RaKhania

RaKhania
RaKhania ~ 078


__ADS_3

Usai sarapan pagi, orang-orang di kediaman Wicaksana mulai melakukan aktifitas mereka. Rakha pergi ke kantor, Liana pergi ke butiknya dan Niya juga pergi ke studio desain miliknya.


Tinggalah Ken dan Khay yang masih di dalam rumah. Khay sudah bersiap dan menunggu Ken keluar dari kamarnya. Sebenarnya ia ingin menanyakan banyak hal pada Ken. Tapi rasanya kurang pas jika bertanya tentang banyak hal mengingat Khay tidak sedekat itu dengan Ken.


Sambil menunggu Ken, Khay memutar otak mencari cara untuk memberi pelajaran pada Niya. Sikap yang ditunjukkan Niya pada Rakha bukan lagi sikap seorang adik pada kakaknya.


"Apa akan lebih baik jika Rakha mengetahui kebenarannya? Tapi, jika tiba-tiba memberitahunya... Rakha pasti curiga bagaimana aku bisa tahu tentang Niya. Aah, kenapa jadi serumit ini sih?" gumam Khay.


Ken terlihat menuruni tangga dengan penampilan sudah rapi. Ken mengernyit bingung melihat Khay berdiri di bawah tangga.


"Khania, apa yang kau lakukan disini?"


"Oh, hai, Ken. Umm, begini... Apa aku boleh menumpang mobilmu?"


"Hmm, boleh. Kau mau kemana?"


"Nanti saja aku ceritakan."


Khay segera menarik lengan Ken agar berjalan cepat.


Astaga! Gadis ini masih saja bar-bar!


Batin Ken dengan menggeleng pelan.


Ken melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Ia melirik sekilas kearah Khay yang seperti sedang memikirkan sesuatu.


"Katakan saja apa yang ingin kau katakan! Aku tahu kau sengaja menungguku 'kan?"


"Aku sedang mencari cara untuk memberi pelajaran pada gadis manja itu!"


"Benar, Khay. Dia sudah melewati batas."


"Sebenarnya kau pergi kemana kemarin? Kenapa tidak mengangkat teleponku?"


"Hahaha. Aku sudah tahu jika kau hanya beralasan saja ingin menumpang."


Khay terkekeh. "Apa sejelas itu?"


"Iya. Kau tahu siapa aku, bukan?"


"Cih, kau selalu membanggakan dirimu sendiri. Kita mau kemana?"


"Temanku menghubungiku, dia bilang hasil pencocokan DNA nya sudah keluar."


"Eh? Benarkah? Jadi kau sudah bertemu Disha?"


"Tentu saja."


"Hmm, jadi Ibu Liana sudah tahu jika Niya bukan adik kandung Rakha. Pantas saja tadi dia juga tidak suka melihat sikap Niya. Lalu apa yang akan kita lakukan, Ken? Aku benar-benar tidak tahan dengan rubah betina itu."


"Tenang, Khay. Kita pasti memberi pelajaran yang setimpal untuknya."


Khay dan Ken tiba di sebuah klinik laboratorium. Ken memasuki klinik itu di ikuti Khay. Seorang pria muda menyambut kedatangan mereka.


"Halo, Ark. Bagaimana?" sapa Ken singkat.


"Kau bisa langsung melihat hasilnya didalam amplop itu."


Khay dan Ken saling bertukar pandang sebelum membuka amplop itu.

__ADS_1


Ken yang lebih dulu membaca seketika tersenyum seringai.


"Ada apa, Ken?"


"Persis seperti dugaanku, Khay. Disha memang putri dari Ardi Wicaksana."


"Heh?!" mata Khay membulat sempurna.


.


.


.


Rakha masih sibuk menandatangani beberapa berkas di mejanya sebelum akhirnya sebuah panggilan di ponselnya menginterupsi. Dahinya berkerut melihat nama yang tertera di layar ponsel.


Kejadian pagi tadi membuatnya makin tak mengerti dengan situasi yang terjadi di keluarganya. Mau tak mau, Rakha mengangkat panggilan di ponselnya.


"Halo, Niya."


"..........."


"Kakak sedang sibuk. Kakak akan suruh orang untuk mengantarnya."


"............"


"Huft! Iya baiklah. Ke studiomu?"


"............"


"Baik. Ada hal yang harus kakak bicarakan juga denganmu."


"Iya. Kakak tutup teleponnya."


