas Khania, tentu saja pihak provider sama
sekali tidak curiga pada Khay.
Benar, kakak tidak
bisa dihubungi setelah menghilang di hari perayaan yayasan anak bangsa. Mungkin
orang yang membunuhnya sudah mengambil ponsel milik kakak dan membuang
kartunya. Saat penggeledahan setelah kematian kakak pun, aku tidak menemukan
ponsel kakak dikamarnya. Aku memang tidak yakin, tapi ada kemungkinan jika orang-orang itu akan menghubungi nomor ponsel kakak lagi setelah tahu aku menyamar sebagai kakakku.
__ADS_1
Setelah pergi ke galeri provider, Khay kembali ke apartemen.
Khay mengamati keadaan sekeliling tempat tinggalnya.
Aneh! Apartemen kakak
tidak memiliki kamera pengawas di depan lobi atau dimanapun. Kenapa kakak
memilih tempat tinggal yang tidak aman seperti ini? Akan sangat sulit
mengetahui apa yang terjadi karena tak ada kamera pengawas disini.
Khay menuju sebuah toko kelontong dekat apartemen.
Ada satu kamera yang
menyorot kearah depan apartemen. Aku yakin akan menemukan sesuatu disini.
Khay bertanya kepada pemilik toko.
“Permisi Pak, apa sudah lama tempat ini memiliki kamera
pengawas?” Tanya Khay sopan.
“Iya, nona. Karena banyaknya kejahatan yang sering terjadi
di sekitar kita, saya jadi waspada dan berjaga-jaga. Jadi saya memasang CCTV di
took saya ini.” Jelas si pemilik toko.
Khay mengangguk paham.
Khay lalu menghubungi seseorang yang bisa membantunya
memecahkan misteri ini. “Halo, bisa kau retas kamera pengawas milik toko XXX
yang ada didekat apartemen Grafika di kota M.”
“Tentu saja bisa. Kau jangan meremehkan kemampuanku, Khay.”
“Baguslah.”
“Memang ada hal apa Khay?”
“Tidak. Aku hanya ingin tahu ada peristiwa apa setahun lalu
di depan apartemen Grafika.”
“Eh?!”
“Detailnya akan kukirimkan lewat pesan. Aku minta hasil
rekamannya secepatnya.”
__ADS_1
“Baik, Khay.”
#bersambung…