Rakha menerawang jauh ke depan. Tak ia sangka jika Dika sudah ada dihadapannya.


"Bos! Sedang memikirkan apa?"


"Dika, aku harus pergi sekarang. Tolong kau urus semua pekerjaanku ya!"


"Bos mau kemana?"


"Aku harus memberikan tiket penerbangan Niya ke Eropa. Dan juga ada hal yang harus kubicarakan dengannya."


"Hmm, baiklah."


Dika tahu jika Rakha sangat menyayangi adik perempuannya itu. Jadi meeting sepenting apapun akan kalah dengan yang namanya 'permintaan Niya'.


Rakha pergi meninggalkan kantornya dan melajukan mobilnya menuju studio gambar milik Niya. Niya adalah seorang desainer. Ia memiliki studio yang dibangun oleh Rakha agar adiknya bisa bekerja dengan leluasa sebagai desainer.


Rakha menekan bel studio itu, dan nampaklah Niya dengan senyuman lebarnya menyambut Rakha.


"Kakak... Kau datang? Ayo masuk!"


Niya menarik tangan Rakha agar masuk ke dalam studionya.


"Apa kau sedang sibuk?" Rakha duduk di sofa di sebuah ruang yang mirip dengan ruang tamu.


"Tidak juga. Kakak mau minum apa?"

__ADS_1


"Apa saja. Kita akan makan siang dimana? Kau yang tentukan tempatnya. Tapi, apa boleh kakak mengajak Khania juga?"


Niya membawakan segelas jus jeruk untuk Rakha.


"Tentu saja. Khania 'kan istri kakak." jawab Niya di iringi senyuman.


Rakha meneguk jus jeruk yang dibawakan oleh Niya.


"Jadi, apa yang ingin kakak bicarakan denganku?" Niya bertanya sambil berjalan menghampiri Rakha dan duduk disampingnya.


Entah kenapa kepala Rakha mulai terasa pusing. Ia mengerjapkan matanya melihat sekeliling.


"Niya, kenapa kau melakukan itu pada kakak?" Meski kepalanya mulai berdenyut, Rakha masih belum kehilangan kesadarannya.


"Melakukan apa?" Niya semakin mendekati Rakha dan membuka jas yang dikenakan Rakha.


"Niya... Apa yang kau lakukan?" Rakha mencoba menolak tapi tubuhnya seakan panas sehingga ia pun menurut.


Niya makin mendekati Rakha dan mengelus dada bidang Rakha yang masih berbalut kemeja putih.


"Niya, kau adalah adikku, kenapa kau hampir mencium bibirku tadi pagi?" dengan nafas yang tersengal, Rakha masih berusaha menguasai dirinya. Ia beranjak dari sofa dan berpegangan pada dinding.


Niya kembali menghampiri Rakha dan membuka jubah panjangnya yang sedari tadi membungkus tubuhnya.


Rakha membulatkan mata karena Niya memakai baju tidur seksi yang membuatnya makin tak karuan.


"Apa yang kau lakukan, Niya? Kita adalah kakak adik." Rakha tetap berusaha menguasai dirinya.


"Apa katamu? Aku tidak pernah menganggapmu sebagai kakakku sejak 10 tahun lalu."


"Apa yang kau bicarakan, Niya?" Rakha terus memegangi kepalanya yang terus berdenyut dan juga gairah yang mulai tercipta.


"Kau bukanlah kakakku, dan aku bukanlah adikmu. Kau boleh menyentuhku, Rakha..."


Niya mengarahkan tangan Rakha ke salah satu gundukan kenyal miliknya.


.


.


"TIDAAAAKKK!!!"


Pekik Khay ketika melihat video yang dikirimkan Niya melalui ponselnya.


Liana dan Ken yang sedang ada bersamanya seketika ikut terkejut dengan teriakan Khay.


.


.


#bersambung...


*Aw aw, kira2 Rakha bakal ngelakuin itu gak ya sama Niya 😡😡😡


yuk kasih komen kalian kesayangan mamak πŸ’ŸπŸ’Ÿ



sebuah kisah tentang seorang anak jenius yg sedang mencari keberadaan ayah kandungnya. Apakah ayahnya seorang agen FBI atau dokter forensik? Ikutin ceritanya ya genks... mamak tunggu di lapak sebelah ya kesayangan πŸ’ŸπŸ’Ÿ

__ADS_1


__ADS_2